Kisi-kisi Risma Soal Penggantinya Di Surabaya

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini/Net

Sosok pasangan calon walikota dan wakil walikota yang akan direkomendasikan DPP PDI Perjuangan di Surabaya sedikit dibocorkan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Risma mengaku bahwa penggantinya itu dianggap sudah bisa meneruskan program yang dijalankan olehnya selama 10 tahun ini. Namun tak ada nama yang ia sebut dalam sosok penggantinya itu.

"Iya dong, (penerusnya) pasti bisa (meneruskan programnya)," ujar Risma sapaan akrab Tri Rismaharini dikutip Kantor Berita RMOLJatim saat sidak di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, Selasa (1/9).

Ia menambahkan, bahwa banyak ide-ide dari Megawati Soekarnoputri sudah ia dijalankan sehingga program Kota Surabaya berjalan dengan baik.

"Jadi gini ya, contohnya misalkan, Ibu Megawati bilang 'zaman dulu itu anak Kecil-kecil dikasih makan supaya fisiknya bagus, dan enggak stunting'. Itu masukan ibu ketua umum, sama juga lansia. Jadi pimpinan PDIP itu ada sekolah kepala daerah," imbuhnya.

Selain itu, PDI Perjuangan juga memberikan pendidikan kedisiplinan, terutama pada kepala daerah, dari partai berlambang kepala banteng ini. Ia menceritakan, tak ada kata terlambat dalam Rakernas.

"Kalau terlambat langsung dicoret, dihukum, bahkan ada yang dipecat, jadi ada yang titip absen itu, ketahuan langsung dipecat. Jadi kita bener-bener diajari, digodok disiplin, diajari bagaimana membuat kota ini menjadi bagus. Ya memang kan macem-macem penerimaannya, dan saya banyak belajar, seperti pokak, itu kita belajar saat pameran. Ibu Mega buat pameran rempah-rempah itu," ungkapnya.

Risma juga menambahkan, jika nantinya sudah terpilih penggantinya di kursi Walikota, ia berharap Kota Surabaya bisa lebih berkembang, bukan sebaliknya.

"Kondisi Surabaya saat ini tidak boleh lebih buruk. Jadi kenapa Ibu Ketua Umum memperhatikan ini, karena Surabaya ini sudah dikenal di seluruh dunia, kenapa Ibu Ketua Umum dan semua tim di DPP sana sangat hati-hati menentukan Surabaya, karena tidak ingin Surabaya turun kondisinya," ujarnya.

Ia menjelaskan, mengapa Paslon untuk Pilwali Kota Surabaya keluar terakhir kalinya, sehingga banyak yang menunggu keluarnya rekom tersebut.

"Yang jelas Surabaya bisa begini ada kerja sama yang bagus antara pemerintah kota, msyarakat, pengusaha, juga teman-teman media. Sehingga Surabaya menjadi kota yang sangat bagus, dan itu pun dihargai untuk Kota Surabaya partisipasi itu tadi, juga dalam penyelesaian Covid," pungkasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Tiga Tahun Anies Pimpin Jakarta, Fahira Idris: Kepemimpinan Yang Bermakna Harus Tetap Jadi Tujuan
Politik

Tiga Tahun Anies Pimpin Jaka..

21 Oktober 2020 05:45
Sri Mulyani Bandingkan Ekonomi Indonesia Dengan Negara Lain, Fuad Bawazier: Terus Terang Saja, Itu Menyesatkan
Politik

Sri Mulyani Bandingkan Ekono..

21 Oktober 2020 04:56
Azyumardi Azra: Cara-cara Represif Pemerintah Bisa Picu Situasi Sosial Ekonomi Yang Tidak Kondusif
Politik

Azyumardi Azra: Cara-cara Re..

21 Oktober 2020 02:54
Rizal Ramli Sebut Maruf Amin Sebagai Pelengkap Enam Tahun Kepemimpinan Jokowi
Politik

Rizal Ramli Sebut Maruf Amin..

21 Oktober 2020 02:25
Demokrat: Setahun Pemerintahan Jokowi-Maruf, Penegakan Hukum Mundur Jauh Sekali
Politik

Demokrat: Setahun Pemerintah..

21 Oktober 2020 01:47
JBMI Usul Megawati Menjadi Pahlawan Demokrasi, PDIP: Beliau Adalah Simbol Demokrasi Indonesia
Politik

JBMI Usul Megawati Menjadi P..

21 Oktober 2020 01:24
Gelar Konsolidasi Sikapi Polemik Cipta Kerja, BEM Nusantara Imbau Mahasiswa Tidak Mudah Terprovokasi
Politik

Gelar Konsolidasi Sikapi Pol..

21 Oktober 2020 00:19
Setahun Memimpin, Jokowi-Maruf Gagap Soal Kesehatan Dan Ketenagakerjaan
Politik

Setahun Memimpin, Jokowi-Mar..

20 Oktober 2020 22:02