Irmanputra Sidin: Sudah Banyak Usaha Yang Wafat Karena Corona, Saatnya Presiden Pede Menjawab

Pakar hukum tata negara Irmanputra Sidin/Net

Pandemik virus corona baru (Covid-19) sangat berdampak ke berbagai sektor usaha yang ada di Indonesia. Namun sayangnya pemerintah belum membongkar data jumlah sektor usaha yang mulai mangkrak kegiatan dagangnya.

Persoalan inilah yang menjadi pertanyaan besar dari pakar hukum tata negara Irmanputra Sidin.

Dalam unggahan di media sosial Instagram @irmanputra_sidin, dengan judul "Berapa Sektor Usaha Yang Wafat Setiap Hari?”, dia melontarkan sejumlah pertanyaan untuk didengar pemerintah.

Dia berpandangan, pandemik Covid-19 telah berpengaruh signifikan kepada kegiatan usaha rakyat dan telah menciptakan efek domino terhadap tingkat kemiskinan dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Terlebih ketika pemerintah menetapkan status darurat bencana nasional lewat Kepres 12/2020.

"Berapa jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menderita, “koma”, bahkan “wafat” setiap hari? Berapa usaha besar yang “sesak nafas”, bahkan “koma” setiap hari? Yang kemudian terpaksa melakukan PHK karyawan (p27(2), 28D UUD45) setiap hari?" ungkap Irmanputra Sidin dalam postingannya pada Jumat (24/7).

Lebih lanjut, Irmanputra Sidin memandang wajar jika kondisi 4 bulan penanganan pandemik virus corona hanya fokus ke persoalan kesehatan, dan akhirnya berujung hingga ke ancaman krisis ekonomi dalam negeri. 

"Tentunya keppres dan kebijakan ikutannya, kala itu, bisa dipahami jikalau hanya bertumpu pada jawaban medis dan epidemiologis," ungkapnya.

Namun demikian, saat ini pemerintah mesti menginstal ulang fokus penanganan corona dari sektor kesehatan menjadi sektor ekonomi masyarakat, mengingat ancaman-ancaman krisis ekonomi sudah di depan mata.

"Saatnya kini presiden harus percaya diri (pede) dengan data atas pertanyaaan di atas yang sesungguhnya adalah bagian kecil dari jawaban konstitusional akan signifikansi Covid-19 ini terhadap seluruh sendi kehidupan negara rakyat," tuturnya.

"Presiden terus fokus bergerak kepada kebijakan pemulihan ekonomi konstitusional (p33uud45) agar tujuan negara memajukan kesejahteraaan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa (Pembukaan UUD45) yang 'detak jantung' saat ini sangat lemah segera normal kembali," demikian Irmanputra Sidin. 

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Peringatan Muhammadiyah: Elite Jangan Manfaatkan Pandemi Covid-19 Sebagai Komoditas Politik
Politik

Peringatan Muhammadiyah: Eli..

21 September 2020 12:55
Terjangkit Covid-19, Menag Fachrul Razi Jalani Karantina Di Rumah Sakit
Politik

Terjangkit Covid-19, Menag F..

21 September 2020 12:47
Pilkada Bisa Jadi Awal Keretakan Jokowi Dengan NU Dan Muhammadiyah
Politik

Pilkada Bisa Jadi Awal Keret..

21 September 2020 12:45
Ben Bland: Kontradiksi Jokowi Bikin Investor Hingga Kelompok Akademisi Bingung
Politik

Ben Bland: Kontradiksi Jokow..

21 September 2020 12:39
Andi Arief: Ada Sinyal Hanya 31 Persen Partisipasi Pemilih, So?
Politik

Andi Arief: Ada Sinyal Hanya..

21 September 2020 12:29
Keadaan Mendesak, Muhammadiyah Desak Jokowi Terbitkan Perppu Penundaan Pilkada
Politik

Keadaan Mendesak, Muhammadiy..

21 September 2020 12:26
Muhammadiyah Minta Presiden Evaluasi Penanganan Covid-19, Bila Diperlukan Ambil Alih Dan Pimpin Langsung
Politik

Muhammadiyah Minta Presiden ..

21 September 2020 12:13
Dukung Keluarga Jokowi, Saiful Anam: Kemungkinan Untuk Mengamankan Gerindra Dan Bisnis Sandiaga
Politik

Dukung Keluarga Jokowi, Saif..

21 September 2020 12:05