Novel Diminta Segera Kembalikan Duit Pengobatan 3,5 M Ke Negara

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan yang menjadi korban penyiraman air keras/RMOL

Biaya pengobatan Novel Baswedan sebesar 3,5 miliar yang berasal dari dana kepresidenan diminta untuk segera dikembalikan ke negara.

Hal itu disampaikan Ketua DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Fuadul Aufa usai melihat fakta persidangan yang menyatakan kasus penyirama air keras sebagai kasus pribadi.

"Penyiraman itu adalah kasus pribadi, telah terbukti dalam persidangan. Jadi biaya pengobatan yang dipakai 3.5 M itu harus dikembalikan. Sejatinya Pak Novel akan dibiayai oleh negara jikalau kasus yang menimpanya terkait erat dengan jabatan dirinya di KPK," ujar Fuadul Aufa dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (28/7).

"Tim Advokasi beliau (Novel) juga sudah menyatakan itu kasus pribadi, jadi harus konsekuen," tegas pria yang akrab disapa Upay.

Ia menjelaskan, kasus penyiraman yang menimpa Novel merupakan luapan kekesalan pelaku terhadap apa yang pernah Novel Baswedan lakukan saat menjabat Kasat Reskrim di Polres Bengkulu pada tahun 2004 sebagaimana info yang ia dapat.

"Setahu saya penyiraman adalah bagian dari luapan kekesalan pelaku justru terhadap apa yang pernah Novel lakukan di Bengkulu 2004, penembakan terhadap pelaku pencurian sarang burung walet dengan satu korban jiwa dan empat orang luka tembak yang hingga saat ini sidangnya belum dilanjutkan," pungkasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Peringatan Muhammadiyah: Elite Jangan Manfaatkan Pandemi Covid-19 Sebagai Komoditas Politik
Politik

Peringatan Muhammadiyah: Eli..

21 September 2020 12:55
Terjangkit Covid-19, Menag Fachrul Razi Jalani Karantina Di Rumah Sakit
Politik

Terjangkit Covid-19, Menag F..

21 September 2020 12:47
Pilkada Bisa Jadi Awal Keretakan Jokowi Dengan NU Dan Muhammadiyah
Politik

Pilkada Bisa Jadi Awal Keret..

21 September 2020 12:45
Ben Bland: Kontradiksi Jokowi Bikin Investor Hingga Kelompok Akademisi Bingung
Politik

Ben Bland: Kontradiksi Jokow..

21 September 2020 12:39
Andi Arief: Ada Sinyal Hanya 31 Persen Partisipasi Pemilih, So?
Politik

Andi Arief: Ada Sinyal Hanya..

21 September 2020 12:29
Keadaan Mendesak, Muhammadiyah Desak Jokowi Terbitkan Perppu Penundaan Pilkada
Politik

Keadaan Mendesak, Muhammadiy..

21 September 2020 12:26
Muhammadiyah Minta Presiden Evaluasi Penanganan Covid-19, Bila Diperlukan Ambil Alih Dan Pimpin Langsung
Politik

Muhammadiyah Minta Presiden ..

21 September 2020 12:13
Dukung Keluarga Jokowi, Saiful Anam: Kemungkinan Untuk Mengamankan Gerindra Dan Bisnis Sandiaga
Politik

Dukung Keluarga Jokowi, Saif..

21 September 2020 12:05