Empat Poin Agar Kesejahteraan Rakyat Terwujud, Mardani: Presiden Paling Menentukan

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera/Net

Presiden menjadi aktor pertama yang paling penting dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Begitu kata Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera dalam diskusi virtual Indonesia Leader Talk (ILT) 6 bertajuk "Ancaman Resesi Ekonomi Vs Cita-cita Kesejahteraan Rakyat", Senin (7/9).

Mardani mencatat terdapat empat sisi dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Yaitu aktor, sistem, kulture dan teknologi.

"Dari sisi aktor, tentu presiden. Presiden nomor satu ya karena kita (memakai sistem) presidential," ujar Mardani Ali Sera.

Karena kata Mardani, di konstitusi terdapat 17 pasal tentang presiden yang artinya memberikan otoritas hampir mutlak dibanding dengan lembaga tinggi lainnya yang hanya sekitar 2 pasal.

"Ketika Presiden salah mengambil keputusan, efeknya luar biasa," katanya.

Dari sisi aktor, kata dia, perlu adanya tindakan yang tepat dari Presiden di tengah krisis seperti saat ini. Diantaranya melakukan reformasi sistem politik seperti negara lain.

"Nah dititik ini sebetulnya kalau kita punya presiden yang kokoh, ini saatnya mereformasi sistem politik kita, ini saatnya kita membuat birokrasi kita menjadi betul-betul ramping, ketika kita kebanyakan ayo dikempeskan," jelasnya.

Bahkan, sambungnya, sejak periode kedua Presiden Joko Widodo, ia selalu menekankan agar melakukan perampingan birokrasi di kementerian/lembaga.

"Sehingga koordinasi betul-betul jalan. Jangan lagi ada politik transaksional, apalagi dagang sapi. Karena ekonomi sangat tergantung pada politiknya, karena itu fundamental ekonomi kita akan membaik, reformasi ekonomi akan baik ketika sistem politik kita diperbaiki lebih dahulu. Bagaimana sistem politiknya yang memang menjamin rakyat didahulukan," terang Mardani.

Untuk sisi aktor kata Mardani, bukan hanya presiden, melainkan kepala daerah juga termasuk.

Selanjutnya yaitu sistem. Mardani menekankan agar pemerintah berani membuang kebijakan seperti omnibus law yang tidak penting bagi bangsa Indonesia saat ini.

"Justru kita ambil bagaimana UU Minerba direvisi ulang, bagaimana kita membuat blue print pembangunan pertanian kita. Tentu saya melihat fundamental ekonomi kita agak berat kalau mengandalkan pemerintah semata," katanya.

"Ayo UMKM kita dan pengusaha kita jangan pernah membuat UMKM sama pengusaha itu menjadi bentrok, tapi Korea Selatan mampu membuatnya, Taiwan mampu membuatnya, bagaimana semuanya berkoordinasi dan bersinergi," imbuhnya.

Yang ketiga ialah Kulture. Di mana kata Mardani, kulture Indonesia masih feodal yang diperlukan sebuah terobosan dan membuat road map seperti apa Indonesia ke depan.

"Terakhir teknologi. Dengan teknologi yang tepat saya pikir kesejahteraan kita 5 tahun ke depan," kata Mardani.

"Mudah-mudahan dengan Covid-19 ini kalau betul-betul kita punya aktor, sistem, kulture dan teknologi yang tepat, kesejahteraan rakyat kita akan tercapai. Sedikit banyak kita lebih baik ketimbang 5 tahun sebelumnya. Walaupun catatannya dengan pemerintah yang sekarang ini kerja berat buat kita semua," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Wiku Adisasmito: Sumpah Pemuda Harus Jadi Momen Persatuan Lawan Covid-19
Politik

Wiku Adisasmito: Sumpah Pemu..

29 Oktober 2020 23:37
Di Hadapan Pompeo, GP Ansor Bicara Islam Kasih Sayang
Politik

Di Hadapan Pompeo, GP Ansor ..

29 Oktober 2020 22:38
Cakada Mura Diduga Positif Covid-19, MAKI: Tanda Tanya Besar, Kenapa Ditutupi?
Politik

Cakada Mura Diduga Positif C..

29 Oktober 2020 22:25
Milenial Dikritik Mega, FAM-I: Jangan Ciut, Mereka Tak Siap Dengan Perubahan
Politik

Milenial Dikritik Mega, FAM-..

29 Oktober 2020 21:59
Soroti Surat Utang, RR: Prestasi Menkeu
Politik

Soroti Surat Utang, RR: Pres..

29 Oktober 2020 21:33
Ramai Seruan Boikot Produk Prancis, JMI: Umat Jangan Mudah Jadi Alat Bentur
Politik

Ramai Seruan Boikot Produk P..

29 Oktober 2020 20:43
BEM SI: Kontribusi Milenial Banyak, Belum Terlihat Apa Sengaja Tidak Dilihat?
Politik

BEM SI: Kontribusi Milenial ..

29 Oktober 2020 20:22
DPR RI: Duta Besar Prancis Harus Minta Maaf Pada Muslim Indonesia Atas Nama Presiden Macron
Politik

DPR RI: Duta Besar Prancis H..

29 Oktober 2020 20:16