Ali Taher Ceramahi Menag Fachrul Razi Tentang Beda Ranah Agama Dan Keyakinan

Anggota Komisi VIII DPR Ali Taher Parasong/Net

Kritik tajam disampaikan anggota Komisi VIII DPR Ali Taher Parasong kepada Menteri Agama Fachrul Razi saat Rapat Kerja di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9).

Dalam sebuah video berdurasi 2.02 yang viral, Ali Taher yang mengenakan peci hitam dan batik biru tampak berapi-api menceramahi Menag Fachrul Razi tentang radikalisme.

Kritik itu berkaitan dengan pernyataan Fachrul Razi yang menyebut bahwa radikalisme bisa masuk ke masjid melalui orang-orang yang berpenampilan baik atau good looking.

“Jangan lagi muncul isu-isu radikalisme. Kalau tidak ada radikalisme, tidak akan pernah Namrud berjumpa dengan Ibrahim. Jika tidak ada radikalisme, Musa tidak akan bertemu dengan Firaun. Jika tidak ada radikalisme Muhammad tidak akan bertemu Abu Lahab, Abu Jahal,” ujarnya mengawali “ceramah” dengan nada tinggi.

Dia lantas menjelaskan bahwa radikalisme adalah akar dari persoalan teologis. Kekeliruan terjadi saat radikalisme digunakan dalam konteks politik, sehingga menghancurkan peradaban.

“Kalau menggunakan radikalisme untuk mengacau negara itu kita lawan. Karena Islam itu mengajarkan persatauan bangsa itu fardhu ain, hubbul wathon minnal iman,” terangnya.

Dia pun meminta kepada Menag Fachrul Razi untuk memahami perbedaan antara faith atau keyakinan dengan religion atau agama.

Agama adalah organisasi yang mengatur dan bukan isi dalam faith. Keyakinan, sambungnya, tidak boleh diganggu.

Dia mengurai bahwa masalah kerukunan antar umat beragama, hubungan antar umat beragama, dan hubungan antar umat beragama dengan negara adalah ranah religion atau agama.

“Tapi bicara soal shalat, zakat dan lain sebagainya itu faith. Anda tidak boleh masuk dalam wilayah itu,” tegasnya.

Dia pun meminta mantan wakil panglima TNI itu untuk bijak sebagai menag. Fachrul Razi harus menjadi wasit yang adil bagi seluruh umat.

“Anda menteri agama sebagai wasit. Jangan sampai anda wasit berjalan di dalamnya, kemudian anda kehilangan para pemain dan kemudian anda berjalan sendirian. Hati-hati. Bisa ditinggalkan umat,” tutup Ali Taher.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Tiba-tiba Tersebar Nama-nama Pengurus KAMI Lampung, Para Calon Deklarator Kebingungan
Politik

Tiba-tiba Tersebar Nama-nama..

01 November 2020 00:39
Tak Hadiri Debat Pilkada Musi Rawas, Ratna-Suwarti Didoakan Cepat Sembuh Oleh Rivalnya
Politik

Tak Hadiri Debat Pilkada Mus..

01 November 2020 00:10
Galakkan 'Ayo Kita Mencoblos', IMM Ajak Warga Bengkulu Gunakan Hak Pilihnya Dalam Pilkada
Politik

Galakkan 'Ayo Kita Mencoblos..

31 Oktober 2020 23:50
Haryy Azhar Azis: Di Indonesia Penguasaan Big Data Kurang
Politik

Haryy Azhar Azis: Di Indones..

31 Oktober 2020 21:51
Ujang Komarudin: Masa Iya Presiden Sama Mantan Presiden PKI?
Politik

Ujang Komarudin: Masa Iya Pr..

31 Oktober 2020 20:24
Aktivis Cipayung Plus Jakarta Serukan Pemulihan Ekonomi Nasional Imbas Covid-19
Politik

Aktivis Cipayung Plus Jakart..

31 Oktober 2020 18:43
Begini Analisa Pakar Soal Persaingan China-AS Merebut Indonesia
Politik

Begini Analisa Pakar Soal Pe..

31 Oktober 2020 18:18
PKS Apresiasi Jokowi Berani Kecam Presiden Macron Yang Hina Islam
Politik

PKS Apresiasi Jokowi Berani ..

31 Oktober 2020 17:45