Cuma Bikin Kisruh, Mas Menteri Nadiem Makarim Sudah Saatnya Dicopot

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Makarim/Net

Presiden Joko Widodo sudah seharusnya melakukan evaluasi total di sektor pendidikan dengan melakukan reshuffle terhadap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Sabtu (15/8).

"Perlu adanya evaluasi kinerja Nadiem dan tidak menutup kemungkinan untuk diadakan pergantian," kata Dedi Kurnia Syah.

Pasalnya, selain kebijakannya selama ini hanya menuai kontroversi dan gaduh di tengah pandemik Covid-19, Nadiem juga dinilai tidak mengindahkan visi misi Presiden.

"Kebijakan dan program Nadiem, memang lebih banyak yang menuai kontroversi. Terlebih penerapan kebijakan pendidikan di masa pandemik, justru lebih sering membikin kisruh," ucap Dedi Kurnia Syah.

Menurut dia, Mas Menteri sapaan akrab Nadiem, sudah seharusnya dievaluasi jika tidak lagi sejalan dengan visi misi Presiden. Sektor pendidikan sedianya diisi oleh anak bangsa yang lebih matang dan memiliki kapasitas tentang arah cita-cita pendidikan nasional.

"Dengan misi dan visi Presiden, perlu adanya evaluasi kinerja Nadiem dan tidak menutup kemungkinan untuk diadakan pergantian dengan tokoh yang lebih matang dalam pemahaman arah pendidikan nasional," demikian Dedi Kurnia Syah.

Bergulirnya wacana reshuffle kabinet setelah Presiden Jokowi berpidato dan "marah-marah" terhadap para menterinya pada Sidang Kabinet Paripurna 18 Juni 2020, lantaran dianggap kurang memiliki sense of crisis, bahkan kepala negara mengancam akan merombak kabinet dan membubarkan 18 lembaga.

Soal kinerja Nadiem, dia dianggap gagal terkait belajar jarak jauh di tengah pandemik. Dia juga membuat kisruh terkait Program Organisasi Penggerak (POP), yang membuat NU dan Muhammadiyah hengkang.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Pengamat: Pilkada Sebaiknya Dilanjutkan, Karena Bisa Jadi Instrumen Ngerem Resesi
Politik

Pengamat: Pilkada Sebaiknya ..

23 September 2020 18:50
Lanjutkan Kepemimpinan Risma, Eri Cahyadi Fokus Tuntaskan Kemiskinan Berbasis Data
Politik

Lanjutkan Kepemimpinan Risma..

23 September 2020 18:29
Fraksi PAN Sepakat Pilkada Dilanjutkan, Tapi Dengan Empat Syarat
Politik

Fraksi PAN Sepakat Pilkada D..

23 September 2020 18:24
KAMI Serukan Masyarakat Indonesia Turunkan Bendera Setengah Tiang Pada 30 September
Politik

KAMI Serukan Masyarakat Indo..

23 September 2020 18:06
Terganjal Keabsahan Ijazah, 1 Bapaslon Gagal Jadi Peserta Pilkada Merauke 2020
Politik

Terganjal Keabsahan Ijazah, ..

23 September 2020 17:53
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, PAN Minta Jokowi Buka Opsi Tunda Pilkada
Politik

Kasus Covid-19 Terus Meningk..

23 September 2020 17:40
Sudirman Said: Kita Gak Punya Ruang Untuk Bicara Hal Lain, Karena Jargon Politik Mewarnai Seluruh Diskursus
Politik

Sudirman Said: Kita Gak Puny..

23 September 2020 17:40
Prihatin Kebangkitan Komunis, Presidium KAMI Surati Presiden Jokowi, Layangkan Tiga Tuntutan
Politik

Prihatin Kebangkitan Komunis..

23 September 2020 17:39