Megawati: Bung Karno, Saya Dan Pak Jokowi Dituduh Komunis, Nalarnya Di Mana?

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri saat berpidato di pembukaan Sekolah Calon Kepala Daerah PDIP Gelombang II/Istimewa

Tudingan komunis yang kerap dilontarkan baik kepada Soekarno, Jokowi hingga kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membuat Ketua Umum PDIP, Megawati geleng-geleng.

Sebab menurut Mega, selama ini Pancasila adalah pijakan utama partai dalam berpolitik. PDIP sendiri adalah partai nasionalis.

"Pancasila itu lah tempat kita berpijak untuk politik. Kita ini partai nasionalis. Semua inspirasinya datang dari proklamator kita yang orang boleh saja tak senang, malah Bung Karno pernah sementara waktu dibilang komunis, saya anaknya dibilang komunis, saya kalem saja. Lho aneh kan," kata Megawati dalam pidatonya di pembukaan Sekolah Calon Kepala Daerah PDIP Gelombang II, yang dilaksanakan secara daring, Rabu (26/8).

Ia kemudian menceritakan perjalanan politiknya sebelum akhirnya menjadi presiden republik Indonesia yang dilantik pada 23 Juli 2001. Diceritakan Mega, dirinya pernah menjadi anggota DPR RI selama tiga periode. Ia kemudian dipercaya untuk menduduki kursi Wakil Presiden di era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Bila benar ia seorang PKI, maka akan mustahil beragam jabatan politik tersebut bisa diduduki anak kedua Bung Karno ini.

"Saya pertama kali jadi (anggota DPR) itu zaman Pak Harto. Jadi saya kena screening tentara. Kenapa saya bisa lewat (lolos)? Jadi entengnya yang screening saya itu dong yang PKI kalau saya PKI, karena dia yang meloloskan, bukan saya minta. Kedua, kok saya bisa jadi wapres? Setelah jadi wapres, kok saya bisa jadi presiden?" urai Megawati.

"Tapi orang yang enggak senang selalu bilang saya ini PKI. Pak Jokowi dibilang PKI. Nalarnya itu ke mana?" tambahnya.

Megawati mengatakan bahwa sebagai presiden kelima, sama seperti Presiden Jokowi, dirinya memiliki bintang tanda pangkat khusus.

"Jadi ngomong itu hati-hati. Mulut itu pikiran anda. Bayangkan. Pak Jokowi dipaksa harus mundur. Loh saya sampai mikir, siapa yang milih dia (Jokowi) terus ada orang bilang suruh mundur. Padahal mekanismenya sangat jelas presiden itu dipilih oleh rakyat. Itu gambaran pelajaran politik," pungkas Megawati.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Menko Luhut Minta Masyarakat Menahan Diri Tidak Mudik Demi Menjaga Sanak Keluarga
Politik

Menko Luhut Minta Masyarakat..

13 Mei 2021 12:16
Imam Masjid Al Azhar Tidak Menyangka Jamaah Membludak Tapi Tetap Taat Prokes
Politik

Imam Masjid Al Azhar Tidak M..

13 Mei 2021 11:49
Firli Bahuri: Ramadhan Telah Beri Pelajaran Untuk Tidak Lakukan Praktik Korupsi
Politik

Firli Bahuri: Ramadhan Telah..

13 Mei 2021 11:28
Seperti Jokowi, Puan Maharani Gelar Shalat Idul Fitri Secara Sederhana Di Rumah Dinas
Politik

Seperti Jokowi, Puan Maharan..

13 Mei 2021 10:41
Khatib Masjid Al Azhar Ajak Umat Bantu Doa Dan Dana Untuk Palestina
Politik

Khatib Masjid Al Azhar Ajak ..

13 Mei 2021 10:13
Kembali Gelar Shalat Idul Fitri, Masjid Al Azhar Terapkan Prokes Ketat
Politik

Kembali Gelar Shalat Idul Fi..

13 Mei 2021 09:45
Presiden Jokowi Shalat Idulfitri Bareng Paspampres Di Halaman Istana Bogor
Politik

Presiden Jokowi Shalat Idulf..

13 Mei 2021 08:39
Doa Jokowi Di Hari Lebaran: Semoga Wabah Segera Sirna Dan Kita Kembali Bertatap Muka
Politik

Doa Jokowi Di Hari Lebaran: ..

13 Mei 2021 08:19