Sejumlah Ketua PAC PDIP Medan Kompak Bantah Pernyataan Gumana Lubis Soal Dukungan Ke Akhyar Nasution

Sejumlah Ketua PAC PDIP Kota Medan berseberangan dengan pernyataan Ketua PAC PDIP Medan Johor, Gumana Lubis/RMOLSumut

Sejumlah Ketua PAC PDI Perjuangan se-Kota Medan membantah klaim Ketua PAC PDI Perjuangan Medan Johor, Gumana Lubis, bahwa seluruh PAC PDIP Kota Medan dukung Akhyar Nasution. Menurut mereka klaim tersebut tidak benar dan menyesatkan.

Pernyataan ini disampaikan dalam Pernyataan Pers bersama pada Selasa sore (4/8) di Restoran Garpoo Jalan DI Panjaitan, Kota Medan.

Hadir memberikan klarifikasi di antaranya Ketua PAC Medan Sunggal Johanes Hutagalung, Ketua PAC Medan kota Asun, Ketua PAC Medan Barat Wely Silalahi, Ketua PAC Medan Baru Imanta Meliala, Ketua PAC Medan Tembung Harapan Manurung, Ketua PAC Medan Polonia P. Andreas atau Ajid, Ketua PAC Medan Petisah Ronald Tobing, Sekretaris PAC Medan Johor Reston Limbong, dan Ketua PAC Medan Labuhan Semangat Debataraja.

“Dengan ini kami membantah pernyataan Gumana yang menyatakan bahwa 21 PAC PDI Perjuangan se-Kota Medan solid mendukung Akhyar. Dan kami menyatakan bahwa pernyataan tersebut adalah pernyataan yang menyesatkan dan tidak bertanggung jawab karena mengatasnamakan institusi PAC,” tegas Ketua PAC Medan Tembung, Harapan Manurung, dilansir Kantor Berita RMOLSumut.

Senada dengan Jigrak, sapaan akrab Harapan Manurung, Ketua PAC Medan Barat Welly Silalahi mengatakan, Gumana tidak boleh mengklaim sebagai Ketua Eksponen 98 PDI Perjuangan. Karena tidak ada organ sayap dengan nama tersebut di internal PDIP.

"Selain itu banyak juga yang berjuang pada tahun 98 di luar PDIP tidak mengenal Eksponen 98 PDI Perjuangan, atau eksponen tersebut sama sekali tidak pernah terbentuk," kata Welly Silalahi.

“Di PDI Perjuangan, organ sayap yang ada dan resmi adalah BMI, Bamusi, TMP, Repdem, dan lain-lain. Tapi tidak ada Eksponen 98 PDI Perjuangan, karena seluruh organ sayap pada tahun 98 memiliki peran masing-masing dalam Reformasi 98,” ucap Welly.

Sementara itu, Ketua PAC Medan Baru, Imanta Meliala menyatakan, saat ini 21 PAC se-Kota Medan masih setia di garis perjuangan partai dan tetap sabar menunggu terkait rekomendasi calon Walikota Medan dari DPP PDIP. Pun akan tegak lurus terhadap putusan tersebut serta siap memenangkan calon yang direkom DPP, siapa pun itu.

Ketua PAC Medan Polonia, Ajid menambahkan, sebaiknya jangan ada satu pun pimpinan PAC yang mengatasnamakan seluruh PAC dan membuat pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang kontraproduktif dengan kebijakan partai. Termasuk peryataan spekulatif yang berpotensi merusak soliditas kader PDIP di Kota Medan.

“Seluruh Ketua PAC mengimbau agar seluruh kader partai tetap solid dan merapatkan barisan sebagaimana perintah Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri dan tidak terpancing maupun terprovokasi dengan berbagai pernyataan-pernyataan yang tidak bertanggung jawab,” tegas Ajid.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Silahkan Megawati Salahkan Demo Anarkis, Tapi Tidak Boleh Asal Tuduh Pada Milenial
Politik

Silahkan Megawati Salahkan D..

30 Oktober 2020 06:33
Kembalikan Kepercayaan Publik, Jokowi Disarankan Segera Rombak Kabinetnya
Politik

Kembalikan Kepercayaan Publi..

30 Oktober 2020 06:22
Bukan PDIP, Selama Jadi Presiden Jokowi Bergantung Pada Luhut, Airlangga Dan BG
Politik

Bukan PDIP, Selama Jadi Pres..

30 Oktober 2020 06:01
Suharso Naik Jet Pribadi Saat Urus Partai, PPP: Tidak Gunakan Dana Partai
Politik

Suharso Naik Jet Pribadi Saa..

30 Oktober 2020 01:59
Wiku Adisasmito: Sumpah Pemuda Harus Jadi Momen Persatuan Lawan Covid-19
Politik

Wiku Adisasmito: Sumpah Pemu..

29 Oktober 2020 23:37
Di Hadapan Pompeo, GP Ansor Bicara Islam Kasih Sayang
Politik

Di Hadapan Pompeo, GP Ansor ..

29 Oktober 2020 22:38
Cakada Mura Diduga Positif Covid-19, MAKI: Tanda Tanya Besar, Kenapa Ditutupi?
Politik

Cakada Mura Diduga Positif C..

29 Oktober 2020 22:25
Milenial Dikritik Mega, FAM-I: Jangan Ciut, Mereka Tak Siap Dengan Perubahan
Politik

Milenial Dikritik Mega, FAM-..

29 Oktober 2020 21:59