Nadiem Akan Hapus Pelajaran Sejarah Di SMA, Tsamara Amany: Tidak Setuju, Harusnya Diperbaiki!

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany/Net

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim kembali menuai kontroversi, setelah mengeluarkan kebijakan baru mengenai penghapusan sejarah sebagai mata pelajaran (Mapel) wajib di Sekolah Menengah Atas (SMA).

Selain guru dan para pakar pendidikan, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany turut menolak kebijakan Nadiem Makarim tersebut.

Dalam akun Twitternya, @TsamaraDKI, dia meminta Nadiem mengambil alternatif kebijakan lain daripada menghapus mapel sejarah, jika memang ingin memperbaiki kurikulum pendidikan SMA.

"Ramai soal pelajaran sejarah dihapus dari mapel wajib. Tidak setuju kalau dihapus, tapi sudah pasti mapel sejarah harus diperbaiki," cuit Tsamara pada Sabtu (19/9).

Dalam postingan yang sama, dia mengungkapkan dasar penolakannya jika mapel sejarah benar-benar dihapus Kemendikbud.

"Pelajaran sejarah harusnya memahami sejarah dari berbagai versi sehingga betul-betul paham. Kalau belajar sejarah untuk hapalan sih memang disayangkan," demikian Tsamara Amany.

Wacana penghapusan sejarah sebagai mata pelajaran wajib mulanya terungkap dalam acara sosialisasi penyederhanaan kurikulum dan asesmen yang disampaikan Kemendikbud.

Penghapusan sejarah yang masuk ke kelompok mata pelajaran jurusan IPS di SMA itu didasarkan pada pengklasifikasian mata pelajaran pada jenjang SMA.

Pada pemaparan di acara tersebut, Kemendikbud menyebut pengklasifikasian mata pelajaran SMA menjadi beberapa bagian, yaitu mata pelajaran dasar, mata pelajaran berdasarkan kelompok ilmu, dan pendidikan kecakapan hidup dan vokasi.

Khusus untuk kelas 11 dan 12 SMA, siswa diwajibkan mengambil tiga mata pelajaran pilihan dengan syarat minimal 1 mata pelajaran di kelompok MIPA, 1 mata pelajaran di kelompok IPS, 1 mata pelajaran di kelompok bahasa dan atau vokasi.

Kurikulum baru yang disampaikan tersebut direncanakan mulai dilaksanakan mulai tahun ajaran 2021/2022, dengan waktu peluncuran pada bulan Maret 2021.

Kolom Komentar


Video

Gempa Mamuju, Ustad Das\'ad Latif Nyaris Jadi Korban

Jumat, 15 Januari 2021
Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021

Artikel Lainnya

Fahri Hamzah: Waktunya Merajut Persamaan, Bencana Alam Bukanlah Isu Partisan
Politik

Fahri Hamzah: Waktunya Meraj..

18 Januari 2021 14:03
Sama Dengan Megawati Di 2014, Airlangga Hartarto Juga Belum Otomatis Capres Golkar 2024
Politik

Sama Dengan Megawati Di 2014..

18 Januari 2021 13:59
Bukhori: Komisi VIII DPR Hanya Setujui Anggaran Bansos, Eksekusinya Domain Kemensos
Politik

Bukhori: Komisi VIII DPR Han..

18 Januari 2021 13:44
Kompolnas: Tidak Ada Catatan Negatif Listyo Sigit Dari Awal Sampai Jadi Kabareskrim
Politik

Kompolnas: Tidak Ada Catatan..

18 Januari 2021 13:42
Ingin Lihat Dari Dekat Kesiapan Bantuan Banjir, Jokowi Berangkat Ke Kalsel
Politik

Ingin Lihat Dari Dekat Kesia..

18 Januari 2021 13:29
Bawaslu Lampung Dilaporkan Ke KPK Terkait Dugaan Penyalahgunaan Wewenang
Politik

Bawaslu Lampung Dilaporkan K..

18 Januari 2021 12:54
Beda Signifikan, Mantu Jokowi Habiskan Dana Kampanye Hingga Rp 15 Miliar, Lawannya Rp 1 Miliar
Politik

Beda Signifikan, Mantu Jokow..

18 Januari 2021 12:46
Dengarkan Keluhan Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah, LaNyalla Janji Undang Airlangga Dan Yaqut
Politik

Dengarkan Keluhan Asosiasi P..

18 Januari 2021 12:42