Chusnul Mariyah: Politisi Jangan Baca Doraemon, Kantong Ajaib Bukan Solusi Masalah Bangsa

Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Chusnul Mariyah/Net

Para politisi partai politik harus segera berhenti membaca cerita Doraemon. Sebab, persoalan bangsa tidak bisa diselesaikan dengan cerita khayal anak-anak.

Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Chusnul Mariyah menegaskan bahwa solusi persoalan bangsa tidak bisa diselesaikan dengan mudah menggunakan “kantong ajaib” yang serba bisa dalam cerita Doraemon.

Sebaliknya, para politisi harus memantaskan diri untuk benar-benar berkualitas dan cerdas, sehingga bisa memahami ketika berbicara mengenai narasi kebangsaan.

“Seorang aktivis partai yang dibaca jangan Doraemon. Kalau anda tidak bisa membaca anda bukan pemimpin yang baik, you are not a leader,” katanya kepada wartawan, Senin (17/8).

Chusnul menekankan agar aktivis perempuan di partai turut memiliki kemampuan komunikasi membaca persoalan yang dihadapi bangsa dan rakyatnya. Sehingga bukan hanya sebagai pelengkap atau pemanis kuota perempuan saja dalam politik.

"Ngerti persoalan rakyatmu saja nggak, apalagi ngerti persoalan perempuan, juga nggak. Bagaimana anda membangun narasi soal persoalan bangsa, sementara tidak mempunyai kemampuan komunikasi membaca. Makanya ketika ditanya wartawan, jawabannya a,i,u,e,o, nganu,” ujarnya.

Politisi dari Partai Gelora ini menilai perempuan Indonesia harus sadar diri dalam meningkatkan kemampuannya dalam berpolitik.

Pihaknya menyadari, kesalahan ini tidak mutlak dari perempuan itu sendiri, melainkan dari proses rekrutmen di partai.

"Biasanya kalau perempuan cerdas dikatakan galak, sehingga tidak direkrut. Yang direkrut yang feminim tunduk pada kemauan pimpinan partai dan bandar, makanya yang diambil, istrinya, saudaranya, pacarnya dan orang-orang terdekat," ujarnya.

Akibatnya, para perempuan berpendapat, politik itu kotor dan memilih tidak terlibat dalam aktivitas politik, meskipun kuota perempuan di parlemen sudah mencapai 21 persen saat ini.

"Perempuan tetap menganggap politik kotor, tapi dia sendiri tidak mau ikut membersihkan. Inilah problem kita saat ini, nah Partai Gelora sebagai partai baru jangan seperti partai-partai yang sudah ada," tegasnya.

Chusnul berharap para perempuan yang menjadi aktivis partai dan aktif dalam dunia politik, berani “bertarung (fight) dan tidak sekadar menjadi follower, tetapi harus berperan aktif dengan didukung kemampuan komunikasi membaca narasi persoalan bangsa.

"Jadi, perempuan itu harus percaya diri, perempuan masih dipandang sebelah mata, makanya jangan heran kalau partai politik banyak artisnya,” tutupnya.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Sri Mulyani Tak Naikkan Upah 2021 Untuk Menghindari PHK Karyawan
Politik

Sri Mulyani Tak Naikkan Upah..

27 Oktober 2020 18:47
Haris Rusly Sebut Mendes Bakal Direshuffle, Pimpinan PKB: Kami Yakin Itu Info Salah
Politik

Haris Rusly Sebut Mendes Bak..

27 Oktober 2020 18:35
Pengamat: Pilpres Masih Lama, Ada Motif Di Balik Survei Yang Diumumkan Sekarang
Politik

Pengamat: Pilpres Masih Lama..

27 Oktober 2020 18:13
Sepakat Bentjok Divonis Seumur Hidup, Hinca Pandjaitan: Bagaimana Nasib Dana Nasabah?
Politik

Sepakat Bentjok Divonis Seum..

27 Oktober 2020 18:13
Dideklarasikan Besok, Repindo Siap Rajut Potensi Anak Bangsa
Politik

Dideklarasikan Besok, Repind..

27 Oktober 2020 17:53
Diduga Melakukan Pelanggaran Berat, Walikota Risma Bisa Terancam Penjara
Politik

Diduga Melakukan Pelanggaran..

27 Oktober 2020 17:43
Agung Laksono: UU Cipta Kerja Terobosan Hukum Mewujudkan Cita-cita Pendiri Bangsa
Politik

Agung Laksono: UU Cipta Kerj..

27 Oktober 2020 16:09
UMP Tidak Naik Tanda Menaker Nggak Pede Dengan Program Jokowi
Politik

UMP Tidak Naik Tanda Menaker..

27 Oktober 2020 16:06