Gde Siriana: Terbukti Tidak Becus, Apalagi Yang Diharapkan Dari Jokowi Di 2021?

Presiden RI Joko Widodo/Net

Perjalanan pemerintahan Presiden Joko Widodo telah hampir sampai ke umur 6 tahun. Namun, janji-janji politik dan kinerjanya dinilai tak sesuai dengan apa yang diharapkan rakyat.

Direkrut Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus), Gde Siriana Yusuf mengatakan, penilaian masyarakat terhadap kepemimpinan Jokowi telah sampai kepada krisis ketidakpercayaan.

Pasalnya, pada tahun 2020 ini pemerintah Jokowi menampakkan wujud asli dari kualitas kepemimpinannya, terkhusus saat pandemi Covid-19 melanda tanah air dan belum bisa ditangani dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

"Kini, ketika nyata terlihat tidak becus tangani Covid-19, apalagi yang bisa diharapkan di 2021?" ujar Gde Sirina kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (15/9).

Sebagai salah satu bukti ketidakpercayaan rakyat kepada pemerintah, Gde Siriana membeberkan masa-masa di saat rakyat menuntut janji-janji politik Jokowi yang mulai terjadi sejak 2015.

"Berikut milestone janji-janji presiden yang ditagih rakyat," sambungnya.

Ia menjabarkan, tepat di umur 100 hari pemerintahan Jokowi periode pertama muncul tuntutan dari rakyat untuk Jokowi menyetop politik pencitraannya. Sebab, janji-janji politiknya yang pro rakyat tidak sesuai dengan realitasnya.

Misalnya, saat itu Jokowi mengeluarkan kebijakan yang tidak konsisten menganai harga BBM yang naik turun. Selain itu tarif listrik dan gas elpiji direncanakan naik. Bahkan nilai rupiah terus merontok.

"2015 adalah berakhirnya khasiat pencitraan," sebut Gde Siriana.

Kemudian, di tahun 2016 rakyat menagih janji kampanye Jokowi yang pada 2014 menyatakan diri siap membikin ekonomi Indonesia meroket hingga mencapai angka 7 persen. Namun kenyataannya terbalik. Justru pertumbuhan ekonomi terstagnasi hanya di kisaran 5 persen.
 
Utang janji Jokowi pun menumpuk hingga tahun 2017. Di mana kala itu rakyat mulai berkoar mengenai penegakan kasus HAM yang juga masuk ke janji kampanye Jokowi untuk periode pertamanya. 

Ditambah lagi tuntutan masyarakat di tahun 2018 mengenai mobil Esemka yang digadang-gadang menjadi terobosan Jokowi di dalam pengembangan industri otomotif hasil karya putra-putri Indonesia.

"Barulah tahun 2019 ditagih janji kebakaran hutan. Eh tapi malah bikin janji-janji baru lagi di pilpres," tandas Gde Siriana.

"Lantas, apakah 2020 menjadi puncak kegagalan Jokowi?" demikian Komite Politik dan Pemerintahan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini menutup.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Demo Terus Berlanjut, Haris Rusly: Gerakan Mahasiswa Mengkristal, Konsolidasi Dipusatkan Di Kampus-kampus
Politik

Demo Terus Berlanjut, Haris ..

28 Oktober 2020 12:15
Jika Terpilih Jadi Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan Akan Gratiskan Seragam Sekolah
Politik

Jika Terpilih Jadi Gubernur ..

28 Oktober 2020 11:57
Ragu November Vaksinasi Massal, Saleh Daulay: Barangnya Tidak Ada, Mau Disuntikkan Apa?
Politik

Ragu November Vaksinasi Mass..

28 Oktober 2020 11:41
Kehadiran UU Cipta Kerja Justru Mempermudah Proses Perizinan Usaha
Politik

Kehadiran UU Cipta Kerja Jus..

28 Oktober 2020 10:59
Saleh Daulay: Siapa Penanggung Jawab Vaksin, Erick, Terawan Atau Luhut?
Politik

Saleh Daulay: Siapa Penanggu..

28 Oktober 2020 10:58
Waketum PAN Desak Presiden Macron Cabut Pernyataan Dan Minta Maaf
Politik

Waketum PAN Desak Presiden M..

28 Oktober 2020 10:45
Anies Baswedan: Libur Panjang Memang Menggoda, Tapi Jangan Sia-siakan Upaya Kita Bersama
Politik

Anies Baswedan: Libur Panjan..

28 Oktober 2020 10:19
PP IPHI Ajak Puluhan Juta Alumni Dan Calon Haji Boikot Produk Prancis
Politik

PP IPHI Ajak Puluhan Juta Al..

28 Oktober 2020 09:58