Indonesia Terancam Resesi Imbas Corona, Arief Poyuono: Jokowi Sudah All Out Dan Berkerja Extra Ordinary

Arief Poyuono/Net

Presiden Joko Widodo mengatakan jika perekonomian Indonesia di kuartal ketiga masih berada di angka minus, maka dirinya sudah tidak paham lagi bagaimana cara mengatasinya.

Hal itu, menjadi sinyal kepada para pembantu Presiden Jokowi untuk segera memaksimalkan dana corona yang nilainya hampir seribu triliun tersebut dan memberikan target kepada para menteri khususnya kementerian perekonomian untuk segera memulihkan ekonomi sebelum masuk ke kuartal ketiga.

Menyikapi hal tersebut, Waketum Gerindra Arief Poyuono menyampaikan, pernyataan itu tersebut bukan pesimisme atau pasrah dengan keadaan. Namun, menekankan dan berusaha untuk menyelamatkan ekonomi negara.

“Bukan pasrah. Namun, masih terus berusaha untuk menyelamatkan perekonomian nasional, agar tidak terpuruk,” kata Arief kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (4/8).

Menurutnya, saat ini presiden beserta jajarannya telah maksimal menangani masalah ekonomi akibat hantaman keras Covid-19.

“Saya rasa, sudah all out ya, Pak Joko Widodo bekerja secara extra ordinary untuk menyelamatkan ekonomi nasional. Memang penyerapan anggaran masih minim di dua bulan lalu namun sekarang sudah mulai bergerak,” katanya.

Arief memberikan catatan, pertumbuhan ekonomi naaional di angka minus bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

“Namun ya. Sebenarnya pertumbuhan ekonomi minus, bukanlah menandakan ekonomi kita itu terjun bebas, atau persoalan besar bagi kehidupan ekonomi kita dan bukan hal yang harus ditakuti,” ujarnya.

Arief mengatakan, kondisi riil ekonomi dengan adanya data pertumbuhan dari BPS sangat jauh berbeda. Sehingga, menurutnya resesi bukanlah akhir dari segalanya.

“Karena antara real ekonomi yang ada dan hitungan pertumbuhan ekonomi yang dihitung oleh BPS dengan ilmu statistik sebenarnya berbeda dengan keadaan perekonomian yang sebenarnya,” tandasnya.

“Pertanyaan, apabila dua kwartal dalam setahun pertumbuhan ekonomi minus berturut-turut, terus dianggap terjadi resesi ekonomi dan apakah sebuah negara perekonomian terhenti atau masyarakatnya kelaparan. Kan enggak juga,” tutupnya.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Pemuda Muhammadiyah: Vaksinasi Harus Direalisasikan Kalau Pemerintah Tak Ingin Kehilangan Kepercayaan Publik
Politik

Pemuda Muhammadiyah: Vaksina..

25 November 2020 05:59
Penghapusan Pajak Hingga Kemudahan Investasi Jadi Senjata Appi-Rahman Di Debat Kedua Pilkada Makassar
Politik

Penghapusan Pajak Hingga Kem..

25 November 2020 05:34
Irmanputra Sidin: Instruksi Mendagri Seperti Curahan Hati Jokowi
Politik

Irmanputra Sidin: Instruksi ..

25 November 2020 04:40
Senator Jakarta: Sekolah Tatap Muka Januari 2021 Tidak Tepat Dan Terlalu Berisiko
Politik

Senator Jakarta: Sekolah Tat..

25 November 2020 02:44
Yusril Ihza Mahendra: Instruksi Mendagri Tak Akan Berpolemik Kalau Mendagri Gunakan Diksi Pemakzulan
Politik

Yusril Ihza Mahendra: Instru..

25 November 2020 02:23
Fadli Zon: Instruksi Mendagri Upaya Resentralisasi Kekuasaan Untuk Hentikan Oposisi
Politik

Fadli Zon: Instruksi Mendagr..

25 November 2020 01:58
Kemenag Susun Naskah Khutbah Jumat Untuk Masjid-masjid, Jaminan Berkualitas Dan Bermutu
Politik

Kemenag Susun Naskah Khutbah..

25 November 2020 00:44
Heran Asing Berperan Lebih Di Indonesia, Megawati: Pak Nadiem Please, Kasih Kesempatan Anak-anak Kita
Politik

Heran Asing Berperan Lebih D..

25 November 2020 00:11