Demokrat: Pam Swakarsa Kontraproduktif!

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra/Repro

Langkah Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang telah menerbitkan aturan baru terkait pembentukan Pengamanan Swakarsa (Pam Swakarsa) dinilai kontraproduktif.

Pasalnya, keinginan pemerintah untuk menjaga demokrasi menjadi bias ditengah situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Demikian disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra saat mengisi webinar Proklamasi Demokrasi Forum seri-ke 4 (PDF-4) DPP Partai Demokrat bertajuk "Menjaga Demokrasi Kita Di Masa Pandemi" pada Rabu malam (16/9).

"Mengadakan Pam Swakarsa dalam pengamanan terkait dengan pandemi ini kan suatu langkah yang kontradiktif. Satu sisi kita bicara menjaga demokrasi kita ingin menyelesaikan masalah pandemi tapi disisi yang lain kok tindakan dan kebijakan di lapangan ini seakan bertentangan dengan demokrasi," ujar Herzaky.

Politisi muda Partai Demokrat ini menegaskan, pihaknya akan berupaya untuk menjaga demokrasi di Indonesia tetap damai dan tidak anarkis. 

"Sehingga kami sebagai Partai Demokrat tentu saja ini sesuai dengan manifestasi yang disampaikan Pak SBY dalam beberapa kesempatan. Kita akan berusaha agar demokrasi makin damai dan tidak anarkis," pungkasnya.

Sekadar informasi, Kapolri Jenderal Idham Azis meneken Peraturan Kapolri 4/2020 tentang Pengamanan Swakarsa atau Pam Swakarsa, pada 4 Agustus 2020 lalu.

Pada Perkap Kapolri itu, pengamanan disebutkan sebagai pengemban fungsi kepolisian yang diadakan atas kemauan, kesadaran, dan kepentingan masyarakat sendiri yang kemudian memperoleh pengukuhan dari Polri. Mereka terdiri dari Satuan Pengamanan alias Satpam dan Satuan Keamanan Lingkungan atau Satkamling.

Terdapat pengamanan yang berasal dari pranata sosial/kearifan lokal. Pam Swakarsa bisa berupa Pecalang di Bali; Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, Siswa Bhayangkara dan Mahasiswa Bhayangkara.

Penetapan Satpam dan Satkamling menjadi Pengamanan ini juga merombak sistem Satpam. Mulai dari perubahan seragamnya yang biasanya berwarna putih biru atau biru gelap ke cokelat mirip dengan seragam dinas kepolisian. 

Pam Swakarsa ini masih melekat dalam memori publik saat reformasi 1998 silam. Pam Swakarsa merupakan kelompok sipil bersenjata tajam yang dibentuk oleh ABRI untuk membendung aksi mahasiswa sekaligus mendukung Sidang Istimewa MPR (SI MPR) tahun 1998. Pam Swakarsa kerap terlibat bentrok dengan mahasiswa yang berakhir dengan Tragedi Semanggi.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Pengamat: Pilkada Sebaiknya Dilanjutkan, Karena Bisa Jadi Instrumen Ngerem Resesi
Politik

Pengamat: Pilkada Sebaiknya ..

23 September 2020 18:50
Lanjutkan Kepemimpinan Risma, Eri Cahyadi Fokus Tuntaskan Kemiskinan Berbasis Data
Politik

Lanjutkan Kepemimpinan Risma..

23 September 2020 18:29
Fraksi PAN Sepakat Pilkada Dilanjutkan, Tapi Dengan Empat Syarat
Politik

Fraksi PAN Sepakat Pilkada D..

23 September 2020 18:24
KAMI Serukan Masyarakat Indonesia Turunkan Bendera Setengah Tiang Pada 30 September
Politik

KAMI Serukan Masyarakat Indo..

23 September 2020 18:06
Terganjal Keabsahan Ijazah, 1 Bapaslon Gagal Jadi Peserta Pilkada Merauke 2020
Politik

Terganjal Keabsahan Ijazah, ..

23 September 2020 17:53
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, PAN Minta Jokowi Buka Opsi Tunda Pilkada
Politik

Kasus Covid-19 Terus Meningk..

23 September 2020 17:40
Sudirman Said: Kita Gak Punya Ruang Untuk Bicara Hal Lain, Karena Jargon Politik Mewarnai Seluruh Diskursus
Politik

Sudirman Said: Kita Gak Puny..

23 September 2020 17:40
Prihatin Kebangkitan Komunis, Presidium KAMI Surati Presiden Jokowi, Layangkan Tiga Tuntutan
Politik

Prihatin Kebangkitan Komunis..

23 September 2020 17:39