Ridwan Kamil: Melawan Covid-19 Itu Seperti Perang, Semua Harus Bela Negara

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (kiri) dalam webinar bertajuk 'Strategi Menurunkan Covid-19, Menaikan Ekonomi'/Repro

Menghadapi pandemi Covid-19 yang saat ini melanda Tanah Air harus disertai dengan strategi khusus agar penurunan penularan bisa seiring dengan kenaikan ekonomi.

Seperti yang dilakukan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang mengaku memiliki lima prinsip dalam menghadapi pagebluk corona di wilayahnya. Pertama adalah produktif dengan memerintahkan semua kepala daerah turun menguatkan kampung dan dusun.

"Kita selalu proaktif tanpa harus selalu menunggu karena pemerintah pusat pun tidak semuanya punya kapasitas untuk memahami sepenuhnya bagaimana Covid ini. Jadi kombinasi knowledge di daerah dan kebijakan pusat memang harus selalu disinkronkan frekuensinya, jangan terjadi kegaduhan-kegaduhan karena multitafsir," ujar Ridwan Kamil di webinar bertajuk 'Strategi Menurunkan Covid-19, Menaikan Ekonomi' yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Demokrasi Indonesia, Minggu (20/9).

Selanjutnya, kata Kang Emil, pihaknya menekankan agar selalu transparan sebagai syarat sebuah keilmiahan. Jika kondisi baik harus disampaikan dengan baik, namun jika kondisi buruk juga harus disampaikan sesuai kondisi yang ada.

"Sehingga kita bisa menghadapi berita buruk dengan sebuah rencana-rencana," katanya.

Menghadapi Covid-19 juga harus sesuai ilmiah. Sehingga, pihaknya selalu melibatkan para ahli atau penasihat dari epidemiologi dan tim ekonomi yang menjadi tim penasihat utama dalam mengambil sebuah keputusan.

Selain itu, inovatif pun juga dijalankan. Hal itu diwujudkan dengan memobilisasi semua industri di Jawa Barat untuk memproduksi alat-alat pendukung guna melawan Covid-19.

"Dari mulai masker, APD, rapid test PCR, buatan sendiri kemudian yang terakhir adalah ventilator dan vaksin di Bandung," terang pria yang akrab disapa kang Emil.

Yang terakhir, ia memperlakukan Covid-19 seperti sebuah perang. Sehingga, semua orang harus siap untuk bela negara.

"Sekarang yang di depan adalah dokter, tenaga kesehatan. Yang punya harta, bela negaranya dengan harta, punya ilmu, para pencari solusi obat berjuang mencari ilmu, mencari solusi. Yang punya tenaga menjadi relawan, termasuk kami juga menjadi relawan vaksin," jelas Kang Emil.

"Yang terakhir, yang tidak bela negara dengan harta, ilmu, tenaga, bela negaranya dengan jangan jadi korban. Kuncinya hanya satu, jauhi kerumunan, kalau terpaksa ada di kerumunan gunakan yang disebut 3M," pungkasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Eva K. Sundari: Saya Akui Komunikasi Publik Pemerintahan Jokowi Buruk
Politik

Eva K. Sundari: Saya Akui Ko..

25 Oktober 2020 23:50
Sugi Nur Ditangkap Polisi, Ujang Komarudin: Seharusnya Mengkritik Tidak Perlu Dilaporkan
Politik

Sugi Nur Ditangkap Polisi, U..

25 Oktober 2020 23:20
Sandiaga Uno Didorong Maju Caketum PPP, Achmad Baidowi: Baru Sekadar Wacana
Politik

Sandiaga Uno Didorong Maju C..

25 Oktober 2020 23:03
Belum Terkatrol, Elektabilitas Gatot Masih Kalah Dari AHY Sejak Februari Hingga Saat ini
Politik

Belum Terkatrol, Elektabilit..

25 Oktober 2020 22:57
Peringatkan Jokowi, PDIP: Ada Parpol Pendukung Yang Diduga Main Dua Kaki Untuk Menggoyang Presiden
Politik

Peringatkan Jokowi, PDIP: Ad..

25 Oktober 2020 22:19
SBLF Riset: Mahyeldi-Audy Unggul Dengan Kekuatan Milenial
Politik

SBLF Riset: Mahyeldi-Audy Un..

25 Oktober 2020 21:51
Survei Capres 2024, Ganjar Secara Mengejutkan Kangkangi Prabowo Dan Anies Baswedan
Politik

Survei Capres 2024, Ganjar S..

25 Oktober 2020 21:30
Gelar Perpisahan Di Mekkah, Habib Rizieq Pulang Ke Indonesia Bulan Maulid
Politik

Gelar Perpisahan Di Mekkah, ..

25 Oktober 2020 21:17