Nasir Djamil: Kalau Polisi Tidak Gerak Cepat, Penusukan Syekh Ali Jaber Bisa Hilang Tanpa Bekas

Politisi PKS Muhammad Nasir Djamil/Net

Penusukan Syekh Ali Jaber di ruang terbuka oleh seorang pemuda asal Lampung, mengingatkan publik kepada kasus penusukan mantan Menkopolhukam Wiranto yang ditusuk di depan alun-alun Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten.

Politisi PKS Muhammad Nasir Djamil mengatakan kasus antara Wiranto dan Syeikh Ali Jaber berbeda. Jika Wiranto ditusuk oleh teroris, sedangkan Syeikh Ali Jaber ada sakit mental.

“Yang sama yang mana? Pelakunya kan beda. Satu dibilang teroris, satu lagi dibilang psikis,” kata Nasir Djamil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (15/9).

Nasir menyampaikan saat ini banyak spekulasi liar berkembang di masyarakat. Atas dasar tersebut, dia meminta agar aparat kepolisian segera mengusut tuntas sebagaimana keinginan Syeikh Ali Jaber yang ingin kasus tersebut diselesaikan dengan penegakan hukum.

“Yang penting saat ini jangan lagi banyak tafsir. Pelakunya sudah jelas, korbannya pun sudah meminta agar kasus ini diproses secara hukum dan terhormat,” ucapnya.

Menyinggung mengenai pelaku dengan nekat melakukan aksinya di ruang terbuka. Nasir menilai bahwa hal itu dilakukan agar memberikan daya kejut lebih besar terlebih menyasar kepada tokoh publik.

Namun, dia beranggapan banyaknya spekulasi masyarakat harus menjadi dorongan tegas bagi aparat kepolisian untuk dapat menuntaskan kasus tersebut.

“Jadi macam-macam lah persepsi, bisa jadi ingin mengalihkan isu soal Covid-19, soal PKI, dan soal lainnya," ujarnya.

"Karena itu jika aparat penegak hukum tidak cepat dan tepat menyelesaikan ini serta mendapatkan aktor intelektualnya, maka makin banyak spekulasi yang berkembang. Akhirnya peristiwa ini hilang tanpa bekas,” tandasnya.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Pengamat: Pilkada Sebaiknya Dilanjutkan, Karena Bisa Jadi Instrumen Ngerem Resesi
Politik

Pengamat: Pilkada Sebaiknya ..

23 September 2020 18:50
Lanjutkan Kepemimpinan Risma, Eri Cahyadi Fokus Tuntaskan Kemiskinan Berbasis Data
Politik

Lanjutkan Kepemimpinan Risma..

23 September 2020 18:29
Fraksi PAN Sepakat Pilkada Dilanjutkan, Tapi Dengan Empat Syarat
Politik

Fraksi PAN Sepakat Pilkada D..

23 September 2020 18:24
KAMI Serukan Masyarakat Indonesia Turunkan Bendera Setengah Tiang Pada 30 September
Politik

KAMI Serukan Masyarakat Indo..

23 September 2020 18:06
Terganjal Keabsahan Ijazah, 1 Bapaslon Gagal Jadi Peserta Pilkada Merauke 2020
Politik

Terganjal Keabsahan Ijazah, ..

23 September 2020 17:53
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, PAN Minta Jokowi Buka Opsi Tunda Pilkada
Politik

Kasus Covid-19 Terus Meningk..

23 September 2020 17:40
Sudirman Said: Kita Gak Punya Ruang Untuk Bicara Hal Lain, Karena Jargon Politik Mewarnai Seluruh Diskursus
Politik

Sudirman Said: Kita Gak Puny..

23 September 2020 17:40
Prihatin Kebangkitan Komunis, Presidium KAMI Surati Presiden Jokowi, Layangkan Tiga Tuntutan
Politik

Prihatin Kebangkitan Komunis..

23 September 2020 17:39