Keraguan Anak Amien Rais Beralasan, PAN Reformasi Yang Serius Memang Sulit Dibentuk

Ketua DPP PAN, Mumtaz Rais/Net

Keyakinan Ketua DPP PAN, Mumtaz Rais bahwa pembentukan PAN Reformasi tidak bakal terbentuk, sangat beralasan. Sebab, pembentukan partai tidaklah mudah, apalagi hingga lolos verifikasi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan mengikuti kontestasi pemilu. 

Begitu kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Selasa (1/9).

"Kalau mau bikin partai yang serius ingin ikut pemilu tentu saja tak mudah. Ada persyaratan teknis yang tak mudah. Jadi sangat beralasan omongan anak Amien Rais (Mumtaz Rais) itu karena bikin parpol yang serius ikut pemilu tak mudah," ujar Adi Prayitno. 

Pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengurai bahwa pembentukan partai tidak mudah karena harus memiliki syarat administratif dan hingga verifikasi di KPU jika ingin mengikuti kontestasi pemilu. 

"Misalnya soal komposisi kepengurusan yang harus harus merepresentasikan keseluruhan daerah Indonesia, soal keterwakilan perempuan, keanggotaan, dll," tuturnya. 

"Kalau cuma sekadar bikin partai mudah saja. Semua orang bisa lakukan itu. Makanya banyak partai tak bisa ikut pemilu gagal verifikasi oleh KPU," imbuh Adi Prayitno. 

Karena itu, persyaratan administratif yang sulit itu harus dilalui oleh para pihak yang berencana mendirikan partai. Termasuk Amien Rais jika ingin mendirikan PAN Reformasi.

"Pak Amien harus susah payah nyari kader untuk jadi pengurus PAN Reformasi," ucapnya. 

Apalagi, sambungnya, para loyalis Amien Rais di PAN sendiri secara perlahan sudah mulai berpindah ke Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas).

"Loyalisnya di PAN kan sudah mulai tak ada. Perlahan pindah haluan loyal ke Zulhas," demikian Adi Prayitno. 

Mumtaz Rais meyakini pembentukan PAN Reformasi hanya akan berujung wacana. Sebab, hingga kini tidak ada ketertarikan dari anggota dewan dari fraksi PAN untuk bergabung dengan PAN Reformasi. 

"PAN Reformasi ini alih-alih akan terbentuk dan dideklarasikan, malah yang ada nyungsep sebelum tumbuh. Lihatlah, tidak ada satu pun anggota dewan kita dan kepala daerah kita yang mengarah ke sana," ujar Mumtaz kepada wartawan, Senin (31/8).

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Wiku Adisasmito: Sumpah Pemuda Harus Jadi Momen Persatuan Lawan Covid-19
Politik

Wiku Adisasmito: Sumpah Pemu..

29 Oktober 2020 23:37
Di Hadapan Pompeo, GP Ansor Bicara Islam Kasih Sayang
Politik

Di Hadapan Pompeo, GP Ansor ..

29 Oktober 2020 22:38
Cakada Mura Diduga Positif Covid-19, MAKI: Tanda Tanya Besar, Kenapa Ditutupi?
Politik

Cakada Mura Diduga Positif C..

29 Oktober 2020 22:25
Milenial Dikritik Mega, FAM-I: Jangan Ciut, Mereka Tak Siap Dengan Perubahan
Politik

Milenial Dikritik Mega, FAM-..

29 Oktober 2020 21:59
Soroti Surat Utang, RR: Prestasi Menkeu
Politik

Soroti Surat Utang, RR: Pres..

29 Oktober 2020 21:33
Ramai Seruan Boikot Produk Prancis, JMI: Umat Jangan Mudah Jadi Alat Bentur
Politik

Ramai Seruan Boikot Produk P..

29 Oktober 2020 20:43
BEM SI: Kontribusi Milenial Banyak, Belum Terlihat Apa Sengaja Tidak Dilihat?
Politik

BEM SI: Kontribusi Milenial ..

29 Oktober 2020 20:22
DPR RI: Duta Besar Prancis Harus Minta Maaf Pada Muslim Indonesia Atas Nama Presiden Macron
Politik

DPR RI: Duta Besar Prancis H..

29 Oktober 2020 20:16