Diduga Pidana, Komisi III Minta Bareskrim Ungkap Aktor Intelektual Kebakaran Gedung Kejagung

Anggota Komisi III DPR, Aboe Bakar Al-Habsyi/Net

Kesimpulan Labfor Bareskrim Polri tentang sumber api yang membakar Gedung Kejagung berasal dari open flame, semakin mengindikasikan bahwa kebakaran diduga karena ada unsur kesengajaan.

Karena itu, Bareskrim Polri meningkatkan ke tahap penyidikan lantaran didapati unsur pidana.

Demikian disampaikan anggota Komisi III DPR, Aboe Bakar Al-Habsyi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (18/9).

"Sungguh mengejutkan saya, hasil kajian mereka yang mengungkapkan bahwa sumber api yang membakar gedung Kejagung berasal dari open flame. Tentunya ini memiliki konsekuensi yang panjang, artinya kebakaran kantor Kejagung ada unsur kesengajaan," ujar Aboe Bakar.

"Berarti pula ada unsur pidana dalam kebakaran tersebut. Tentunya Bareskrim harus menindaklanjuti kesimpulan tersebut dengan langkah penyidikan," sambung politisi senior PKS ini.

Aboe Bakar memahami bahwa Bareskrim memiliki tantangan berat yang harus dihadapi dalam mengungkap kasus ini. Karena harus mampu mengungkap fakta yang terjadi dan membongkar motif pembakaran Gedung Kejaksaan tersebut.
 
"Perkara ini bukan main-main, karena banyak terselip rumor skandal penegakan hukum dibalik kebakaran Gedung Kejaksaan Agung tersebut. Ini adalah terkait marwah penegakan hukum di Indonesia," kata Aboe Bakar.

"Jangan sampai ada yang berkesimpulan kejadian ini adalah upaya untuk mengubur skandal besar penegakan hukum," imbuhnya.

Oleh karena itu, Aboe Bakar berharap Bareskrim Polri dapat bekerja optimal dalam membongkar skandal kebakaran Gedung Kejagung ini.

"Kita support mereka untuk mengungkap siapa saja pelakunya, apa motifnya, dan jika mungkin ada aktor intelektualnya. Semua harus diurai sampai dengan ke akarnya. Tindakan yang secara sengaja membakar Gedung penegak hukum adalah perbuatan terkutuk yang harus disanksi secara tegas," tandasnya.

"Jika tidak, ini akan menjadi preseden buruk penegakan hukum di Indonesia," demikian Aboe Bakar.

Penyebab kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung dinyatakan bukan karena hubungan arus pendek. Kebakaran diduga disebabkan open flame atau nyala api terbuka. Api pertama kali berasal dari ruang rapat Biro Kepegawaian yang berada di lantai 6 Gedung Utama Kejagung yang kemudian menjalar ke ruangan dan lantai lain.

"Berdasarkan hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) Puslabfor sumber api diduga bukan karena hubungan arus pendek, namun diduga karena open flame atau nyala api terbuka," ujar Kabareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit saat jumpa pers, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (17/9).

Bareskrim Polri menyimpulkan peristiwa kebakaran Gedung Kejaksaan Agung terdapat unsur pidana. Karena itu, kasusnya pun akhirnya ditingkatkan ke penyidikan.

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Politisi PDIP: Harus Diakui Janji Jokowi Soal Lapangan Kerja Belum Memuaskan Semua Pihak
Politik

Politisi PDIP: Harus Diakui ..

21 Oktober 2020 18:12
Survei Indokator: Tingkat Kepuasan Kinerja Pemerintah Jokowi Per September Capai 66 Persen
Politik

Survei Indokator: Tingkat Ke..

21 Oktober 2020 18:07
Bertemu Jokowi Di Istana, PP Muhammadiyah Usul UU Ciptaker Ditunda
Politik

Bertemu Jokowi Di Istana, PP..

21 Oktober 2020 17:54
Menurut Ace Hasan, Kebijakan Jokowi-Maruf Terbitkan Perppu Pastikan Penanganan Covid-19 Efektif
Politik

Menurut Ace Hasan, Kebijakan..

21 Oktober 2020 17:45
Dua Mantan Menteri Jokowi Kopdar, Kangen-kangenan Hingga Diskusi Ringan Soal Bangsa
Politik

Dua Mantan Menteri Jokowi Ko..

21 Oktober 2020 17:26
Relawan: Periode Kedua Pemerintahan Jokowi Rusak, Harus Segera Reshuffle Menteri
Politik

Relawan: Periode Kedua Pemer..

21 Oktober 2020 17:19
HUT Ke 56 Golkar, Kepala Daerah Yakin Teknologi Digital Beri Kemudahan Pelayanan Publik
Politik

HUT Ke 56 Golkar, Kepala Dae..

21 Oktober 2020 16:45
Komisi IX DPR: Vaksinasi Covid-19 Harus Transparan Karena Pakai Uang Rakyat
Politik

Komisi IX DPR: Vaksinasi Cov..

21 Oktober 2020 16:42