Sosialisasikan Perpres 6/2020, Tito: Semua Harus All Out Lemahkan Corona

Mendagri Tito Karnavian/Net

Presiden Jokowi telah menerbitkan Instruksi Presiden (Perpres) 6/2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengimbau kepada seluruh kepala daerah perpres tersebut harus disosialisasikan dan ditindaklanjuti dengan masif.

"Beliau menghendaki sosialisasi yang lebih intensif dan kita sudah paham protokol kesehatan yang paling utama adalah, penggunaan masker, kemudian cuci tangan baik dengan sabun atau hand sanitizer yang berbasis zat yang bisa melemahkan virusnya, " kata Tito Karnavian saat memberi sambutan di acara Rapat Koordinasi Pencapaian Target Realisasi APBD 2020, Jakarta (10/8).

Menurutnya, dalam pelaksanaannya sosialisasi dan penerapan protokol kesehatan saat ini belum maskimal.

Kata Tito, selama ini masih banyak masyarakat yang belum menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak, bahkan berkerumun. Akibatnya, membuat penularan masih terus terjadi.

"Kemudian beliau (Presiden Jokowi) menghendaki kegiatan yang benar-benar all out. Kita tahu kita negara demokrasi dan ada desentralisasi dimana kekuasaan pemerintahan terbagi menjadi pusat dan daerah,” katanya.

Secara tegas mantan Kapolri ini mengatakan, jika mesin pusat saja yang bergerak tanpa didukung daerah, maka akan sulit untuk melaksanakan secara full penerapan protokol kesehatan. Dan, ada pemerintah daerah provinsi dan  kabupaten/kota.

“Jadi tidak gampang untuk menyinergikan kebijakan-kebijakan pada satu arah yang sama.  Oleh karena itu, perlu ada sinergi dan keserempakan langkah antara  pusat dan daerah. Bila mesin pusat all out,  itu baru 50 persen. Maka mesin daerah juga mesti all out,” katanya.

Operasi darat, lanjut Mendagri, berupa kegiatan-kegiatan yang menyentuh langsung terutama masyarakat bawah secara door to door.

Selain itu, kegiatan masif di udara melalui sosialisasi media, baik konvensional maupun media sosial dengan lebih sistematis serta lebih terstruktur dan  terencana.

“Selanjutnya pada kesempatan ini juga Bapak Mendes akan menjelaskan desa aman Covid-19. Prinsipnya desa aman Covid-19 dalam rangka untuk memperkuat ketahanan strategi, terutamanya adalah memperkuat strategi ada basis desa. Sudah banyak upaya-upaya yang dilakukan oleh rekan-rekan kepala desa maupun kepala daerah dan Forkopimda," tandasnya.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Pengamat: Pilkada Sebaiknya Dilanjutkan, Karena Bisa Jadi Instrumen Ngerem Resesi
Politik

Pengamat: Pilkada Sebaiknya ..

23 September 2020 18:50
Lanjutkan Kepemimpinan Risma, Eri Cahyadi Fokus Tuntaskan Kemiskinan Berbasis Data
Politik

Lanjutkan Kepemimpinan Risma..

23 September 2020 18:29
Fraksi PAN Sepakat Pilkada Dilanjutkan, Tapi Dengan Empat Syarat
Politik

Fraksi PAN Sepakat Pilkada D..

23 September 2020 18:24
KAMI Serukan Masyarakat Indonesia Turunkan Bendera Setengah Tiang Pada 30 September
Politik

KAMI Serukan Masyarakat Indo..

23 September 2020 18:06
Terganjal Keabsahan Ijazah, 1 Bapaslon Gagal Jadi Peserta Pilkada Merauke 2020
Politik

Terganjal Keabsahan Ijazah, ..

23 September 2020 17:53
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, PAN Minta Jokowi Buka Opsi Tunda Pilkada
Politik

Kasus Covid-19 Terus Meningk..

23 September 2020 17:40
Sudirman Said: Kita Gak Punya Ruang Untuk Bicara Hal Lain, Karena Jargon Politik Mewarnai Seluruh Diskursus
Politik

Sudirman Said: Kita Gak Puny..

23 September 2020 17:40
Prihatin Kebangkitan Komunis, Presidium KAMI Surati Presiden Jokowi, Layangkan Tiga Tuntutan
Politik

Prihatin Kebangkitan Komunis..

23 September 2020 17:39