Tidak Yakin Rezim Jokowi Bisa Keluarkan RI Dari Jurang Resesi, RR: Yang Ada Hanya Bisnis KKN

Begawan ekonomi Indonesia, Dr. Rizal Ramli/Rep

Perekonomian Indonesia akibat pandemik virus corona baru (Covid-19) tengah berada di tepi jurang resesi, jika melihat pertumbuhan ekonomi kuartal II yang minus 5,32 persen.

Begawan ekonomi Indonesia, Dr. Rizal Ramli meyakini prediksinya yang melihat ekonomi RI di triwulan III belum bisa tumbuh positif.

Pasalnya, dia memandang para pembantu Presiden Joko Widodo di kabinet Indonesia Maju tidak memiliki kompetensi untuk menyelesaikan persoalan utama yang membuat ekonomi Indonesia akan semakin terpuruk.

"Pemerintah ini tidak akan mampu, tidak kompeten untuk mengeluarkan kita dari krisis. Yang ada hanya ilusi akan-akan," ujarnya dalam acara virtual 'Tanya Jawab Cak Ulung' yang digelar Kantor Berita Politik RMOL dengan tema 'Jurus Selamat dari Resesi ala Rizal Ramli', Jumat (21/8).

Justru, lanjut sosok yang kerab disapa RR ini, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah cendrung membela masyarakat menengah ke atas yang notabene para pengusaha besar. Tapi, masyarakat yang merasakan betul dampak perekonomian akibat pandemik Covid-19 tidak diketengahkan atau bahkan didahulukan demi menggenjot pertumbuhan ekonomi domestik semakin memuncak.

"Kalau yang gede yang dibantu, itu tidak akan menyelesaikan masalah. Yang ada kredit akan anjlok. Tapi kalau yang dibantu adalah yang menengah ke bawah, maka akan ada pergerakan ekonomi. Kredit akan jalan, daya beli masyarakat terbantu dan itu akan membantu roda perekonomian makro," ungkapnya.

Selain itu, mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin) ini melihat, pengalaman para pembantu Presiden Jokowi di bidang ekonomi belum ada yang bisa membalikan keadaan ekonomi yang tadinya terpuruk menjadi positif.

"Tidak ada yang punya track record membalikan situasi dati negatif menjadi positif. Atau dari positif kecil ke positif besar. Enggak ada secara ekonomi makro. Yang ada tih skandal-skandal ekonomi. Sri Mulyani kan gede namanya gara-gara skandal," ungkapnya.

Disamping itu, para menteri juga tidak ada yang memiliki pengalaman menjadi pemimpin suatu perusahaan yang sukses mengembangkan pendapatan.

"Misalnya dari perusahaan BUMN yang jelek jadi bagus. Dari perusahaan BUMN rugi jadi bagus, kaga ada. Yang ada itu kebanyakan bisnis KKN,"  demikian Rizal Ramli menambahkan.

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Reshuffle Kabinet: Inisial M dan Sowannya Nadiem ke Megawati

Kamis, 22 April 2021

Artikel Lainnya

Janji Jokowi Kepada Keluarga Awak KRI Nanggala-402: Pemerintah Akan Mengupayakan Yang Terbaik
Politik

Janji Jokowi Kepada Keluarga..

22 April 2021 22:43
Pengamat: Belum Laksanakan Tugas Jokowi, Sofyan Djalil Layak Dicopot
Politik

Pengamat: Belum Laksanakan T..

22 April 2021 22:11
Fahri Hamzah: Terbongkarnya Ulah Nakal Pegawai KPK Adalah Pertanda Baik
Politik

Fahri Hamzah: Terbongkarnya ..

22 April 2021 21:34
Sejumlah Anggota DPR Mulai Disuntik Vaksin Nusantara, Wakil Ketua Komisi IX: Sudah Berjalan Sesuai Arahan Presiden
Politik

Sejumlah Anggota DPR Mulai D..

22 April 2021 20:57
Pipa Pertamina Bocor Lagi, Saan Mustopa: Ganti Rugi Hanya Temporer, Bagusnya Tidak Bocor
Politik

Pipa Pertamina Bocor Lagi, S..

22 April 2021 20:37
Pertemuan Partai Demokrat-PKS Bahas Penanganan Pandemi Covid-19 Hingga Masa Depan Demokrasi
Politik

Pertemuan Partai Demokrat-PK..

22 April 2021 20:28
Demokrat-PKS Bertemu, AHY Singgung Kepemimpinan Generasi Muda
Politik

Demokrat-PKS Bertemu, AHY Si..

22 April 2021 20:04
Jokowi Perintahkan TNI Hingga Basarnas Optimalkan Pencarian KRI Nanggala-402
Politik

Jokowi Perintahkan TNI Hingg..

22 April 2021 20:03