Rizal Ramli: Ketika Kaum Intelektual Membenarkan Ketidakadilan, Kemiskinan Struktural Akan Meningkat

Ekonom senior Dr. Rizal Ramli/Net

Sebuah negara demokrasi harus bisa menerima kritikan. Kaum intelektual mesti terdepan mengingatkan pemerintah soal ketidakadialan.

Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur, Dr. Rizal Ramli memberikan kalimat pengingat kepada bangsa Indonesia yang menganut sistem demokratis.

Melalui akun Twitter-nya, Kamis (17/9), ekonom senior ini mengunggah foto kutipannya untuk menyentil pemerintah.

"Di dalam rezim neo-otoritarian, ketika para intelektual membenarkan penipuan dan ketidakadilan, serta media mainstream menjadi megafon dari status quo, ketimpangan ekonomi dan kemiskinan struktural akan meningkat," unggahnya.

Beberapa waktu terakhir muncul berbagai pandangan yang menyatakan Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, berada dalam gaya baru otoritarianisme, di mana suatu kekuasaan politik tersentralisasi pada pemimpin.

Direktur Center for Media and Democracy LP3S, Wijayanto mengatakan, Indonesia sudah memenuhi empat indikator yang menyatakan suatu negara atau pemerintahan disebut sebagai otoriter.

Pertama adalah ketika Jokowi menginstruksikan kepala daerah hingga tentara untuk mengampanyekan kebijakan pemerintah untuk menangkal kebijakan palsu sebelum Pilpres 2019. Hal tersebut tidak sesuai dengan aturan demokrasi.

Selanjutnya adalah memberantas oposisi, di mana beberapa partai oposisi pada akhirnya masuk ke dalam pemerintahan sehingga terjadi ketimpangan antara oposisi dan koalisi.

Pandangan rezim otoriter pada pemerintahan menjadi kuat ketika parpol pendukung Jokowi berusaha mengamandemen UUD yang memungkinkan presiden menjabat tiga periode.

Selanjutnya, sejauh dua tahun terakhir, pemerintah mudah melakukan intervensi atas kebebasan akademik. Seperti ketika Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi mengimbau rektor agar tidak mengizinkan para mahasiswa dan dosennya untuk turun ke jalan melakukan aksi demo.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Menurut Fadli Zon, Draf Omnibus Law Yang Diterima DPR Merupakan Barang Hampir Jadi
Politik

Menurut Fadli Zon, Draf Omni..

22 Oktober 2020 18:53
Ketum Hipmi: UU Cipta Kerja Bawa Indonesia Keluar Dari Jebakan Negara Berpenghasilan Menengah
Politik

Ketum Hipmi: UU Cipta Kerja ..

22 Oktober 2020 18:31
Jika Biden Terpilih, Bagaimana Sikap Amerika Ke China?
Politik

Jika Biden Terpilih, Bagaima..

22 Oktober 2020 18:30
Ahli Epidemiologi: Vaksinasi Harus Tetap Jalan, Jangan Ada Hambatan!
Politik

Ahli Epidemiologi: Vaksinasi..

22 Oktober 2020 18:00
Fadli Zon: Rezim Sekarang Kembali Ke Otoritarianisme, Legislatif Tidak Jalan Sebagai 'Oposisi'
Politik

Fadli Zon: Rezim Sekarang Ke..

22 Oktober 2020 17:46
Sepanjang Tidak Dipaksakan, PWNU Aceh Sepakat Dengan Kemenag Soal Materi Khutbah Jumat
Politik

Sepanjang Tidak Dipaksakan, ..

22 Oktober 2020 17:40
Energy Watch: Hilirisasi Nikel Jadi Langkah Strategis Industri Minerba Indonesia
Politik

Energy Watch: Hilirisasi Nik..

22 Oktober 2020 17:32
Rapat DPRD Di Puncak Dipersoalkan Bupati Bogor, Ini Tanggapan Wagub DKI
Politik

Rapat DPRD Di Puncak Diperso..

22 Oktober 2020 17:22