Singgung Puan, Refly Harun: Kalau Paradigma Pro-Pancasila Harus Dukung PDIP, Hancur Kita

Pakar hukum tata negara Refly Harun dalam diskusi daring bersama Bang Ruslan/RMOL

Pancasila seharusnya dimaknai secara utuh dan menyeluruh sebagai sebuah kesatuan. Sebab bila dimaknai secara parsial, justru akan mendegradasi esensi Pancasila itu sendiri lantaran kelima sila merupakan satu kesatuan.

Begitu disampaikan pakar hukum tata negara Refly Harun saat menjadi narasumber dalam serial diskusi daring Obrolan Bareng Bang Ruslan bertajuk 'Presidential Threshold Kejahatan Politik' yang digelar Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (8/9).

"Jadi, Pancasila itu bukan satu nilai, bukan soal toleransi saja. Pancasila itu adalah satu kesatuan. Mulai dari ketuhanan, rasa kemanusiaan, memelihara persatuan, demorkatis, memahami bahwa kedaulatan rakyat itu adalah hukum tertinggi bagi sebuah negara dan juga berlaku adil," ujar Refly Harun.

Refly pun menyesalkan nilai-nilai luhur yang sudah diformulasikan oleh para pendiri bangsa dalam Pancasila justru tidak diejawantahkan oleh pejabat negara. Pancasila, kata dia, kerap dimaknai secara sempit dan hanya sebatas jargon.

"Misalnya apa yang disampaikan Puan Maharani," ungkap Refly.

Puan Maharani, kata Refly, dengan pernyataan kontroversialnya soal 'Semoga Sumbar (Sumatera Barat) mendukung negara Pancasila' itu menunjukkan bahwa Pancasila dimaknai secara sempit berdasarkan kepentingan tertentu.

"(Puan) memandang Sumbar itu hanya dari sisi bahwa ini sebuah provinsi yang tidak bisa menerima PDIP. Sebut provinsi yang tidak menerima PDIP adalah provinsi yang intoleran, yang tidak pro-Pancasila. Kalau cara berpikir demikian, waduh, hancur kita (negara)," imbuhnya.

Menurut Refly, setiap provinsi di Indonesia memiliki karakteristik nilai Pancasila yang menonjol. Ini tidak bisa digeneralisir apalagi dilabeli oleh pejabat negara dengan anggapan tidak Pancasilais.

"Nilai-nilai Pancasila itu mungkin ada satu dua nilai yang lebih menonjol, kita harus bisa menerimanya sebagai sebuah kenyataan sosial budaya," tuturnya.

Terlebih, lanjut Refly, falsafah masyarakat Sumbar dengan kearifan lokal dan karakteristik nilai Pancasila-nya sangat melekat dengan nilai-nilai sila pertama, yakni religiusitas.  

"Misalnya yang menonjol adalah nilai religius, nilai ketuhanan. Ya karena falsafahnya Sumbar itu 'Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah' ya kan," demikian Refly Harun.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Tiba-tiba Tersebar Nama-nama Pengurus KAMI Lampung, Para Calon Deklarator Kebingungan
Politik

Tiba-tiba Tersebar Nama-nama..

01 November 2020 00:39
Tak Hadiri Debat Pilkada Musi Rawas, Ratna-Suwarti Didoakan Cepat Sembuh Oleh Rivalnya
Politik

Tak Hadiri Debat Pilkada Mus..

01 November 2020 00:10
Galakkan 'Ayo Kita Mencoblos', IMM Ajak Warga Bengkulu Gunakan Hak Pilihnya Dalam Pilkada
Politik

Galakkan 'Ayo Kita Mencoblos..

31 Oktober 2020 23:50
Haryy Azhar Azis: Di Indonesia Penguasaan Big Data Kurang
Politik

Haryy Azhar Azis: Di Indones..

31 Oktober 2020 21:51
Ujang Komarudin: Masa Iya Presiden Sama Mantan Presiden PKI?
Politik

Ujang Komarudin: Masa Iya Pr..

31 Oktober 2020 20:24
Aktivis Cipayung Plus Jakarta Serukan Pemulihan Ekonomi Nasional Imbas Covid-19
Politik

Aktivis Cipayung Plus Jakart..

31 Oktober 2020 18:43
Begini Analisa Pakar Soal Persaingan China-AS Merebut Indonesia
Politik

Begini Analisa Pakar Soal Pe..

31 Oktober 2020 18:18
PKS Apresiasi Jokowi Berani Kecam Presiden Macron Yang Hina Islam
Politik

PKS Apresiasi Jokowi Berani ..

31 Oktober 2020 17:45