Survei MIDE: Elektabilitas Bobby Ungguli Akhyar Di Pilkada Medan

Elektabilitaas Bobby Nasution untuk sementara paling unggul dibanding Akhyar Nasution, berdasarkan hasil survei terbaru MIDE/RMOLSumut

Lembaga survei Medan Institute For Democracy (MIDE) kembali memaparkan hasil survei Pilkada Medan 2020 yang datanya diambil pada Agustus lalu.

Dalam survei yang dilakukan sebelum ada kepastian paslon yang diusung oleh partai-partai politik peserta pilkada, terungkap tingginya popularitas dan elektabilitas bakal calon walikota Bobby Nasution dibanding sejumlah nama lain yang saat itu berpotensi menjadi rivalnya. Seperti Ikhwan Ritonga, Akhyar Nasution, Salman Alfarisi, Maruli Siahaan, Hasyim SE dan lain-lain.

Dalam paparannya pada saat konpers secara daring, peneliti MIDE Ikhwanul Harahap mengungkapkan, perilaku responden dalam menjawab pertanyaan survei cukup dipengaruhi oleh persepsi ketidakpuasan terhadap pemerintah kota, terkait sejumlah isu seperti pelayanan publik, penanganan Covid-19, serta munculnya isu korupsi.

Dari hasil survei, permasalahan Kota Medan yang dikeluhkan oleh masyarakat adalah korupsi 17,3 persen; jalan rusak 11,1 persen; banjir 10,9 persen; susah lapangan pekerjaan 10,3 persen; kriminalitas 10,1 persen, dan kemacetan 9,3 persen.

“Dari permasalahan yang ada di Kota Medan, masyarakat mengharapkan adanya program-program seperti akses lapangan kerja, pemerintahan yang bersih, perbaikan infrastruktur, dan lain sebagainya,” kata Ikhwanul pada Jumat lalu (11/9).

Terkait kriteria pemimpin Kota Medan, Ikhwanul menjelaskan masyarakat menginginkan pemimpin yang jujur, bersih, dan bebas korupsi; pandai dan berwawasan luas; dan memiliki program yang mampu menjawab keluhan masyarakat Kota Medan terkait berbagai permasalahan yang ada.

Ikhwanul juga memaparkan tingkat kepuasan terhadap kinerja Pemerintah Kota Medan. Masyarakat yang kurang puas sebanyak 52,3%; tidak puas 12,2%; dan puas 27,5 persen. Sementara, sangat tidak puas 3,0%; sangat puas 4,2%; dan 0,8% tidak menjawab.

Terkait Pilkada Kota Medan, sebagian besar responden (56,3%) sudah mengetahui mengenai pelaksanaan Pilkada Kota Medan 2020, kemudian sebanyak 40 persen belum mengetahui, dan 3,2% menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.

Untuk tingkat popularitas bakal calon walikota dalam survei MIDE yang tertinggi adalah Bobby Nasution (90,9%). Mengalahkan kandidat lain seperti Akhyar Nasution (64,5%) dan Salman Alfarisi (29,1%).

Sementara melalui pertanyaan tertutup, terkait elektabilitas bakal calon walikota, Bobby Nasution juga masih mengungguli nama-nama lain dengan 44 persen. Sementara Akhyar Nasution di angka 8,8 persen dan Salman 4 persen.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pengamat politik dari Universitas Sumatera Utata (USU), Dadang Dermawan, sebagai penanggap hasil survei. Salah satu poin yang mendapat perhatian adalah rendahnya tingkat kepuasan masyarakat kepada Pemerintah Kota Medan.

“Rendahnya tingkat kepuasan masyarakat bisa sangat dirasa. Kita bisa lihat bagaimana masalah tahunan seperti banjir, jalan rusak, sampah, dan lain sebagainya masih belum teratasi. Saya juga melihat kurangnya tingkat kepuasan masyarakat karena saat ini dalam keadaan pandemi Covid-19 dan pelayanan serta antisipasi Pemkot Medan mungkin dirasa tidak memuaskan," kata Dadang.

