BPJS Ketenagkerjaan Minta Perusahaan Jujur Berikan Data Pekerja Berupah Rp 5 Juta Ke Bawah

Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan/Net

Program Subsidi Upah yang akan digulirkan kepada belasan juta pekerja dan atau buruh yang terdampak pandemik virus corona baru (Covid-19) masih menunggu verifikasi data dari berbagai perusahaan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto mengatakan, pihaknya saat ini telah menyisir data by name by addres peserta aktif per 30 Juni adalah 15,7 juta orang.

"Namun, data tersebut belum ada norek (nomor rekening). Oleh karena itu, kami sejak Sabtu telah beri informasi ke perusahaan untuk lengkapi nomor rekening pekerja yang gaji atau upahnya di bawah Rp 5 juta sesuai dengan yang dilaporkan BPJS Ketenagakerjaan," ujar Agus dalam jumpa pers virtual di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (10/8).

Hingga sore hari ini, Agus menyebutkan data nomor rekening karyawan atau pekerja yang sudah masuk di BPJS Ketenagakerjaan ialah sebanyak 700 ribu rekening.

"Mungkin per hari ini dekati angka 1 juta rekening. Dan ini kami minta kerja sama seluruh HRD perusahaan tolong segera kumpulkan norek ini," pintanya.

Lebih lanjut, Agus juga meminta kepada perusahaan-perusahan yang menaungi 15,7 juta pekerja dan atau buruh tersebut agar jujur mengirimkan nomor rekening mereka yang hanya berjaga di bawah Rp 5 juta per bulan.

"Dan saya imbau dilakukan validasi apakah betul karyawan itu gajinya di bawah Rp 5 juta. Peran aktif semua pihak baik pemberi kerja, masyarakat, dan pekerja, kami butuhkan agar bantuan ini tepat sasaran," tegasnya.

"Sekali lagi BPJS Ketenagakerjaan menyambut baik, dan kami siap laksanakan amanat ini dengan sebaik-baiknya," demikian Agus Susanto menambahkan.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Peringatan Muhammadiyah: Elite Jangan Manfaatkan Pandemi Covid-19 Sebagai Komoditas Politik
Politik

Peringatan Muhammadiyah: Eli..

21 September 2020 12:55
Terjangkit Covid-19, Menag Fachrul Razi Jalani Karantina Di Rumah Sakit
Politik

Terjangkit Covid-19, Menag F..

21 September 2020 12:47
Pilkada Bisa Jadi Awal Keretakan Jokowi Dengan NU Dan Muhammadiyah
Politik

Pilkada Bisa Jadi Awal Keret..

21 September 2020 12:45
Ben Bland: Kontradiksi Jokowi Bikin Investor Hingga Kelompok Akademisi Bingung
Politik

Ben Bland: Kontradiksi Jokow..

21 September 2020 12:39
Andi Arief: Ada Sinyal Hanya 31 Persen Partisipasi Pemilih, So?
Politik

Andi Arief: Ada Sinyal Hanya..

21 September 2020 12:29
Keadaan Mendesak, Muhammadiyah Desak Jokowi Terbitkan Perppu Penundaan Pilkada
Politik

Keadaan Mendesak, Muhammadiy..

21 September 2020 12:26
Muhammadiyah Minta Presiden Evaluasi Penanganan Covid-19, Bila Diperlukan Ambil Alih Dan Pimpin Langsung
Politik

Muhammadiyah Minta Presiden ..

21 September 2020 12:13
Dukung Keluarga Jokowi, Saiful Anam: Kemungkinan Untuk Mengamankan Gerindra Dan Bisnis Sandiaga
Politik

Dukung Keluarga Jokowi, Saif..

21 September 2020 12:05