Penangkapan Djoko Tjandra Jadi Pintu Masuk Pemerintah Menyita Hasil Kejahatan Kerah Putih

Djoko Tjandra saat ditangkap tim Bareskrim Polri dari tempat persembunyiannya di Malaysia/Istimewa

Keberhasilan menangkap Djoko Tjandra yang merupakan terpidana kasus pengalihan hak tagih (cassie) Bank Bali harus jadi momentum besar para penegak hukum di tanah air. Terutama menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk mengembalikan harta negara yang diangkut buronan bersama konco-konconya.

Hal inilah yang menurut Sekretaris Jenderal DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), M Ageng Dendy Setiawan, harus dimanfaatkan dengan maksimal menyusul keberhasilan Bareskrim Polri membekuk Djoko Tjandra.

"Bisa dikatakan yang dilakukan Djoko Tjandra adalah kejahatan kerah putih yang merugikan keuangan negara. Harapannya, hasil kejahatannya bisa disita untuk negara," kata Dendy melalui keterangannya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (1/8).

Penangkapan Djoko Tjandra ini, lanjut Dendy, juga bisa menjadi momentum bagi seluruh aparat penegak hukum baik kepolisian, KPK, maupun kejaksaan untuk memperkuat sinergitas membongkar kasus dan jejaring koruptor kelas kakap.

Selain itu, PPATK dan semua instrumen pemeriksa keuangan juga diharpakan bisa ikut mengungkap jejaring dan aliran dana yang melibatkan Djoko Tjandra.

"Ini momentum untuk semua aparat penegak hukum serta PPATK untuk bekerja sama mengungkap kasus besar Djoko Tjandra. Penangkapan ini diharapkan menjadi awal bangkitnya aparat penegak hukum yang berintegritas", demikian Dendy menutup.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Al Mentra Institute: Instruksi Mendagri Wujud Konsistensi Pemerintah Lindungi Warga Yang Mulai Abaikan Prokes
Politik

Al Mentra Institute: Instruk..

24 November 2020 05:53
Pendapatan Negara Turun, Aktivis Haris Rusly Pesimis Jokowi Bisa Sampai 2024
Politik

Pendapatan Negara Turun, Akt..

24 November 2020 05:31
Iwan Sumule: APBN Defisit Karena UU Corona Jadi Benteng Pengutil Brankas Negara
Politik

Iwan Sumule: APBN Defisit Ka..

24 November 2020 04:41
Polarisasi Sudah Ada Jauh Sebelum Habib Rizieq Pulang, Jokowi Jangan Diam Saja
Politik

Polarisasi Sudah Ada Jauh Se..

24 November 2020 03:53
Marwan Jafar: Saatnya Fokus Penanganan Covid-19 Agar Energi Bangsa Tak Terbuang Tanpa Makna
Politik

Marwan Jafar: Saatnya Fokus ..

24 November 2020 02:17
Kepada Azis Syamsuddin, Wali Nanggroe Minta MoU Helsinki Segera Dirampungkan Pemerintah
Politik

Kepada Azis Syamsuddin, Wali..

24 November 2020 01:37
Sepakat Dengan JK, Mujahid 212: Rakyat Butuh Pemimpin Komplet Seperti Habib Rizieq
Politik

Sepakat Dengan JK, Mujahid 2..

24 November 2020 00:35
Ketum Paguyuban Pasundan: Penyelenggara Pilkada Harus Jamin Keselamatan Pemilih
Politik

Ketum Paguyuban Pasundan: Pe..

23 November 2020 23:58