Selesai Di Pesawat, Politisi PAN ini Heran Kenapa Nawawi Pomolango Beda Sikap Ketika Di Darat

Wakil Sekjen PAN, Irvan Herman/Net

Selisih paham antara Ketua DPP PAN Mumtaz Rais dan Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango pada dasarnya sudah selesai dalam pembicaraan dalam pesawat.

Begitu dikatakan Wakil Sekjen PAN, Irvan Herman terkait selisih paham dalam penerbangan Garuda Indonesia dari Gorontalo menuju Jakarta yang berujung pelaporan Mumtaz oleh Nawawi.

Saat kejadian keributan Mumtaz dan Nawawi di pesawat GA 643 GTO-UPG-CGK (Gorontalo-Makassar-Jakarta) itu, Irvan Herman kebetulan ikut bersama Mumtaz dalam pesawat tersebut.

"Masalah ini sudah bisa diselesaikan secara baik pada saat itu juga oleh pimpinan rombongan Bapak Pangeran Khairul Saleh, yang duduknya di pesawat dekat dengan Mumtaz Rais dan Pak Nawawi Pomolango," ujar Irvan kepada wartawan, Sabtu (18/8).

Irvan menyebutkan bahwa Mumtaz memang menggunakan handphone di dalam pesawat. Tetapi, saat itu memang dalam pesawat tersebut hanya penumpang yang sedang transit.

"Penggunaan HP yang dilakukan oleh saudaraku Mumtaz Rais itu pada saat pesawat berhenti di Bandara Ujung Pandang, Makassar, untuk transit. Pesawat dalam keadaan kosong kecuali penumpang transit, bukan saat boarding," katanya.

Irvan mengatakan, Pangeran Khairul Saleh sendiri selaku pemimpin rombongan sudah meminta maaf kepada crew Garuda serta kepada Nawawi Pamolango.

Permintaan maaf itu pun sudah ditanggapi pihak Garuda yang menyampaikan persoalan pun selesai.

"Kami pun menganggap sudah dimaafkan dan persoalan ini selesai," ujarnya.

Usai insiden tersebut, lanjut Irvan, antara Pangeran dan Nawawi juga sudah bersikap biasa, serta berbincang santai terkait pekerjaan. Begitupula ketika turun dari pesawat, semua pihak sudah damai dengan suasana yang cair.

"Makanya kami justru heran kalau ada pelaporan terkait insiden tersebut. Kami menyayangkan perbedaan sikap antara crew di pesawat dengan Direktur Utama Garuda Irfan Setiaputra yang keberadaannya di darat," jelasnya.

"Dirut Garuda seharusnya ikut menjaga kenyamanan penumpang bukan malah ikut memperkeruh suasana," pungkasnya.

Irvan sendiri selain menjadi Wasekjen PAN, saat ini juga masih aktif sebagai Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Pusat.

Irvan saat ini mencoba keberuntungan karir politiknya dengan digadang-gadang bakal menjadi calon kuat untuk menggantikan Firdaus sebagai Walikota Pekanbaru di periode mendatang.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Pengamat: Pilkada Sebaiknya Dilanjutkan, Karena Bisa Jadi Instrumen Ngerem Resesi
Politik

Pengamat: Pilkada Sebaiknya ..

23 September 2020 18:50
Lanjutkan Kepemimpinan Risma, Eri Cahyadi Fokus Tuntaskan Kemiskinan Berbasis Data
Politik

Lanjutkan Kepemimpinan Risma..

23 September 2020 18:29
Fraksi PAN Sepakat Pilkada Dilanjutkan, Tapi Dengan Empat Syarat
Politik

Fraksi PAN Sepakat Pilkada D..

23 September 2020 18:24
KAMI Serukan Masyarakat Indonesia Turunkan Bendera Setengah Tiang Pada 30 September
Politik

KAMI Serukan Masyarakat Indo..

23 September 2020 18:06
Terganjal Keabsahan Ijazah, 1 Bapaslon Gagal Jadi Peserta Pilkada Merauke 2020
Politik

Terganjal Keabsahan Ijazah, ..

23 September 2020 17:53
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, PAN Minta Jokowi Buka Opsi Tunda Pilkada
Politik

Kasus Covid-19 Terus Meningk..

23 September 2020 17:40
Sudirman Said: Kita Gak Punya Ruang Untuk Bicara Hal Lain, Karena Jargon Politik Mewarnai Seluruh Diskursus
Politik

Sudirman Said: Kita Gak Puny..

23 September 2020 17:40
Prihatin Kebangkitan Komunis, Presidium KAMI Surati Presiden Jokowi, Layangkan Tiga Tuntutan
Politik

Prihatin Kebangkitan Komunis..

23 September 2020 17:39