Kerja Cepat Bareskrim Dalam Kasus Kebakaran Gedung Kejagung Diapresiasi Korona Watch

Ketua Korupsi Nasional Watch (Korona Watch), Fadli Rumakefing/Net

Kerja cepat tim gabungan pengungkap fakta di balik kebakaran gedung Kejaksaan Agung di bawah Bareskrim Polri mendapat apresiasi Ketua Korupsi Nasional Watch (Korona Watch), Fadli Rumakefing.

Seperti dikatakan Kabareskrim, Komjen Listyo Sigit Prabowo, ada dugaan unsur kesengajaan yang membuat gedung utama salah satu lembaga penegak hukum itu habis dilalap si jago merah.

“Kami harap penyidikan yang dilakukan oleh tim gabungan untuk mengungkap fakta di balik insiden terbakarnya gedung Kejagung RI tidak hanya menemukan tersangka-tersangka yang dijadikan sebagai pion dalam kasus tersebut. Akan tetapi bongkar siapa otak intelektual pembakaran rumah penegak hukum itu,” tegas Fadli.

Menurut Fadli, kebakaran gedung Kejaksaan Agung itu tidak bisa dipisahkan dari rentenan penanganan kasus hukum di lembaga yang kini dipimpin oleh ST Burhanuddin itu. Salah satunya adalah kubangan kasus yang menyeret nama Djoko Soegiarto Tjandra dan Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

“Insiden terbakarnya gedung utama Kejagung ini tentu tidak terlepas dari berbagai kasus-kasus besar yang sedang diproses oleh Kejagung. Dan juga yang jauh lebih penting adalah kasus Djoko Tjandra yang menyeret oknum-oknum penegak hukum Kejaksaan Agung dan Kepolisian,” ucap Fadli, melalui keterangannya, Jumat (18/9).

Selain itu, Fadli juga menduga insiden kebakaran gedung utama Kejagung RI tersebut merupakan kamuflase yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.

“Dari awal kami sudah menganalisis bahwa kebakaran gedung utama Kejagung ini semacam ada unsur kesengajaan yang terencana, sistematis, dan dapat dipastikan bahwa oknum-oknumnya sangat terlatih,” bebernya.

Untuk diketahui, Kabareskrim menyatakan bahwa kejadian terbakarnya gedung Kejaksaan Agung RI masuk ke dalam peristiwa pidana. Kesimpulan itu diperoleh dari beberapa temuan di lokasi kejadian, serta pemeriksaan terhadap 131 orang saksi.

“Dan beberapa dilakukan pendalaman kemudian mendapatkan keterangan yang kami butuhkan proses selanjutnya, maka peristiwa yang terjadi sementara penyidik berkesimpulan dapat dugaan peristiwa pidana,” ujar Listyo dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (17/9).

Dari hasil pemeriksaan, Listyo juga menyebut dugaan penyebab sementara kebakaran di Kejaksaan Agung terjadi lantaran nyala api terbuka. Hasil itu didapatkan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sebanyak enam kali.

“Puslabfor menyimpulkan bahwa sumber api bukan karena arus pendek, tapi karena nyala api terbuka,” kata Listyo.

Ia juga menyebut, bahwa munculnya api diduga berasal dari ruang rapat biro kepegawaian di lantai enam gedung utama, dan kemudian menjalar ke ruangan lain.

“Yang api dipercepat terjadi karena adanya akseleran pada lapisan luar gedung dan ada beberapa cairan minyak yang mengandung senyawa hidrokarbon, dan kondisi gedung yang hanya disekat oleh bahan mudah terbakar dan mempercepat proses,” imbuhnya.

Status kasus ini pun kini telah dinaikkan dari penyelidikan menjadi penyidikan. Listyo Sigit mengatakan, dugaan pasal yang digunakan adalah Pasal 187 dan Pasal 188 KUHP.

“Sepakat meningkatkan penyelidikan menjadi penyidikan, dengan dugaan Pasal 187 KUHP di mana barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran dengan hukuman paling lama 12 sampai 15 tahun penjara. Kemudian Pasal 188 barang siapa menyebabkan kebakaran akan dihukum maksimal 5 tahun,” tutupnya.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Menurut Fadli Zon, Draf Omnibus Law Yang Diterima DPR Merupakan Barang Hampir Jadi
Politik

Menurut Fadli Zon, Draf Omni..

22 Oktober 2020 18:53
Ketum Hipmi: UU Cipta Kerja Bawa Indonesia Keluar Dari Jebakan Negara Berpenghasilan Menengah
Politik

Ketum Hipmi: UU Cipta Kerja ..

22 Oktober 2020 18:31
Jika Biden Terpilih, Bagaimana Sikap Amerika Ke China?
Politik

Jika Biden Terpilih, Bagaima..

22 Oktober 2020 18:30
Ahli Epidemiologi: Vaksinasi Harus Tetap Jalan, Jangan Ada Hambatan!
Politik

Ahli Epidemiologi: Vaksinasi..

22 Oktober 2020 18:00
Fadli Zon: Rezim Sekarang Kembali Ke Otoritarianisme, Legislatif Tidak Jalan Sebagai 'Oposisi'
Politik

Fadli Zon: Rezim Sekarang Ke..

22 Oktober 2020 17:46
Sepanjang Tidak Dipaksakan, PWNU Aceh Sepakat Dengan Kemenag Soal Materi Khutbah Jumat
Politik

Sepanjang Tidak Dipaksakan, ..

22 Oktober 2020 17:40
Energy Watch: Hilirisasi Nikel Jadi Langkah Strategis Industri Minerba Indonesia
Politik

Energy Watch: Hilirisasi Nik..

22 Oktober 2020 17:32
Rapat DPRD Di Puncak Dipersoalkan Bupati Bogor, Ini Tanggapan Wagub DKI
Politik

Rapat DPRD Di Puncak Diperso..

22 Oktober 2020 17:22