Polemik POP, Iwel Sastra: Nadiem Itu Pembisnis, Jokowi Harus Evaluasi!

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim/Net

Program Organiasai Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan seolah menjadi polemik yang tak berkesudahan, setelah ditemukan keterlibatan dua lembaga CSR korporasi besar.

Pemerhati politik Iwel Sastra berpendapat, polemik dari program tersebut patut dijadikan bahan evaluasi oleh Presiden Joko Widodo terhadap Mendikbud Nadiem Makarim.

"Sepertinya Nadiem menjadi salah satu menteri yang layak dievaluasi Presiden Jokowi untuk diberikan tempat yang lebih pas dan tepat dengan latar bekalang dan kemampuan yang dimiliki," ujar Iwel dalam siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (1/8).

Secara latar belakang, lanjut Direktur Mahara Leadership ini, Nadiem tidak memiliki latar belakang pengalaman mengurusi pendidikan. Sehingga program yang sengaja dicanangkan untuk peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan tersebut malah berujung polemik.

"Polemik POP terjadi merupakan suatu hal yang wajar karena memang sejak awal Mas Menteri Nadiem Makarim sudah banyak yang bilang tidak pas pada posisi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan," paparnya.

Menurut Iwel, sosok Eks Bos Gojek tersebut di mata masyarakat adalah sebagai seorang pebisnis berbasis digital, yang hasil dari kerja kerasnya patut diacungkan jempol karena sudah bisa membesarkan bisnis ojek online dan merambah ke financial technology.  

Sehingga, tanggung jawab yang diberikan presiden kepada Nadiem tidak ada sangkut pautnya dengan perihal pendidikan dan kebudayaan. Sehingga menurut Iwel, jika benar Nadiem mepunyai kapasitas di Kemendikbud, maka pasti ada solusi dari polemik POP.

"Tidak bisa menatap ke depan tanpa memiliki kajian yang kuat mengenai sejarah dan budaya pendidikan di Indonesia," katanya.

"Nadiem sendiri sudah meminta maaf atas terjadinya polemik ini, tentu persoalannya bukan sekadar meminta maaf, namun apa solusi yang akan ditawarkan Nadiem," demikian Iwel Sastra.  

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Pemuda Muhammadiyah: Vaksinasi Harus Direalisasikan Kalau Pemerintah Tak Ingin Kehilangan Kepercayaan Publik
Politik

Pemuda Muhammadiyah: Vaksina..

25 November 2020 05:59
Penghapusan Pajak Hingga Kemudahan Investasi Jadi Senjata Appi-Rahman Di Debat Kedua Pilkada Makassar
Politik

Penghapusan Pajak Hingga Kem..

25 November 2020 05:34
Irmanputra Sidin: Instruksi Mendagri Seperti Curahan Hati Jokowi
Politik

Irmanputra Sidin: Instruksi ..

25 November 2020 04:40
Senator Jakarta: Sekolah Tatap Muka Januari 2021 Tidak Tepat Dan Terlalu Berisiko
Politik

Senator Jakarta: Sekolah Tat..

25 November 2020 02:44
Yusril Ihza Mahendra: Instruksi Mendagri Tak Akan Berpolemik Kalau Mendagri Gunakan Diksi Pemakzulan
Politik

Yusril Ihza Mahendra: Instru..

25 November 2020 02:23
Fadli Zon: Instruksi Mendagri Upaya Resentralisasi Kekuasaan Untuk Hentikan Oposisi
Politik

Fadli Zon: Instruksi Mendagr..

25 November 2020 01:58
Kemenag Susun Naskah Khutbah Jumat Untuk Masjid-masjid, Jaminan Berkualitas Dan Bermutu
Politik

Kemenag Susun Naskah Khutbah..

25 November 2020 00:44
Heran Asing Berperan Lebih Di Indonesia, Megawati: Pak Nadiem Please, Kasih Kesempatan Anak-anak Kita
Politik

Heran Asing Berperan Lebih D..

25 November 2020 00:11