Pengamat: Pilkada Bikin Rakyat Tidak Percaya Dan Cuek Terhadap Covid-19

Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio/Repro

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020 yang tetap dilanjutkan penyelenggaraannya pada akhir tahun ini bisa berdampak kepada kesadaran masyarakat terhadap pandemik Covid-19.

Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio menjelaskan, kebijakan melanjutkan Pilkada di tengah pandemi tidak tepat. Karena pemerintah tengah keteteran menangani Covid-19 yang hingga Sabtu (12/9) total kasus positifnya telah mencapai 214.746.

"Nah, pemerintah-pemerintah di seluruh dunia memang gagap di awal. Tapi lalu dia bisa melakukan terobosan-terobosan. Kalau kita, gagap terus sampai hari ini," ujar Agus dalam diskusi virtual Smart FM dan Populi Center bertajuk 'PSBB Lagi?', Sabtu (12/9). 

Bahkan, Agus menilai pelaksanaan Pilkada di 270 daerah pemilihan bakal membuat buyar konsentrasi masyarakat yang seharusnya bisa menghindari ancaman penularan Covid-19. Bukan justru mengikuti pesta demokrasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan akhirnya menjadi klaster baru penyebaran corona.

"Contoh yang paling saya kecewa adalah soal diteruskannya Pilkada. Itu orang konsentrasinya terpecah di daerah. Pasti terpecah," tekannya.

Imbasnya, lanjut Agus, masyarakat tidak akan percaya dengan pandemik global yang berasal dari Wuhan, China tersebut. Dan pada akhirnya bisa menganggap enteng protokol kesehatan Covid-19 yang seharusnya ditaati.

Atau mungkin, menurutnya, seperti apa yang terjadi di Kota Bogor. Di mana berdasarkan hasil survei Labfor Covid-19 Pemkot Bogor bekerjasama dengan NGO asal Sigapura menggambarkan, 50 persen responden memiliki persepsi bahwa Covid-19 adalah konspirasi.

"Kan, kemudian banyak hal yang membuat orang tambah tidak percaya dan cuek saja," demikian Agus Pambagio.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Tiba-tiba Tersebar Nama-nama Pengurus KAMI Lampung, Para Calon Deklarator Kebingungan
Politik

Tiba-tiba Tersebar Nama-nama..

01 November 2020 00:39
Tak Hadiri Debat Pilkada Musi Rawas, Ratna-Suwarti Didoakan Cepat Sembuh Oleh Rivalnya
Politik

Tak Hadiri Debat Pilkada Mus..

01 November 2020 00:10
Galakkan 'Ayo Kita Mencoblos', IMM Ajak Warga Bengkulu Gunakan Hak Pilihnya Dalam Pilkada
Politik

Galakkan 'Ayo Kita Mencoblos..

31 Oktober 2020 23:50
Haryy Azhar Azis: Di Indonesia Penguasaan Big Data Kurang
Politik

Haryy Azhar Azis: Di Indones..

31 Oktober 2020 21:51
Ujang Komarudin: Masa Iya Presiden Sama Mantan Presiden PKI?
Politik

Ujang Komarudin: Masa Iya Pr..

31 Oktober 2020 20:24
Aktivis Cipayung Plus Jakarta Serukan Pemulihan Ekonomi Nasional Imbas Covid-19
Politik

Aktivis Cipayung Plus Jakart..

31 Oktober 2020 18:43
Begini Analisa Pakar Soal Persaingan China-AS Merebut Indonesia
Politik

Begini Analisa Pakar Soal Pe..

31 Oktober 2020 18:18
PKS Apresiasi Jokowi Berani Kecam Presiden Macron Yang Hina Islam
Politik

PKS Apresiasi Jokowi Berani ..

31 Oktober 2020 17:45