Menko Airlangga: Pemerintah Siapkan Skema KUR Super Mikro Untuk Korban PHK Dan Ibu Rumah Tangga

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto/Net

Pemerintah melalui Komite Kebijakan Pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menetapkan skema kredit usaha rakyat (KUR) super mikro.

Skema tersebut utamanya ditujukan untuk pekerja yang terkena pemutusan hubungan Kerja (PHK) dan ibu rumah tangga yang menjalankan usaha produktif.

“Suku bunga KUR Super Mikro ditetapkan sebesar 0 persen sampai dengan 31 Desember 2020 dan 6 persen setelah 31 Desember 2020 dengan jumlah kredit maksimum Rp 10 juta,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Jumat (14/8).

Menko Airlangga menjelaskan, dalam skema KUR super mikro, yang menjadi agunan pokok ialah usaha atau proyek yang dibiayai KUR dan tidak diperlukan agunan tambahan.

Pekerja terkena PHK dan ibu rumah tangga yang menjalankan usaha dapat memperoleh kredit lunak KUR super mikro dengan beberapa ketentuan, seperti masuk kategori usaha mikro dan tidak membatasi lama usaha calon penerima KUR.

Calon penerima KUR bisa mendapat bantuan dengan lama usaha kurang dari 6 bulan dengan persyaratan, seperti mengikuti program pendampingan (formal atau informal) atau tergabung dalam kelompok usaha atau memiliki anggota keluarga yang telah memiliki usaha.

"Bagi pegawai PHK tidak diwajibkan memiliki usaha minimal 3 bulan dengan pelatihan 3 bulan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian 8/2019 tentang Pedoman KUR, tapi dapat kurang dari 3 bulan atau usaha baru dengan persyaratan sebagaimana butir 2 dan belum pernah menerima KUR," jelasnya.

Adapun stimulus berikutnya, lanjutnya, pemerintah menetapkan tambahan subsidi bunga KUR dari yang sebelumnya sebesar 6 persen selama 3 bulan pertama dan 3 persen selama 3 bulan berikutnya, menjadi sebesar 6 persen sampai dengan Desember 2020.

“Langkah ini diharapkan dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi pada triwulan III tahun 2020, utamanya melalui percepatan pemulihan usaha penerima KUR,” ujarnya.

Dia juga menegaskan, adanya pemberian tambahan subsidi bunga KUR pada masa Covid-19 yang diberikan kepada seluruh penerima KUR dengan kolektibilitas 1 atau kolektibilitas 2, termasuk penerima KUR restrukturisasi dan non restrukturisasi serta penerima KUR yang mengajukan fasilitas maupun tidak mengajukan fasilitas.

“Ketentuan penegasan ini diharapkan dapat mempercepat realisasi pemberian tambahan subsidi bunga/margin KUR pada masa pandemi Covid-19,” pungkas Airlangga.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Selain Didukung Vaksin, Jokowi Tetap Andalkan Bansos Dan Insentif Pajak Hadapi Pandemi
Politik

Selain Didukung Vaksin, Joko..

21 Januari 2021 13:48
Listyo Sigit Gagas Polri Presisi, Nuning Kertopati Ingatkan Kapolri Soal Integrasi Data Intelijen
Politik

Listyo Sigit Gagas Polri Pre..

21 Januari 2021 13:48
Ada Sosok Madam Di Korupsi Bansos, Rocky Gerung: Semua Orang Ngerti Siapa Yang Disebut Madam
Politik

Ada Sosok Madam Di Korupsi B..

21 Januari 2021 13:33
Sekda DKI Rangkap Jabatan, Anies Diminta Segera Cari Pengganti Walikota Jaksel
Politik

Sekda DKI Rangkap Jabatan, A..

21 Januari 2021 13:14
Listyo Sigit Lewati Fit And Proper Test, PKS Langsung Sodorkan 4 Pekerjaan Rumah
Politik

Listyo Sigit Lewati Fit And ..

21 Januari 2021 12:26
Sandiaga Uno Datangi KPK, Disambut Empat Pimpinan, Ada Apa?
Politik

Sandiaga Uno Datangi KPK, Di..

21 Januari 2021 12:20
Korupsi Bansos, Pusako Andalas Tantang KPK Proses Semua Pihak Yang Diduga Terlibat
Politik

Korupsi Bansos, Pusako Andal..

21 Januari 2021 11:47
Pandji Perlu Lebih Mengenal Muhammadiyah, Agar Tidak Keliru Menilai
Politik

Pandji Perlu Lebih Mengenal ..

21 Januari 2021 11:40