Anggota DPR: Ucapan Menkes Sangat Buruk, Dia Gagal Benahi Krisis Kesehatan

Anggota Komisi III DPR, M. Nasir Djamil/RMOL

Pernyataan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto yang menyebut masih banyak tenaga kesehatan cadangan sekitar 3.500 dokter hingga perawat untuk menangani pandemi Covid-19 di tanah air terus menuai kontroversi.

Anggota Komisi III DPR, M. Nasir Djamil menilai ucapan seorang menteri kabinet Presiden Joko Widodo seperti itu tidak etis. Pasalnya, ucapan tersebut seolah tidak menunjukkan empati kepada para tenaga medis yang telah gugur. 

"Ucapan Terawan bukanlah cara yang tepat dan cerdas. Pernyataan itu bisa diinterpretasi seolah-olah dokter itu barang yang ada di gudang," ujar Nasir Djamil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (15/9).

Menurut politisi PKS ini, komunikasi publik dari pembantu Presiden Jokowi itu sangat buruk terhadap para korban keganasan Covid-19 terutama para tenaga medis.

"Komunikasi publik sejumlah menteri di kabinet Jokowi sangat buruk dan kurang berempati dengan korban terutama para dokter," sesal Nasir Djamil.

Terawan, kata Nasir Djamil, telah gagal melakukan manejemen krisis kesehatan dalam penanganan pandemi Covid-19 di tanah air.

Alih-alih berupaya serius, mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto itu justru membuat pernyataan yang terkesan menyepelekan matinya seorang dokter yang menjadi garda terdepan menangani Covid-19.

"Dia gagal membenahi manajemen krisis dan mengatasi persoalan. Akibatnya masalah pandemi menempatkan tenaga kesehatan dalam bahaya dan keselamatan masyarakat pun makin terancam," tutup Nasir Djamil.

Menkes Terawan sebelumnya menyebutkan jumlah tenaga medis telah disiapkan untuk cadangan. Setidaknya sebanyak 3.500 dokter hingga 685 relawan dan 800 tenaga Nusantara Sehat siap dipanggil jika suatu saat benar-benar dibutuhkan menangani pandemi Covid-19.

"Yang sudah ditempatkan ada sebanyak 16.286 orang tersebar di rumah sakit Covid-19 dan laboratorium sarana kesehatan untuk melayani terkait Covid-19," kata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, Senin (14/9).

Kolom Komentar


Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020
Video

Tamu Al Fateh | Teguh Timur | CEO RMOL | Owner Malik Arslan | Jakarta | Indonesia | Al fateh carpets

Rabu, 23 September 2020

Artikel Lainnya

KKP Diminta Tidak Ragu Cabut Izin Eksportir Benih Lobster Pelanggar Hukum
Politik

KKP Diminta Tidak Ragu Cabut..

24 September 2020 06:37
Istana Merespons Gatot, Sebut Isu PKI Sengaja Didengungkan Jelang 30 September
Politik

Istana Merespons Gatot, Sebu..

24 September 2020 05:51
Pilkada 2020 Tidak Sensitif, Netfid: Nyawa Manusia Tidak Bisa Diganti!
Politik

Pilkada 2020 Tidak Sensitif,..

24 September 2020 05:32
Sudjiwo Tedjo: Mereka Yang Tak Mau Menunda Pilkada Tidak Yakin Kemampuan Pak Luhut?
Politik

Sudjiwo Tedjo: Mereka Yang T..

24 September 2020 04:41
Deklarasi KAMI Karawang Terganjal Izin, Syahganda: Pidato Gatot Sudah Dinanti Di Rengasdengklok
Politik

Deklarasi KAMI Karawang Terg..

24 September 2020 03:57
Fahira Idris: PR Nadiem Adalah Jadikan Mapel Sejarah Sebagai Penguat Pendidikan Karakter
Politik

Fahira Idris: PR Nadiem Adal..

24 September 2020 03:29
Jokowi Perlu Undang NU, Muhammadiyah Hingga Komnas HAM Untuk Bahas Pilkada 2020
Politik

Jokowi Perlu Undang NU, Muha..

24 September 2020 03:01
Di Tengah Pandemi, Khofifah Salurkan Beasiswa Rp 11,3 M Untuk 850 Guru Madrasah Diniyah
Politik

Di Tengah Pandemi, Khofifah ..

24 September 2020 02:13