Pengamat: Isu Prabowo Gantikan Maruf Amin Adalah Asumsi Liar

Direktur Eksekutif Voxpol Centre, Pangi Syarwi Chaniago/Net

Kedekatan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mulai diisukan hingga ke persoalan jabatan wakil presiden.

Pasalnya, terdapat sebuah tulisan yang diposting website berita7.id dan viral di media sosial, yang menarasikan tentang adanya kemungkinan Wakil Presiden Maruf Amin digantikan dengan Prabowo Subianto.

Wacana ini pun mendapat tanggapan dari Direktur Eksekutif Voxpol Centre Pangi Syarwi Chaniago, yang memandang bahwa pergantian wakil presiden tidak bisa sembarang tanpa dasar hukum konstitusi yang kuat.

"Ini kan dugaan-dugaan atau asumsi liar kan. Kita enggak bisa juga kalau terbentur aturan konstutusi ya menghambat orang, tidak bisa. Harus ada aturan main yang strategis ya," ujar Pangi saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (12/8).

Spekulasi-spekulasi yang dimunculkan kanal website berita7.id, menurut akademisi Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta ini, bisa saja menggambarkan keinginan elit pemerintahan.

"Makanya ini kan spekulasi ini ya. Nah maka bagaiamana aturannya, mekanismenya. Kalau mekanisme yang liarnya bisa saja jadi wakil presiden, bisa Prabowo, bisa Airlangga, bisa Ahok gitu kan, siapapun bisa kalau spekulasi liar," tuturnya.

Lebih lanjut, Pangi berkesimpulan bahwa posisi wakil presiden adalah posisi strategis yang tidak bisa diganti sesukanya.

"Ini kan posisi strategis ya. Jadi kalau maunya Pak Jokowi ya bisa saja maunya dengan Pak Prabowo misalnya, dan bisa saja kalau chemistrynya senang sama Prabowo. Tapi kan yang mau disitu juga banyak. Barang ini kan barang seksi. Tapi kan kita enggak bisa macam-macam, karena ini sesuatu yang tidak pasti," ucapnya.

Kolom Komentar


Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020
Video

Tamu Al Fateh | Teguh Timur | CEO RMOL | Owner Malik Arslan | Jakarta | Indonesia | Al fateh carpets

Rabu, 23 September 2020

Artikel Lainnya

KKP Diminta Tidak Ragu Cabut Izin Eksportir Benih Lobster Pelanggar Hukum
Politik

KKP Diminta Tidak Ragu Cabut..

24 September 2020 06:37
Istana Merespons Gatot, Sebut Isu PKI Sengaja Didengungkan Jelang 30 September
Politik

Istana Merespons Gatot, Sebu..

24 September 2020 05:51
Pilkada 2020 Tidak Sensitif, Netfid: Nyawa Manusia Tidak Bisa Diganti!
Politik

Pilkada 2020 Tidak Sensitif,..

24 September 2020 05:32
Sudjiwo Tedjo: Mereka Yang Tak Mau Menunda Pilkada Tidak Yakin Kemampuan Pak Luhut?
Politik

Sudjiwo Tedjo: Mereka Yang T..

24 September 2020 04:41
Deklarasi KAMI Karawang Terganjal Izin, Syahganda: Pidato Gatot Sudah Dinanti Di Rengasdengklok
Politik

Deklarasi KAMI Karawang Terg..

24 September 2020 03:57
Fahira Idris: PR Nadiem Adalah Jadikan Mapel Sejarah Sebagai Penguat Pendidikan Karakter
Politik

Fahira Idris: PR Nadiem Adal..

24 September 2020 03:29
Jokowi Perlu Undang NU, Muhammadiyah Hingga Komnas HAM Untuk Bahas Pilkada 2020
Politik

Jokowi Perlu Undang NU, Muha..

24 September 2020 03:01
Di Tengah Pandemi, Khofifah Salurkan Beasiswa Rp 11,3 M Untuk 850 Guru Madrasah Diniyah
Politik

Di Tengah Pandemi, Khofifah ..

24 September 2020 02:13