LP3ES: 34 Juta Orang Berpotensi Terpapar Covid-19 Jika Pilkada Tetap Diselenggarakan Pada 9 Desember

Director Center for Media and Democracy LP3ES, Wijayanto/Net

Puluhan juta orang berpotensi terpapar Covid-19 jika pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 tetap diselenggarakan di tengah meningkatnya kasus positif Covid-19.

Hal itu diungkapkan oleh Director Center for Media and Democracy LP3ES, Wijayanto diacara diskusi virtual bertajuk "Politik Uang dalam Pilkada di Masa Pandemi" yang diselenggarakan oleh LP3ES, Rabu (16/9).

Wijoyanto membeberkan riset dari Mujani 2020 yang menyatakan ada dua titik bahaya Covid-19 dalam tahapan pilkada 2020. Yakni, pada masa kampanye yang berlangsung selama 71 hari sejak 26 September hingga 5 Desember, dan pada hari pencoblosan pada 9 Desember 2020 nanti.

Sebanyak 60 dari 1.470 bakal calon terindikasi positif covid-19 yang tersebar di 21 provinsi dari 32 provinsi

"Dua tahapan ini berpotensi menjadi bom atom kasus Covid-19 di Indonesia. Jika bom atom ini meledak, maka dipastikan akan terjadi ledakan nuklir kasus Covid-19 pada akhir 2020, Natal dan tahun baru dalam duka. Kapasitas RS pasti tidak akan cukup," ujar Wijoyanto.

Wijoyanto pun membeberkan hitung-hitungan dari riset Mujani 2020 yang menampilkan berapa banyak orang yang akan terpapar Covid-19 jika pilkada tetap dilaksanakan secara langsung.

"Jadi pilkada menjadi super big spreade dari Covid-19 ini. Potensi melahirkan titik kerumunan karena ada jumlah 734 pasangan calon. Kalau dikali dua maka ada 1.468 titik calon kampanye rapat umum dan temu terbatas. Kalau ada 10 titik perhari maka dalam 71 hari dikalikan dengan calon maka ada 1.042.280 titik penyebaran Covid-19," jelasnya.

Selain itu kata Wijoyanto, jumlah orang yang terlibat jika diestimasi sebanyak 100 orang, maka total sebanyak 104.228.000. Sehingga, jika 19 persen saja terkena Covid-19, maka potensial ada 10.803.320 orang yang terkena Covid-19.

"Bisa kita bayangkan ya kengeriannya. Lalu kemudian, potensi melahirkan titik kerumunan misalnya 305 ribu titik yang estimasii jumlah TPS dalam pilkada serentak 9 Desember 2020 ya pada hari H pencoblosannya," katanya.

Sehingga hitung-hitungannya orang yang berpotensi terpapar Covid-19 pada hari H pencoblosan yakni jika pemilih partisipasinya 77,5 persen, maka dikali 106 juta pemiliih hasilnya adalah 82.150.000 orang.

Jika 19 persen terpapar Covid-19, maka sebanyak 15.608.500 orang terpapar virus corona.

"Jadi tinggal kita hitung 19 juta dan 15 juta jadi 34 juta orang yang potensial tuh (terpapar virus corona)," demikian Wijoyanto.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Pengamat: Pilkada Sebaiknya Dilanjutkan, Karena Bisa Jadi Instrumen Ngerem Resesi
Politik

Pengamat: Pilkada Sebaiknya ..

23 September 2020 18:50
Lanjutkan Kepemimpinan Risma, Eri Cahyadi Fokus Tuntaskan Kemiskinan Berbasis Data
Politik

Lanjutkan Kepemimpinan Risma..

23 September 2020 18:29
Fraksi PAN Sepakat Pilkada Dilanjutkan, Tapi Dengan Empat Syarat
Politik

Fraksi PAN Sepakat Pilkada D..

23 September 2020 18:24
KAMI Serukan Masyarakat Indonesia Turunkan Bendera Setengah Tiang Pada 30 September
Politik

KAMI Serukan Masyarakat Indo..

23 September 2020 18:06
Terganjal Keabsahan Ijazah, 1 Bapaslon Gagal Jadi Peserta Pilkada Merauke 2020
Politik

Terganjal Keabsahan Ijazah, ..

23 September 2020 17:53
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, PAN Minta Jokowi Buka Opsi Tunda Pilkada
Politik

Kasus Covid-19 Terus Meningk..

23 September 2020 17:40
Sudirman Said: Kita Gak Punya Ruang Untuk Bicara Hal Lain, Karena Jargon Politik Mewarnai Seluruh Diskursus
Politik

Sudirman Said: Kita Gak Puny..

23 September 2020 17:40
Prihatin Kebangkitan Komunis, Presidium KAMI Surati Presiden Jokowi, Layangkan Tiga Tuntutan
Politik

Prihatin Kebangkitan Komunis..

23 September 2020 17:39