Mau Ditanggapi Apapun, Faktanya Pertumbuhan Ekonomi Era SBY 6 Persen Dan Utang Turun

Kepala Badan Komunikasi dan Strategi Partai Demokrat Ossy Dermawan/Net

Laju ekonomi yang nyungsup di kuartal II 2020 membuat kinerja Presiden Joko Widodo mulai dibandingkan dengan pendahulunya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Mulanya, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menyoroti masalah ini saat memberi arahan kepada para anggotanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/8).

Ibas menyebut bahwa ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan ayahnya terbukti meroket. Sementara persentase tingkat kemiskinan dan pengangguran di era SBY juga terjaga.

"Alhamdulillah, kita pernah membuat itu. Ketika zaman mentor kita Pak SBY selama 10 tahun, ekonomi kita meroket, APBN kita meningkat, utang dan defisit kita terjaga," ujarnya.

Pernyataan ini yang kemudian membuat politisi PDI Perjuangan yang mendukung Presiden Jokowi angkat bicara. Salah satunya politisi PDIP Hendrawan Supratikno yang menyindir bahwa pemerintahan era SBY meninggalkan banyak proyek yang mangkrak.

"SBY meninggalkan ekonomi yang stabil, datar, namun tidak cukup untuk digenjot, diakselerasi, karena kendala infrastruktur yang sangat tertinggal. Banyak proyek yang mangkrak. Bayangkan, arus mudik-balik Lebaran saja baru terurai di era Jokowi (Presiden Joko Widodo)," jawab Hendrawan kepada wartawan, Jumat (7/8).

Dia turut menyinggung mengenai pembangunan infrastruktur yang tidak masif di era SBY. Program MP3EI SBY, sambung Hendrawan, seharusnya sudah berjalan sejak 2005-2010, sehingga tidak menjadi beban pemerintahan berikutnya.

"Ada yang menilai, dekade SBY adalah dekade yang datar. Bahkan, ada yang menyebut sebagai “the lost decade”, karena harusnya perbaikan infrastruktur dilakukan besar-besaran, sehingga kita lebih siap bersaing di tingkat global," singgungnya.

Namun begitu, Kepala Badan Komunikasi dan Strategi Partai Demokrat Ossy Dermawan membela Ibas. Baginya, apapun bantahan mengenai prestasi SBY yang disampaikan, tetap saja tidak akan menafikkan fakta yang terjadi.

“Seperti pertumbuhan ekonomi 6 persen, kemiskinan turun, pengangguran turun, rasio utang turun, cadangan devisa naik,” tegasnya dalam akun Twitter pribadinya.

Prestasi SBY itu yang kemudian membuat Jokowi bisa dengan mudah bekerja memimpin negeri. Termasuk mulai menggencarkan pembangunan infratruktur.

“Karena warisan ekonomi yang baik inilah maka pemerintahan Jokowi punya uang untuk bekerja lanjutkan pembangunan,” tutupnya.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Malik Ruslan: Pemberantasan Korupsi Terjebak Politik Saling Amputasi Di Kalangan Elit
Politik

Malik Ruslan: Pemberantasan ..

30 November 2020 05:34
LP3ES: Begitu Mudah KPK Tangkap Menteri KKP, Tapi Begitu Susah Tangkap Harun Masiku
Politik

LP3ES: Begitu Mudah KPK Tang..

30 November 2020 04:40
Gus Yaqut: Tak Peduli Yang Langgar Itu Habaib Atau Banser, Harus Tindak Tegas!
Politik

Gus Yaqut: Tak Peduli Yang L..

30 November 2020 03:35
Dapat Dukungan Ustaz Abdul Somad, Akhyar Nasution Tegaskan Talak Tiga Dengan PDIP
Politik

Dapat Dukungan Ustaz Abdul S..

30 November 2020 03:22
Singgung Agus Rahardjo, LP3ES: Ternyata Masih Ada Secercah Embun Di Tengah Kemarau Panjang Di KPK
Politik

Singgung Agus Rahardjo, LP3E..

30 November 2020 02:07
Insiden Kekerasan Sigi, Pemuda Muhammadiyah Minta Negarawan Turun Gunung Dinginkan Suasana
Politik

Insiden Kekerasan Sigi, Pemu..

30 November 2020 01:36
Disampaikan Sekretaris Pribadi, Ketum PB NU Said Aqil Siroj Positif Covid-19
Politik

Disampaikan Sekretaris Priba..

30 November 2020 01:14
Muhamad: Saya Lebih Suka Menampung Aspirasi Anak Muda Daripada Mendikte
Politik

Muhamad: Saya Lebih Suka Men..

30 November 2020 00:59