Dapat Keluhan Petani, GKR Hemas: Aku Ki Anyel, Kok Rasane Kaya Diapusi

GKR HEMAS, yang didampingi cucunya, Raden Mas Gustilantika Marrel Suryokusumo, meninjau kondisi kerusakan akibat tambang di Sungai Gendol , Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta/Net

Senator Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, tidak dapat menutupi kekesalannya kepada pelaku usaha tambang yang melakukan praktik penambangan dengan asal-asalan, sehingga merugikan kelompok masyarakat lain.

GKR Hemas mengungkapkan kekesalannya setelah mendapat pengaduan dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dalam kunjungannya ke Hargobinangun Selatan, Kecamatan Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (9/9).

Dalam kunjungan yang dilakukan secara diam-diam itu, Permaisuri Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi cucunya, Raden Mas Gustilantika Marrel Suryokusumo, yang pekan lalu juga melihat kerusahan di lingkungan Lereng Gunung Merapi.

"Aku ki anyel, kok rasane kaya diapusi (Saya kesal, rasanya seperti ditipu)," ungkap Ratu Hemas usai mendengar keluhan anggota Gapoktan di Bangsal Sompilan, Sawungan, Hargobinangun, Pakem, Sleman.

Kepada Ratu Hemas, sebanyak 22 pengurus Gapoktan Hargobinangun Timur mengadu dan mengeluhkan air yang mereka butuhkan untuk mengairi lahan pertanian dan peternakan berlumpur akibat penambangan pasir di Kali Kuning.

Dalam pertemuan itu, Lurah (Pjs) Hargobinangun Suhardiman menyampaikan, anggota kelompok tani dan masyarakat sudah beberapa minggu terakhir merasa resah karena air baku yang dialirkan dari Kali Kuning menjadi keruh dan berlumpur pekat usai turun hujan.

Para anggota Gapoktan Hargobinangun Timur secara bergiliran mengaku terdampak dengan keruh dan berlumpurnya air. Selain itu, para anggota yang seluruh hidupnya mengandalkan pertanian dan peternakan itu menyatakan sangat bergantung pada air yang mengalir dari Kali Kuning. 

Mereka juga mengaku, telah berusaha dan merasa kesulitan untuk mencari titik temu dengan perusahaan tambang yang beroperasi di sungai itu.

Secara keseluruhan dikatakan, luasan lahan pertanian milik warga di 12 dusun dan empat pedukuhan Hargobinangun yang terdampak mencapai 80 hektare. Selain itu, belasan hektare lahan perikanan juga mengalami endapan lumpur tebal hingga puluhan sentimeter yang berakibat , membunuh ikan budidaya warga.

Kondisi itu, masih menurut warga, kian diperparah dengan mulai sulitnya air saat musim kemarau tiba.

"Belum lama ini saya kunjungan, saat itu pejabat dinas melapor di hadapan Pak Bupati Sleman, katanya air di seluruh wilayah ini aman, bahkan bisa mengalir sampai Klaten. Lha ini baru berapa meter dari Merapi, untuk warga sendiri saja tidak terjamin," kata GKR Hemas kepada warga.

Melihat fakta tersebut, GKR Hemas mengaku dirinya merasa terlambat sepuluh tahunan karena baru melihat dengan mata kepala sendiri kerusakan yang timbul akibat kegiatan penambangan yang sembrono.

"Saya sedih, rasanya saya terlambat lima atau sepuluhan tahun. Kok baru sekarang lihat sendiri kondisinya bisa begitu parah," ungkapnya.

Melihat persoalan itu, dia berniat membawa persoalan kerusakan lingkungan akibat penambangan yang sembrono kepada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

"Perizinan harus ditinjau ulang. Selama ini mungkin ada kurang data sehingga rekomendasi wilayah pertambangan bisa keluar," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Siang Ini, Budiman Sudjatmiko Dan Fadli Zon Menyoal Reformasi Hingga Mosi Tidak Percaya
Politik

Siang Ini, Budiman Sudjatmik..

22 Oktober 2020 12:55
Maruf Amin Berharap Pesantren Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kerakyatan
Politik

Maruf Amin Berharap Pesantre..

22 Oktober 2020 12:47
Peringati Hari Santri Nasional, Ketua DPR: Nyalakan Semangat Gotong Royong Untuk Bangun Indonesia
Politik

Peringati Hari Santri Nasion..

22 Oktober 2020 12:35
Ahmad Dhani: Sejak Gus Dur Wafat, Sudah Sepatutnya Nahdliyin “Berimam” Pada Cak Nun
Politik

Ahmad Dhani: Sejak Gus Dur W..

22 Oktober 2020 12:20
Aria Bima: Ada Kecenderungan Terjadi Anarkisme Demokrasi
Politik

Aria Bima: Ada Kecenderungan..

22 Oktober 2020 11:38
Feri Amsari: Ada Kutukan Periode Kedua, Berbagai Skandal Dan Watak Asli Presiden Muncul
Politik

Feri Amsari: Ada Kutukan Per..

22 Oktober 2020 11:34
HUT Ke-56 Golkar, Airlangga Hartarto: Sebagai Partai Senior Harus Selalu Hadir Memberi Solusi
Politik

HUT Ke-56 Golkar, Airlangga ..

22 Oktober 2020 10:59
Irma Suryani: Kalau Jokowi Represif, Orang Seperti Rocky Gerung Sudah Hilang
Politik

Irma Suryani: Kalau Jokowi R..

22 Oktober 2020 10:55