"Meski kita harus maklumi pula bahwa isu terkait lambannya respons pemerintah menghadapi Covid-19 bukan hanya persoalan pemerintahan Kota Medan saja. Ini persoalan mulai semua tingkatan pemerintahan saat ini,” imbuhnya.

Sementara itu, pengamat politik yang juga peneliti Litbang Kompas, Yohan Wahyu menilai, masalah Kota Medan yang dipaparkan MIDE seperti masalah korupsi pastinya akan mendapat perhatian khusus dari calon pemilih maupun khususnya para calon walikota.

“Seperti yang kita tahu tiga kepala daerah Kota Medan berurusan dengan kasus korupsi. Jadi, ke depan wajar masyarakat ingin memiliki sosok yang bersih, tidak memiliki rekam jejak yang berkaitan dengan korupsi,” pungkasnya.

Dari hasil survei ini juga terungkap bahwa sebagian besar responden melihat faktor sosok anak muda (15,9%) menjadi alasan kuat dalam memilih calon walikota Medan nantinya, selain faktor personal berwibawa (12,8%) dan berpengalaman (12,6%).

Faktor lain alasan adalah berwawasan luas (5,6%), merakyat (5,1%), tokoh baru (4,5%), putra daerah (3,7%), berjiwa sosial (2,2%), kesamaan partai politik (1,7%), dan taat beragama (1,7%).

Lembaga yang diinisiasi oleh sejumlah peneliti muda ini mensurvei 1.000 responden serta menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 3 persen. Survei dilakukan dalam periode 12-16 Agustus di seluruh kecamatan di Kota Medan.

Survei ini dilakukan sebulan sebelum pendaftaran para pasangan calon beserta partai-partai pengusung ke KPUD Kota Medan. Tentunya hasil survei elektabilitas calon kepala daerah Kota Medan ini masih akan terus bergerak setelah penetapan oleh KPUD dipastikan akhir September nanti.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020
Video

Tamu Al Fateh | Teguh Timur | CEO RMOL | Owner Malik Arslan | Jakarta | Indonesia | Al fateh carpets

Rabu, 23 September 2020

Artikel Lainnya

KKP Diminta Tidak Ragu Cabut Izin Eksportir Benih Lobster Pelanggar Hukum
Politik

KKP Diminta Tidak Ragu Cabut..

24 September 2020 06:37
Istana Merespons Gatot, Sebut Isu PKI Sengaja Didengungkan Jelang 30 September
Politik

Istana Merespons Gatot, Sebu..

24 September 2020 05:51
Pilkada 2020 Tidak Sensitif, Netfid: Nyawa Manusia Tidak Bisa Diganti!
Politik

Pilkada 2020 Tidak Sensitif,..

24 September 2020 05:32
Sudjiwo Tedjo: Mereka Yang Tak Mau Menunda Pilkada Tidak Yakin Kemampuan Pak Luhut?
Politik

Sudjiwo Tedjo: Mereka Yang T..

24 September 2020 04:41
Deklarasi KAMI Karawang Terganjal Izin, Syahganda: Pidato Gatot Sudah Dinanti Di Rengasdengklok
Politik

Deklarasi KAMI Karawang Terg..

24 September 2020 03:57
Fahira Idris: PR Nadiem Adalah Jadikan Mapel Sejarah Sebagai Penguat Pendidikan Karakter
Politik

Fahira Idris: PR Nadiem Adal..

24 September 2020 03:29
Jokowi Perlu Undang NU, Muhammadiyah Hingga Komnas HAM Untuk Bahas Pilkada 2020
Politik

Jokowi Perlu Undang NU, Muha..

24 September 2020 03:01
Di Tengah Pandemi, Khofifah Salurkan Beasiswa Rp 11,3 M Untuk 850 Guru Madrasah Diniyah
Politik

Di Tengah Pandemi, Khofifah ..

24 September 2020 02:13