Sentimen Negatif Investor Asing, Prof Ari Kuncoro: Akan Terbalik Kalau "Yang Penting Dapat Kerja"

Rektor Universitas Indonesia, Prof Ari Kuncoro/Net

Sentimen masyarakat terhadap keberadaan investor asing di Indonesia pada dasarnya tergantung pada kondisi yang dialamai masyarakat. Bila masyarakat hanya fokus mengenai masalah lapangan pekerjaan, maka keberadaan investor asing tak lagi menjadi masalah.

"Ini menarik, kalau kita lihat dari belakang dulu, kesimpulan yang menarik adalah ekonomi yang mementingkan lapangan kerja. Jadi sebenarnya tidak terlalu peduli dari mana asalnya (pekerjaan),” kata Gurubesar Ekonomi Universitas Indonesia, Prof Ari Kuncoro dalam menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang disampaikan secara daring, Minggu (9/8).

Dalam survei yang dirilis SMRC, mayoritas masyarakat tak setuju keberadaan investor asing akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Setidaknya, 54 persen responden menyatakan tidak setuju, sedangkan 37 persen lainnya setuju keberadaan investor asing berdampak positif.

Kondisi perekonomian Tanah Air yang terpuruk di angka minus 5,34 persen di tengah pandemik Covid-19 juga secara tidak langsung akan memengaruhi persepsi masyarakat bahwa lapangan pekerjaan saat ini dibutuhkan baik asalnya dari dalam negeri maupun investor asing.

"Jadi intinya itu semua orang sudah tahu ada masalah, yang dicari itu solusinya apa? Ini kemampuan untuk mencari solusi. Kalau kita lihat, pertanyaannya dibalik, apa yang sangat dibutuhkan? Apakah solusi kesehatan apakah solusi pekerjaan. Itu bisa kelihatan,” papar rektor Universitas Indonesia ini.

Menurutnya, saat ini solusi yang bijak dilakukan pemerintah yakni menyeimbangkan penanganan kesehatan dan juga penyelamatan ekonomi nasional.

“Seandainya lapangan kerja yang diperlukan, apakah anda peduli produk dalam negeri atau luar negeri? Kalau dia (masyarakat) bilang, 'yang penting (ada) kerjaan dulu'. Jadi apapun investor akan membawa tenaga kerja dari luar negeri segala macem, perekonomian jadi baik, itu masuk akal, kenapa? Lho kalau pekerja dari luar negeri akan bersaing dengan saya,” tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020
Video

Tamu Al Fateh | Teguh Timur | CEO RMOL | Owner Malik Arslan | Jakarta | Indonesia | Al fateh carpets

Rabu, 23 September 2020

Artikel Lainnya

KKP Diminta Tidak Ragu Cabut Izin Eksportir Benih Lobster Pelanggar Hukum
Politik

KKP Diminta Tidak Ragu Cabut..

24 September 2020 06:37
Istana Merespons Gatot, Sebut Isu PKI Sengaja Didengungkan Jelang 30 September
Politik

Istana Merespons Gatot, Sebu..

24 September 2020 05:51
Pilkada 2020 Tidak Sensitif, Netfid: Nyawa Manusia Tidak Bisa Diganti!
Politik

Pilkada 2020 Tidak Sensitif,..

24 September 2020 05:32
Sudjiwo Tedjo: Mereka Yang Tak Mau Menunda Pilkada Tidak Yakin Kemampuan Pak Luhut?
Politik

Sudjiwo Tedjo: Mereka Yang T..

24 September 2020 04:41
Deklarasi KAMI Karawang Terganjal Izin, Syahganda: Pidato Gatot Sudah Dinanti Di Rengasdengklok
Politik

Deklarasi KAMI Karawang Terg..

24 September 2020 03:57
Fahira Idris: PR Nadiem Adalah Jadikan Mapel Sejarah Sebagai Penguat Pendidikan Karakter
Politik

Fahira Idris: PR Nadiem Adal..

24 September 2020 03:29
Jokowi Perlu Undang NU, Muhammadiyah Hingga Komnas HAM Untuk Bahas Pilkada 2020
Politik

Jokowi Perlu Undang NU, Muha..

24 September 2020 03:01
Di Tengah Pandemi, Khofifah Salurkan Beasiswa Rp 11,3 M Untuk 850 Guru Madrasah Diniyah
Politik

Di Tengah Pandemi, Khofifah ..

24 September 2020 02:13