Pemerintah Didesak Tetapkan Standar Harga Swab Test Agar Tidak Dikomersialisasi

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon saat menjalani swab tes/Net

Swab rest merupakan salah satu kunci untuk menekan laju penyebaran Covid-19.  Karena itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan diminta segera menetapkan standarisasi harga test swab mandiri di semua rumah sakit (RS).

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menyebutkan, pentingnya standarisasi harga ini lantaran biaya swab test sangat mungkin dikomersilkan untuk mencari keuntungan yang besar.

"Karena test adalah kunci deteksi corona baiknya pemerintah @KemenkesRI segera keluarkan aturan standarnisasi harga SWAB Mandiri. Buat terjangkau dan harganya sama disemua RS," ujar Jansen Sitindaon di akun Twitter pribadinya, Selasa (15/9).

"Orang secara sadar sudah mau test dirinya, malah mahal sekali. Kemarin saya swab kena Rp 2,4 juta," imbuhnya sambil menyertakan foto saat dia menjalani swab tes.

Jansen mengatakan, pentingnya standarisasi swab test ini sama halnya dengan harga rapid test yang sempat dikomersialisasi secara suka-suka oleh pihak-pihak tertentu yang mengambil keuntungan.

Namun, hal itu bisa ditahan lantaran Kemenkes telah mengeluarkan standarisasi harga maksimum Rp 150 ribu.

"Dulu harga Rapid juga gila-gilaan. Komersil. Sebelum diatur Rp 150 ribu. Bagi yang terpaksa tetap aktivitas keluar rumah di masa Covid-19 melakukan swab adalah bagian dari tanggung jawab sosialnya kepada lingkungan, keluarga bahkan negara. Agar tidak jadi pembawa virus. Harusnya harganya terjangkau," tuturnya.

Menurut Jansen, dalam rangka menghadapi pandemik Covid-19 ini pembagian tugas antara pemerintah dan rakyat harus diterapkan yakni tugas pemerintah 3T: test, tracing dan treatment. Tugas rakyat 3M: menjaga jarak, masker, mencuci tangan.

"Jika swab murah maka rakyat bisa lakukan M ke 4: melakukan test. Inilah jalan menyelamatkan keluarga, teman, dari penularan dan ringankan beban negara melakukan tracing," tekannya.

Jansen menegaskan, datangnya pandemi Covid-19 ini tiba-tiba, hal yang mengangetkan semua pihak. Tidak hanya rakyat termasuk pemerintah pun gugup. Karena itu, dibutuhkan pembenahan di semua lini.

"Termasuk soal harga Swab yang mahal sekali ini. Jadi mari kita benahi dan cari solusinya. Demi kebaikan bersama. Pemerintah memimpin kami rakyat ikut," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Demo Terus Berlanjut, Haris Rusly: Gerakan Mahasiswa Mengkristal, Konsolidasi Dipusatkan Di Kampus-kampus
Politik

Demo Terus Berlanjut, Haris ..

28 Oktober 2020 12:15
Jika Terpilih Jadi Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan Akan Gratiskan Seragam Sekolah
Politik

Jika Terpilih Jadi Gubernur ..

28 Oktober 2020 11:57
Ragu November Vaksinasi Massal, Saleh Daulay: Barangnya Tidak Ada, Mau Disuntikkan Apa?
Politik

Ragu November Vaksinasi Mass..

28 Oktober 2020 11:41
Kehadiran UU Cipta Kerja Justru Mempermudah Proses Perizinan Usaha
Politik

Kehadiran UU Cipta Kerja Jus..

28 Oktober 2020 10:59
Saleh Daulay: Siapa Penanggung Jawab Vaksin, Erick, Terawan Atau Luhut?
Politik

Saleh Daulay: Siapa Penanggu..

28 Oktober 2020 10:58
Waketum PAN Desak Presiden Macron Cabut Pernyataan Dan Minta Maaf
Politik

Waketum PAN Desak Presiden M..

28 Oktober 2020 10:45
Anies Baswedan: Libur Panjang Memang Menggoda, Tapi Jangan Sia-siakan Upaya Kita Bersama
Politik

Anies Baswedan: Libur Panjan..

28 Oktober 2020 10:19
PP IPHI Ajak Puluhan Juta Alumni Dan Calon Haji Boikot Produk Prancis
Politik

PP IPHI Ajak Puluhan Juta Al..

28 Oktober 2020 09:58