Protes Namanya Ditiru, Kaukus Anak Muda Indonesia (KAMI) Kirim Karangan Bunga Ke Istana Negara

Kaukus Anak Muda Indonesia/Net

Sebulan pasca deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), terpampang sebuah karangan bunga dari organisasi yang juga mengatasnamakan KAMI di depan Istana Negara sebagai bentuk dukungan untuk pemerintahan Jokowi-Maruf.

KAMI yang tertulis di karangan bunga tersebut merupakan kepanjangan dari Kaukus Anak Muda Indonesia yang diketuai oleh Abdul Rosyid T. Walid.

Saat dikonfirmasi Kantor Berita Politik RMOL, Abdul Rosyid membenarkan mengirimkan karangan bunga yang diletakkan di depan Istana Negara, Jakarta pada Selasa (15/9).

"Iya benar, sebagai dukungan dan support dari KAMI kepada kebijakan Pak Jokowi hari ini, dan fokus kinerja Pak Jokowi jangan sampai tidak dijalankan sama daerah. Kami minta juga kepada elit-elit politik jangan gaduh," ujar Abdul Rosyid.

Selain itu, kata dia, kiriman karangan bunga itu juga bertujuan untuk menjelaskan bahwa KAMI dengan kepanjangan Kaukus Anak Muda Indonesia tetap mendukung Presiden Jokowi. Hal ini lantaran adanya KAMI baru yang selalu menyampaikan hal negatif untuk Presiden Jokowi.

"KAMI merupakan organisasi resmi terdaftar di Menkumham dan juga relawan Pak Jokowi sewaktu Pilpres 2019 lalu, untuk itu KAMI siap mengawal dan mendukung kebijakan pemerintah dalam mewujudkan Indonesia maju," jelasnya.

Rosyid pun mempermasalahkan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia yang juga menamakan diri sebagai KAMI. Padahal kata Rosyid, KAMI yang dibentuknya telah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dengan nomor AHU 0003 249.AH.01.07 tahun 2020 yang ditetapkan pada 9 April 2020.

Lebih lanjut, Rosyid berpesan kepada pemerintah untuk mengoptimalkan fungsi BUMN dan UMKM di tengah ancaman resesi dampak dari pandemi Covid19 yang sedang melanda indonesia.

"PSBB merupakan salah satu indikator kuat Indonesia masuk kedalam jurang resesi untuk itu KAMI berharap pemerintah daerah harus selaras dengan pemerintah pusat dalam mengambil kebijakan jika tidak ini bisa sangat berbahaya bagi bangsa maupun negara kita kedepan," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

KKP Diminta Tidak Ragu Cabut Izin Eksportir Benih Lobster Pelanggar Hukum
Politik

KKP Diminta Tidak Ragu Cabut..

24 September 2020 06:37
Istana Merespons Gatot, Sebut Isu PKI Sengaja Didengungkan Jelang 30 September
Politik

Istana Merespons Gatot, Sebu..

24 September 2020 05:51
Pilkada 2020 Tidak Sensitif, Netfid: Nyawa Manusia Tidak Bisa Diganti!
Politik

Pilkada 2020 Tidak Sensitif,..

24 September 2020 05:32
Sudjiwo Tedjo: Mereka Yang Tak Mau Menunda Pilkada Tidak Yakin Kemampuan Pak Luhut?
Politik

Sudjiwo Tedjo: Mereka Yang T..

24 September 2020 04:41
Deklarasi KAMI Karawang Terganjal Izin, Syahganda: Pidato Gatot Sudah Dinanti Di Rengasdengklok
Politik

Deklarasi KAMI Karawang Terg..

24 September 2020 03:57
Fahira Idris: PR Nadiem Adalah Jadikan Mapel Sejarah Sebagai Penguat Pendidikan Karakter
Politik

Fahira Idris: PR Nadiem Adal..

24 September 2020 03:29
Jokowi Perlu Undang NU, Muhammadiyah Hingga Komnas HAM Untuk Bahas Pilkada 2020
Politik

Jokowi Perlu Undang NU, Muha..

24 September 2020 03:01
Di Tengah Pandemi, Khofifah Salurkan Beasiswa Rp 11,3 M Untuk 850 Guru Madrasah Diniyah
Politik

Di Tengah Pandemi, Khofifah ..

24 September 2020 02:13