Rp 90,45 M Digelontorkan Ke Influencer, Ubedilah Badrun: Ini Benar-benar Rezim Simulacra

Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun/Net

Pemerintahan Joko Widodo mirip seperti rezim simulacra atau realitas semu karena rela menggelontorkan uang mencapai Rp 90,45 miliar untuk menggunakan influencer atau buzzer.

Begitu kata analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun menanggapi temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) bahwa rezim Jokowi menggelontorkan uang Rp 1,29 triliun untuk aktivitas digital, dan untuk influencer sebesar Rp 90,45 miliar.

"Dalam perspektif sosiologi politik ketika sebuah pemerintahan cukup banyak menggunakan uang rakyat (APBN) untuk aktivitas media digital hingga mencapai Rp 1,29 triliun bahkan ada biaya untuk influencer dan buzzer senilai Rp 90,45 miliar itu artinya rezim pemerintahan ini benar-benar rezim simulacra," ujar Ubedilah Badrun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (21/8).

Rezim simulacra sendiri, kata Ubedilah, dimaknai sebagai rezim politik yang diproduksi oleh sebuah industri komunikasi massa atau media sosial yang mengaburkan fakta melalui konstruksi realitas semu secara masih atau pencitraan masif.

"Simulacra adalah sebuah terminologi Jean Baudrillard (1929-2007), seorang sosiolog politik Prancis ketika menggambarkan realitas semu. Jadi rezim ini rezim yang gila realitas semu, rezim yang gila citra, takut realitas sesungguhnya," kata Ubedilah.

Hal tersebut dianggap sangat tidak punya hati nurani lantaran pencitraan dilakukan di tengah pandemik Covid-19.

"Lebih parahnya uang rakyat yang cukup besar Rp 90,45 miliar tersebut digunakan untuk pencitraan rezim (simulacra) di medsos di tengah rakyat banyak yang sedang menderita kemiskinan akibat Covid-19. Sungguh rezim ini tidak punya nurani. Tidak malu sama rakyat," terang Ubedilah.

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

GAMKI Dukung Polri Atas Penetapan Ambroncius Nababan Sebagai Tersangka Rasisme
Politik

GAMKI Dukung Polri Atas Pene..

26 Januari 2021 19:52
Sowani PBNU, Menag Jelaskan Keinginan Jokowi Soal Kemandirian Pesantren
Politik

Sowani PBNU, Menag Jelaskan ..

26 Januari 2021 19:23
7 Sekjen Parpol Bahas RUU Pemilu: Tidak Peru Direvisi!
Politik

7 Sekjen Parpol Bahas RUU Pe..

26 Januari 2021 19:08
Selain Vaksinasi, Airlangga Yakin UU Ciptaker Bisa Dongkrak Ekonomi RI, Begini Gambaranya
Politik

Selain Vaksinasi, Airlangga ..

26 Januari 2021 19:05
Positif Covid-19 Tembus Sejuta Kasus, Melki Laka Lena: Saatnya Perkuat Basis Komunitas
Politik

Positif Covid-19 Tembus Seju..

26 Januari 2021 18:53
Lima Warga Desa Sibanggor Meninggal Imbas Kebocoran Pipa Gas, Saleh Daulay Desak PT SMGP Bertanggung Jawab
Politik

Lima Warga Desa Sibanggor Me..

26 Januari 2021 18:24
Dirotasi Jadi Wakil Ketua Komisi IV DPR, Ini Target Kerja Politik Anggia Erma Rini
Politik

Dirotasi Jadi Wakil Ketua Ko..

26 Januari 2021 18:00
Tuntut Penyelesaian Kasus Rasisme Terhadap Pigai, Mahasiswa Papua Di Banten: Apakah Kami Pernah Buat Salah?
Politik

Tuntut Penyelesaian Kasus Ra..

26 Januari 2021 17:40