Dukung Gibran, Megawati Lupa Pernah Kritik Soal Dinasti Politik?

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri/Net

Soal dinasti politik kembali mencuat setelah putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, mendapat rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan untuk maju sebagai colon Walikota Solo.

Di awal tahun 2020, muncul isu Gibran kurang mendapat restu dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.  

Karena kala itu, Megawati mengkritik elit politik yang melibatkan sanak keluarga intinya ke panggung politik tanpa melalui kaderisasi dan sistem rekruitmen paling bawah dari partai politik.

"Berhentilah, kalau kalian punya anak, anaknya itu enggak bisa jangan dipaksa-paksa. Jengkel loh saya. Lah iya loh, ngapain sih kayak tidak ada orang. Kader itu ya anak kalian juga loh. Gimana yo," ujar Megawati saat memberikan sambutan dihadapan calon kepala daerah yang diusung PDIP di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Rabu (19/2).

Namun sekarang, Megawati telah mengeluarkan rekomendasi kepada Gibran untuk melenggang ke panggung pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 untuk menjadi Walikota Solo.

Lantas, apakah Megawati telah melupakan kritikannya dahulu saat mendorong Gibran masuk ke arena pertarungan politik praktis?

Pertanyaan inilah yang coba dijawab oleh Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno yang memandang sindiran Putri Soekarno tersebut hanya bentuk kekecewaan terhadap elit.

"Pernyataan kritik, satir kepada pihak elit dan penguasa yang menyertakan keluarga intinya itu memang sebagai sebuah ekspresi kekecewaan Mba Mega sepertinya ya," ujar Adi Prayitno saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (7/8).

Kritik Megawati yang secara tidak langsung juga menohok Gibran dan ayahnya, Presiden Jokowi, menurut Adi adalah suatu teguran yang seharusnya dilakukan.

Sebabnya, akademisi Universitas Syarif Hidayatullah UIN Jakarta ini melihat Megawati tidak serta merta mengajak anak-anaknya atau keluarga intinya ke ranah politik tanpa melalui proses yang paling dasar.

"Kalau pun toh ada anak Mega ikut berpolitik itu kan dari awal. Puan itu kan dari awal, diajari betul. Jadi tidak terlampau kentara dinasti politiknya," ungkapnya.

Namun begitu, dengan diberikannya rekomendasi kepada Gibran untuk maju menjadi Walikota Solo bukan berarti Megawati telah lupa dengan kritikannya terdaulu tentang dinasti politik.

"Ya kalau sudah begini sudah legowo. Tapi dia juga tidak bisa menutup kemungkinan bahwa anak-anak dari keluarga dinasti ini (Jokowi) memang tidak boleh tidak harus mendapat rekomendasi, karena menyangkut orang penting," tuturnya.

"Cuman kan pesannya sederhana, kalau pun toh mau ngajak anak, keluarga intinya, belajar dari awal  dan jangan menggunakan apa yang saat ini sedang dimiliki. Belajarlah dulu," demikian Adi Prayitno menambahkan.

Kolom Komentar


Video

Gempa Mamuju, Ustad Das\'ad Latif Nyaris Jadi Korban

Jumat, 15 Januari 2021
Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021

Artikel Lainnya

Jika Dilantik, Listyo Sigit Prabowo Akan Tembus Rekor Kapolri Termuda
Politik

Jika Dilantik, Listyo Sigit ..

16 Januari 2021 05:24
Syahrial Nasution: Istana Simbol Keadilan, Bukan Tempat Perlindungan Raffi Ahmad Atas Kecerobohannya
Politik

Syahrial Nasution: Istana Si..

16 Januari 2021 05:10
PKS Ingin Polri Di Bawah Kepemimpinan Listyo Sigit Bisa Saingi KPK
Politik

PKS Ingin Polri Di Bawah Kep..

16 Januari 2021 04:32
Listyo Sigit Calon Kapolri, Pesan Jokowi Gunakan Orang Dekat Untuk Amankan Kekuasaan Makin Kuat
Politik

Listyo Sigit Calon Kapolri, ..

16 Januari 2021 04:06
Hormati Kesimpulan Komnas HAM, Gus Jazil: Polisi Harus Usut Kematian 6 Laskar FPI
Politik

Hormati Kesimpulan Komnas HA..

16 Januari 2021 03:48
Sesuai UU, DPR Bisa Tolak Listyo Sigit Jadi Kapolri Kalau Tidak Setuju
Politik

Sesuai UU, DPR Bisa Tolak Li..

16 Januari 2021 03:40
Habib Ali Assegaf Wafat, AHY: Kita Kehilangan Ulama Yang Nasihatnya Sejukkan Umat
Politik

Habib Ali Assegaf Wafat, AHY..

16 Januari 2021 03:27
Tidak Ingin Polisi Terima Uang Haram, Mardani: Kapolri Jangan Takut Naikkan Anggaran
Politik

Tidak Ingin Polisi Terima Ua..

16 Januari 2021 02:25