Ponpes Denanyar Jadi Tempat Peristirahatan Terakhir Gus Im Wahid

Proses pemakaman KH Hasyim Wahid di komplek pemakaman Ponpes Denanyar Jombang, Jawa Timur/RMOL

Jenazah adik bungsu KH Abdurahman Wahid (Gus Dur),  KH Hasyim Wahid tengah dimakamkan di komplek pemakaman Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur.

Proses pemakaman tokoh NU yang masyhur disapa Gus Im itu dilakukan sekitar pukul 20.30 WIB.

Sekretaris Pembangunan Desa dan Agraria DPP PKB, Zainul Munasichin yang turut mengantarkan jenazah melalui jalur darat menjelaskan, Gus Im tiba di Ponpes Denanyar, Jombang, Jawa Timur sekitar pukul 18.30 WIB.

Menurut penuturan Zainul, mendiang Gus Im sejak awal telah berwasiat ingin dimakamkan di Ponpes Denanyar. Ia memiliki beberapa alasan tidak ingin dimakaman bersama dua kakaknya, Gus Dur dan Gus Sholah di komplek makam Tebu Ireng.

"Tadi sampai Denanyar pukul 18.30 WIB, disemayamkan di ndalem Ponpes Denanyar,  ndalem tempat dilahirkannya Gus Dur.  Gus Im memang berwasiat kalau wafat minta dimakamkan di Ponpes Denanyar bukan di Tebuireng.  Ada beberapa alasan yang menyertainya," demikian penurutan Zainul saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (1/8).

Beberapa tokoh yang menyambut kedatangan jenazah Gus Im diantaranya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Ketua PWNU KH Marzuki Mustamar.

Turut pula menyambut keluarga Ponpes Denanyar, Gus Abdussalam Sokieb, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Abdul Halim Iskandar dan juga Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar.

Selain itu tokoh lain yang hadir Lily Wahid dan Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid) dan beberapa tokoh politik lainnya.

Gubernur Jatim, Khofifah saat sambutan menceritakan, di tengah kesehatan yang mulai menurun, Gus Im kerap memberikan perhatian terhadap perkembangan pandemik virus corona baru (Covid-19) di Jawa Timur.

"Gus Im di tengah kesehatannya masih sempat memberikan perhatian terhadap perkembangan Covid di Jatim,  dan memberikan saran dan masukan," demikian kata Khofifah.

Sementara itu, Ketua PWNU Jatim, Kiai Marzuki Mustamar menjelaskan, Gus Im adalah putra bungsu Kiai Wahid Hasyim yang memilih jalan sendiri dari glamornya jabatan dan kekuasaan.

Kata Kiai marzuki, andai kata mau, Gus Im pasti akan mendapatkan jatah kekuasaan dengan mudah. Meski demikian sepanjang hayatnya, Gus Im memilih jalan hidup yang berbeda.

"Gus Im adalah putra bungsu Kiai Wahid Hasyim yang memilih jalan sendiri dari glamornya jabatan dan kekuasaan. Kalau mau, beliau sangat bisa kalau hanya sekadar Menteri atau lebih dari itu, tapi beliau memilih tidak seperti itu," demikian kata Kiai Marzuki.

Kolom Komentar


Video

FRONT PAGE | CATATAN KAMI, Dr Ahmad Yani

Jumat, 07 Agustus 2020
Video

RMOL World View | Di Balik Ledakan Lebanon Bersama Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Y Thohari

Jumat, 07 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Direktur KPN: Poster Anies-AHY Hanya Pansos, Karena Popularitas Itu Penting
Politik

Direktur KPN: Poster Anies-A..

11 Agustus 2020 12:50
Istana Larang Pajang Foto Jokowi, Iwan Sumule: Ini Klenik Atau 17 Agustus Terakhir Jadi Presiden?
Politik

Istana Larang Pajang Foto Jo..

11 Agustus 2020 12:47
Prabowo Disebut Bakal Gantikan Maruf Amin, PPP: Isu Murahan!
Politik

Prabowo Disebut Bakal Gantik..

11 Agustus 2020 12:27
Prabowo Diisukan Bakal Geser KH Ma’ruf Amin, Gerindra: Isu Mau Pecah NU Dan Jokowi
Politik

Prabowo Diisukan Bakal Geser..

11 Agustus 2020 12:25
Pernah Ditolak Jokowi, Natalius Pigai Ragu Fadli Zon Mau Menerima Penghargaan Bintang Jasa
Politik

Pernah Ditolak Jokowi, Natal..

11 Agustus 2020 11:59
Menggeser Maruf Amin Tidak Semudah Mencopot Menteri
Politik

Menggeser Maruf Amin Tidak S..

11 Agustus 2020 11:56
Bakal Deklarasikan Dukungan Kepada Akhyar Nasution, Forum Eksponen 98 PDIP Ajak Kader Tetap Gembira
Politik

Bakal Deklarasikan Dukungan ..

11 Agustus 2020 11:45
Jubir Jokowi: Pegawai KPK Jadi ASN Bukan Melemahkan, Tapi Memperkuat Institusi
Politik

Jubir Jokowi: Pegawai KPK Ja..

11 Agustus 2020 11:22