Daripada Gunakan Produk China, Anies Disarankan Pilih Bus Listrik Buatan Lokal

Bus listrik produksi lokal/Net

Selama tiga bulan ke depan, PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) bakal melakukan uji coba pengoperasian bus listrik. Sejauh ini, 2 bus listrik yang akan diuji coba adalah buatan China dengan merek BYD.

PT Bakrie Autoparts sebagai agen BYD di Indonesia mendatangka dua unit bus single low entry tipe K9 dan bus medium tipe C6 untuk diuji coba.

Bicara soal bus listrik BYD asal China ini, memang sudah banyak digunakan di berbagai negara di dunia.

Mengutip data spesifikasi dari laman resmi BYD, bus listrik BYD K9 ditenagai oleh motor listrik tipe AC Synchronous Motor. Proses pengisian baterai sekitar 4-5 jam. Dalam sekali pengisian baterai, bus ini bisa menempuh jarak 250 km dengan kecepatan maksimal 70 km/jam.

Sementara BYD C6 dibekali baterai Iron-phospate kapasitas 135 kWh. Untuk pengisian dayanya, diklaim bisa rampung dalam waktu 4 jam. Kecepatan maksimal yang bisa ditempuh mencapai 100 km/jam. Untuk penggunaan dalam kota, bus listrik ini bisa menempuh jarak hingga lebih dari 200 km sekali isi.

Terkait rencana penggunaan bus listrik di ibukota, Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M Syaiful Jihad, menyatakan mendukung upaya penggunaan kendaraan umum yang ramah lingkungan.

Meski demikian, Syaiful menyarankan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memilih bus listrik buatan lokal untuk digunakan sebagai bus TransJakarta.

"Lebih baik bus listrik buatan lokal dengan kualitas lebih bagus daripada coba-coba buatan China," kata Syaiful Jihad melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (1/8), dilansir Kantor Berita RMOLJakarta.

Bus listrik buatan lokal antara lain diproduksi PT Mobil Anak Bangsa (MAB). Rencananya, bus listrik yang dinamakan Maxvel tersebut siap diproduksi massal.

Harga satu unit bus listrik lokal diprediksi lebih dari Rp 5 miliar dengan komponen lokal mencapai 60 persen.

Syaiful mengungkapkan, penggunaan bus listrik merupakan terobosan cerdas untuk memperbaiki kualitas udara ibukota. Karena mampu mengurangi emisi sebesar 30 persen dan bisa membuat udara lebih bersih.

Sementara biaya operasional kendaraan listrik 50 persen pun lebih murah dari kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM).
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

NU Medan Ingatkan Paslon Peserta Pilkada Tidak Berpolitik Di Masjid
Politik

NU Medan Ingatkan Paslon Pes..

25 Oktober 2020 00:31
Dukung Langkah Kemenag, BKPRMI Aceh: Khutbah Jumat Bakal Lebih Kaya Dan Bervariasi
Politik

Dukung Langkah Kemenag, BKPR..

24 Oktober 2020 23:55
Di Tengah Polemik, DPRD DKI Akan Tetap Gelar Rapat Di Bogor
Politik

Di Tengah Polemik, DPRD DKI ..

24 Oktober 2020 23:37
Airlangga Ke Kader Golkar: Siapkah Saudara-saudara Untuk Terus Mengawal Kepemimpinan Jokowi-Maruf?
Politik

Airlangga Ke Kader Golkar: S..

24 Oktober 2020 23:24
Golkar Raih Rekor MURI Sebagai Parpol Pertama Gelar HUT Dengan Peserta Terbanyak Secara Daring
Politik

Golkar Raih Rekor MURI Sebag..

24 Oktober 2020 22:33
Apresiasi Presiden Jokowi, Airlangga Uraikan Esensi Dan Manfaat UU Ciptaker
Politik

Apresiasi Presiden Jokowi, A..

24 Oktober 2020 22:01
Airlangga: Walaupun Covid-19, Semangat Dan Pengabdian Pada Partai Golkar Tidak Pernah Luntur
Politik

Airlangga: Walaupun Covid-19..

24 Oktober 2020 20:42
UU Cipta Kerja Pangkas Regulasi Penghambat Pertumbuhan UMKM Dan Koperasi
Politik

UU Cipta Kerja Pangkas Regul..

24 Oktober 2020 20:29