Sekjen PAN: 77 Kader Maju Di Pilkada 2020, Mayoritas Koalisi Dengan PDIP

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN Eddy Soeparno/Net

Partai Amanat Nasional (PAN) telah mengajukan 77 kader terbaiknya untuk maju di Pilkada Serentak 2020 mendatang, baik di tingkat provinsi, maupun kabupaten/kota.

Dari banyaknya kader yang ikut kontestasi pilkada itu, PAN paling banyak berkoalisi dengan PDI Perjuangan. 

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN Eddy Soeparno saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu di Jakarta, Rabu (2/9). 

"Kita mengajukan sekitar 77, hampir 80 kader PAN dan yang di-PAN-kan untuk maju di Pilkada 2020 ini baik pilgub, kabupaten/kota, totalnya hampir 80," ujar Eddy Soeparno. 

"Banyak koalisi yang terjalin, tapi memang kita melihat bahwa koalisi dengan PDIP sangat baik terjalinnya dan ini jumlahnya cukup besar. Mungkin paling besar di antara yang ada," sambungnya. 

Eddy mengatakan, banyaknya koalisi dengan PDI Perjuangan pada Pilkada 2020 ini sudah direncanakan sejak bertahun-tahun silam bersama Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. PAN dan PDI Perjuangan berteman baik di hampir 80 daerah Pilkada 2020. 

"Ini memang merupakan trend yang sudah kami rintis, saya dengan sahabat saya Mas Hasto Kristiyanto sejak tahun 2015. Jadi, kita memang sudah menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik dengan temen-temen PDIP," ujar Eddy Soeparno. 

Eddy mengatakan, dirinya lupa terkait angka detail di daerah mana saja terjalinnya koalisi PAN-PDI Perjuangan di Pilkada tahun ini.  

"Dengan PDIP banyak, di Sulawesi, Kalimantan, Jawa Tengah mungkin Jawa Tengah seluruh pilkada itu 90 persen dengan PDIP. Ada beberapa tempat juga di Sumatera dengan PDIP," ucapnya. 

"Jadi cukup banyak dengan PDIP. Angkanya saya tidak hafal, tetapi kurang lebih rinciannya seperti itu," imbuh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI itu. 

Namun begitu, Eddy juga menyebut bahwa PAN berkoalisi dengan partai-partai lain di beberapa daerah pilkada. Antara lain Golkar, Gerindra, Demokrat, hingga Nasdem. 

"Tetapi mungkin dominannya adalah tahun ini dengan PDIP," tutupnya.

Kolom Komentar


Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020
Video

Tamu Al Fateh | Teguh Timur | CEO RMOL | Owner Malik Arslan | Jakarta | Indonesia | Al fateh carpets

Rabu, 23 September 2020

Artikel Lainnya

KKP Diminta Tidak Ragu Cabut Izin Eksportir Benih Lobster Pelanggar Hukum
Politik

KKP Diminta Tidak Ragu Cabut..

24 September 2020 06:37
Istana Merespons Gatot, Sebut Isu PKI Sengaja Didengungkan Jelang 30 September
Politik

Istana Merespons Gatot, Sebu..

24 September 2020 05:51
Pilkada 2020 Tidak Sensitif, Netfid: Nyawa Manusia Tidak Bisa Diganti!
Politik

Pilkada 2020 Tidak Sensitif,..

24 September 2020 05:32
Sudjiwo Tedjo: Mereka Yang Tak Mau Menunda Pilkada Tidak Yakin Kemampuan Pak Luhut?
Politik

Sudjiwo Tedjo: Mereka Yang T..

24 September 2020 04:41
Deklarasi KAMI Karawang Terganjal Izin, Syahganda: Pidato Gatot Sudah Dinanti Di Rengasdengklok
Politik

Deklarasi KAMI Karawang Terg..

24 September 2020 03:57
Fahira Idris: PR Nadiem Adalah Jadikan Mapel Sejarah Sebagai Penguat Pendidikan Karakter
Politik

Fahira Idris: PR Nadiem Adal..

24 September 2020 03:29
Jokowi Perlu Undang NU, Muhammadiyah Hingga Komnas HAM Untuk Bahas Pilkada 2020
Politik

Jokowi Perlu Undang NU, Muha..

24 September 2020 03:01
Di Tengah Pandemi, Khofifah Salurkan Beasiswa Rp 11,3 M Untuk 850 Guru Madrasah Diniyah
Politik

Di Tengah Pandemi, Khofifah ..

24 September 2020 02:13