Yahya Cholil Staquf Sebut NU Ikut POP Kemendikbud, LP Ma'arif: Kami Tidak Tahu Menahu

Katib Aam PBNU, Yahya C. Staquf saat bertemu Mendikbud Nadiem Makrim/Net

Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan NU tetap berada dalam program organisasi penggerak (POP) milik kemendikbud.

Hal ini menjawab kontroversi yang berkembang akibat mundurnya organisasi besar Islam tersebut dari program unggulan Kemendikbud tersebut.

Ketua LP Ma'arif PBNU, Arifin Junaidi menyampaikan tidak tahu dengan adanya pernyataan Katib Aam PBNU perihal NU tetap berada di dalam program tersebut.

“Kami tidak tahu menahu adanya pernyataan Katib Aam. LP Maarif NU tetap pada sikapnya seperti sebelumnya. NU akan masuk ke dalam program tersebut jika telah direvisi,” ujar Arifin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (6/8).

Dalam sikapnya, LP Ma'arif NU akan mempertimbangkan masuk kembali ke dalam program tersebut asal pihak Kemendikbud mau merevisi program yang dinilainya janggal sejak awal terkait perekrutan sejumlah organisasi penggerak pendidikan.

“LP Ma'arif NU PBNU meminta kepada Kemendikbud untuk mematangkan konsep POP dan menunda pelaksanaannya tahun depan. LP Ma'arif NU mempertimbangkan untuk bergabung dalam POP tahun depan setelah mempelajari dan mencermati revisi konsep POP,” katanya.

Namun, jika Kemendikbud tetap mempertahankan program tersebut tanpa adanya revisi. Maka, sikap LP Maarif NU tetap komitmen untuk mundur.

“Apabila Kemendikbud memaksakan POP dilaksanakan tahun ini maka LP Ma'arif NU PBNU menyatakan tidak gabung dalam POP, tanpa menutup kemungkinan kerjasama program lain di luar POP,” tandasnya.

Dia menambahkan, hingga saat ini LP Ma'arif NU tetap pada pendiriannya untuk tidak gabung ke POP sampai ada revisi komperehensif atas konsep POP Kemendikbud.

Secara struktural LP Ma'arif NU adalah lembaga di lingkungan NU yang berada di bawah koordinasi langsung Pengurus Tanfidziyah NU, karenanya LP Ma'arif NU akan mengikuti dan mematuhi Ketua Umum Tanfidziyah PBNU.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Pengamat: Pilkada Sebaiknya Dilanjutkan, Karena Bisa Jadi Instrumen Ngerem Resesi
Politik

Pengamat: Pilkada Sebaiknya ..

23 September 2020 18:50
Lanjutkan Kepemimpinan Risma, Eri Cahyadi Fokus Tuntaskan Kemiskinan Berbasis Data
Politik

Lanjutkan Kepemimpinan Risma..

23 September 2020 18:29
Fraksi PAN Sepakat Pilkada Dilanjutkan, Tapi Dengan Empat Syarat
Politik

Fraksi PAN Sepakat Pilkada D..

23 September 2020 18:24
KAMI Serukan Masyarakat Indonesia Turunkan Bendera Setengah Tiang Pada 30 September
Politik

KAMI Serukan Masyarakat Indo..

23 September 2020 18:06
Terganjal Keabsahan Ijazah, 1 Bapaslon Gagal Jadi Peserta Pilkada Merauke 2020
Politik

Terganjal Keabsahan Ijazah, ..

23 September 2020 17:53
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, PAN Minta Jokowi Buka Opsi Tunda Pilkada
Politik

Kasus Covid-19 Terus Meningk..

23 September 2020 17:40
Sudirman Said: Kita Gak Punya Ruang Untuk Bicara Hal Lain, Karena Jargon Politik Mewarnai Seluruh Diskursus
Politik

Sudirman Said: Kita Gak Puny..

23 September 2020 17:40
Prihatin Kebangkitan Komunis, Presidium KAMI Surati Presiden Jokowi, Layangkan Tiga Tuntutan
Politik

Prihatin Kebangkitan Komunis..

23 September 2020 17:39