Sampah Hingga Pakan Murah Jadi Sorotan Kunker Komisi IV DPR Bersama KKP

Kunker Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan/RMOLJabar

Sampah masih menjadi momok persoalan yang ditemukan mulai dari sungai hingga ke laut.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR, Dedi Mulyadi saat melakukan kunjungan kerja bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ke sejumlah wilayah di Jawa Barat, Senin (10/8).

Tak hanya masalah sampah, ikhwal bangunan-bangunan yang dekat dengan pantai juga dinilai masih berantakan sehingga perlu adanya pembenahan dari KKP yang mesti memiliki landscape bangunan di pantai dengan desain tertentu.

“Perlu dilakukan pengerukan untuk laut di Cirebon dan pelebaran dermaga termasuk penyediaan fasilitas bahan bakar agar nelayan bisa menjangkaunya. Serta diperlukan pembangunan yang berkesinambungan agar dapat menjadi prioritas dan tak ada lagi nelayan yang mengambil ikan di laut dengan cara merusak ekosistem,” kata Dedi dilansir Kantor Berita RMOLJabar.

Mantan Bupati Purwakarta ini juga menyoroti soal pakan ikan yang mahal dan dampaknya dirasakan oleh petani keramba jaring apung (KJA) di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

Menurutnya, dengan banyaknya perguruan tinggi di Indonesia, seharusnya KKP perlu membuat studi tentang pakan yang murah dan ramah lingkungan.

“Coba bangun saja satu perusahaan di bidang pakan di Purwakarta ini dan bisa dijangkau oleh petani KJA sehingga ke depannya dapat memakmurkan mereka. Jadi, caranya buat penelitian terkait pakan murah ramah lingkungan,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika yang turut hadir di kunker KKP dan DPR RI Komisi IV di Purwakarta mengatakan, pada 2019 jumlah keramba yang ada di Purwakarta mencapai 23 ribu dengan menghasilkan sebanyak 60 ribu ton ikan.

“Jelas itu berdampak dan memberi kontribusi terhadap persediaan ikan tawar secara nasional,” demikian Anne.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020
Video

Tamu Al Fateh | Teguh Timur | CEO RMOL | Owner Malik Arslan | Jakarta | Indonesia | Al fateh carpets

Rabu, 23 September 2020

Artikel Lainnya

KKP Diminta Tidak Ragu Cabut Izin Eksportir Benih Lobster Pelanggar Hukum
Politik

KKP Diminta Tidak Ragu Cabut..

24 September 2020 06:37
Istana Merespons Gatot, Sebut Isu PKI Sengaja Didengungkan Jelang 30 September
Politik

Istana Merespons Gatot, Sebu..

24 September 2020 05:51
Pilkada 2020 Tidak Sensitif, Netfid: Nyawa Manusia Tidak Bisa Diganti!
Politik

Pilkada 2020 Tidak Sensitif,..

24 September 2020 05:32
Sudjiwo Tedjo: Mereka Yang Tak Mau Menunda Pilkada Tidak Yakin Kemampuan Pak Luhut?
Politik

Sudjiwo Tedjo: Mereka Yang T..

24 September 2020 04:41
Deklarasi KAMI Karawang Terganjal Izin, Syahganda: Pidato Gatot Sudah Dinanti Di Rengasdengklok
Politik

Deklarasi KAMI Karawang Terg..

24 September 2020 03:57
Fahira Idris: PR Nadiem Adalah Jadikan Mapel Sejarah Sebagai Penguat Pendidikan Karakter
Politik

Fahira Idris: PR Nadiem Adal..

24 September 2020 03:29
Jokowi Perlu Undang NU, Muhammadiyah Hingga Komnas HAM Untuk Bahas Pilkada 2020
Politik

Jokowi Perlu Undang NU, Muha..

24 September 2020 03:01
Di Tengah Pandemi, Khofifah Salurkan Beasiswa Rp 11,3 M Untuk 850 Guru Madrasah Diniyah
Politik

Di Tengah Pandemi, Khofifah ..

24 September 2020 02:13