Jokowi Apresiasi Usulan Lemhanas Terkait Budaya Pertanian Berbasis Mekanisasi Modern

Presiden Jokowi dan delegasi Lemhannas RI/Ist

Presiden Joko Widodo menyambut baik usulan Gubernur Lemhana RI Letjen TNI (pur) Agus Widjojo mengubah budaya pertanian kita menuju mekanisasi yang modern.

Tujuannya agar dapat berkompetisi secara global dengan membuka lumbung pangan atau food estate dengan didukung sumber daya yang kompetitif termasuk generasi Milenial.

Usulan itu disampaikan oleh Gubernur Lemhanas saat bertemu langsung Presiden Jokowi di Istana Bogor, Selasa (15/9).

"Usulan tersebut merupakan hasil kajian ketahanan pangan Lemhannas RI dan para pakar di bidangnya sesuai dengan kaidah pengkajian Lemhannas yang diselenggarakan pada dua bulan terakhir," demikian kata Agus, Selasa (15/9).

Agus menjelaskan bahwa food estate dapat mendorong terciptanya rantai ekonomi yang menghasilkan nilai tambah dan menyerap tenaga kerja.

Dengan demikian, food estate perlu didukung pembiayaan pertanian yang feasible dan digitalisasi pasar. Selain itu diperlukan big data untuk peta pangan nasional yang terintegrasi dari hulu seperti benih, pupuk, obat-obatan, sumber daya manusia, ketersediaan lahan yang sesuai, pengairan, alat dan mesin pertanian sampai hilir seperti peta kuliner nasional dan global.

"Mengkolaborasikan Peta pangan nasional tersebut harus berbasis pada keunggulaan kompetitif bagi komoditas unggulan lokal yang berorientasi pasar baik dalam negeri maupun ekspor sehingga menciptakan proses bisnis yang berkelanjutan bagi setiap stakeholders," demikian uraian Agus.

Hadir dalam Tim Kajian adalah Prof. DR. Ir. Dadan Umar Daihani DEA selaku Tenaga Profesional Bidang SKA dan Tannas Lemahannas RI dan Ketua  IKAL PPSA XXI Komjen (Pur) Arif Wachjunadi.

Turut hadir pula Ketua KPK Komjen Firli Bahuri, Wagub Lemhanas RI, Marsdya TNI Wieko Syofyan, Pangkostrad Letjen TNI Eko Margiyono dan Sekjen Kemhan Marsdya TNI Donny Ermawan. Dalam pertemuan itu juga hadir Deputi Pengkajian Lemhannas RI, Prof DR Ir Reni Maryerni MP dan Tenaga Profesional Bidang  SKA Lemhannas, Edi Permadi.

Kolom Komentar


Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020
Video

Tamu Al Fateh | Teguh Timur | CEO RMOL | Owner Malik Arslan | Jakarta | Indonesia | Al fateh carpets

Rabu, 23 September 2020

Artikel Lainnya

KKP Diminta Tidak Ragu Cabut Izin Eksportir Benih Lobster Pelanggar Hukum
Politik

KKP Diminta Tidak Ragu Cabut..

24 September 2020 06:37
Istana Merespons Gatot, Sebut Isu PKI Sengaja Didengungkan Jelang 30 September
Politik

Istana Merespons Gatot, Sebu..

24 September 2020 05:51
Pilkada 2020 Tidak Sensitif, Netfid: Nyawa Manusia Tidak Bisa Diganti!
Politik

Pilkada 2020 Tidak Sensitif,..

24 September 2020 05:32
Sudjiwo Tedjo: Mereka Yang Tak Mau Menunda Pilkada Tidak Yakin Kemampuan Pak Luhut?
Politik

Sudjiwo Tedjo: Mereka Yang T..

24 September 2020 04:41
Deklarasi KAMI Karawang Terganjal Izin, Syahganda: Pidato Gatot Sudah Dinanti Di Rengasdengklok
Politik

Deklarasi KAMI Karawang Terg..

24 September 2020 03:57
Fahira Idris: PR Nadiem Adalah Jadikan Mapel Sejarah Sebagai Penguat Pendidikan Karakter
Politik

Fahira Idris: PR Nadiem Adal..

24 September 2020 03:29
Jokowi Perlu Undang NU, Muhammadiyah Hingga Komnas HAM Untuk Bahas Pilkada 2020
Politik

Jokowi Perlu Undang NU, Muha..

24 September 2020 03:01
Di Tengah Pandemi, Khofifah Salurkan Beasiswa Rp 11,3 M Untuk 850 Guru Madrasah Diniyah
Politik

Di Tengah Pandemi, Khofifah ..

24 September 2020 02:13