Susi Pudjiastuti: Perjuangan Rizal Ramli Gugat PT 0 Persen Muskil, Tapi Pantas Diapresiasi

Begawan ekonomi, DR. Rizal Ramli dan eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti/Net

Langkah begawan ekonomi, DR. Rizal Ramli menggugat ambang batas pencalonan presiden (Presidential Threshold) 20 persen ke Mahkamah Konstitusi (MK) diapresiasi eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. 

Dalam sebuah postingan di akun Twitter, @susipudjiastuti, CEO Susi Air ini melampirkan sebuah pemberitaan online yang mengutip pernyataan RR (sapaan akrab Rizal Ramli) di dalam sidang. 

"Sidang Perdana, Rizal Ramli ke Hakim MK: Saya Ingin Kita Wariskan Demokrasi Adil dan Amanah," cuit Susi mengutip pernyataan RR di dalam sidang perdana yang berlangsung secara virtual Senin (21/9). 

Susi berkomentar, apa yang disampaikan dan dilakukan RR menggugat PT 20 persen kemungkinan sulit diterima oleh banyak pihak, khususnya oleh partai politik fan elemen masyarakat yang tengah berada dinaungan tampuk kekuasaan rezim sekarang ini. 

"Perjuangan yang muskil, jauh dari kemungkinan menang atau dengan kata lain akan sia-sia pada situasi politik, elite, masyarakat saat ini, tapi apa yang Pak RR perjuangkan sepantasnya diapresiasi," cuit Susi di kolom komentar postingannya. 

Tak sampai di situ, Susi melanjutkan bahasan gugatan RR ini dengan mengutip pernyataan salah seorang Bapak Bangsa  yakni Ir. Soekarno. 

"Bapak Bangsa ini (Soekarno) pernah mengatakan Negeri ini bukan hanya Negeri akal tapi juga Negeri spiritual," ungkapnya. 

Sontak, pernyataan Susi tersebut mendapat tanggapan dari netizen, salah satunya disampaikan akun Twitter @PambudiTri, yang menilai PT 20 persen bukan persoalan utama dari kebobrokan proses demokrasi di Indonesia. 

"Money politik bukan karena PT 20 persen. Tapi memang mental korup. Alasan sebenarnya RR gugat ya biar dia nyalon presiden tanpa modal suara elektoral treshold. Yakin kalau PT 0 persen gak ada money politik? Wong semua calon juga bagi-bagi duit 50 ribu. belum bayarin ormas-ormas. Problemnya bukan PT 0 persen,” tutur akun Twitter tersebut. 

Cuitan tersebut langsung dijawab oleh Susi, dengan memaparkan argumentasi mendasar dari ketidaksesuaian PT 20 persen jika masih dipertahankan. Maksudnya, PT 20 persen dia anggap sebagai pucuk masalah dari hak masyarakat yang ingin mencalonkan diri namun terhalang oleh aturan tersebut. 

"Kenapa ketidaksukaan pribadi kepada seseorang membuat anda lupa bahwa PT 20 persen itu mengikat seluruh bangsa untuk mendapatkan kesempatan lebih besar dipimpin oleh pemimpin yang berpihak kepada rakyat bukan hanya yang memiliki dukungan dari partai yang memiliki 20 persen suara saja. Coba pikir dengan dalam," demikian Susi Pudjiastuti mengakhiri. 

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Eva K. Sundari: Saya Akui Komunikasi Publik Pemerintahan Jokowi Buruk
Politik

Eva K. Sundari: Saya Akui Ko..

25 Oktober 2020 23:50
Sugi Nur Ditangkap Polisi, Ujang Komarudin: Seharusnya Mengkritik Tidak Perlu Dilaporkan
Politik

Sugi Nur Ditangkap Polisi, U..

25 Oktober 2020 23:20
Sandiaga Uno Didorong Maju Caketum PPP, Achmad Baidowi: Baru Sekadar Wacana
Politik

Sandiaga Uno Didorong Maju C..

25 Oktober 2020 23:03
Belum Terkatrol, Elektabilitas Gatot Masih Kalah Dari AHY Sejak Februari Hingga Saat ini
Politik

Belum Terkatrol, Elektabilit..

25 Oktober 2020 22:57
Peringatkan Jokowi, PDIP: Ada Parpol Pendukung Yang Diduga Main Dua Kaki Untuk Menggoyang Presiden
Politik

Peringatkan Jokowi, PDIP: Ad..

25 Oktober 2020 22:19
SBLF Riset: Mahyeldi-Audy Unggul Dengan Kekuatan Milenial
Politik

SBLF Riset: Mahyeldi-Audy Un..

25 Oktober 2020 21:51
Survei Capres 2024, Ganjar Secara Mengejutkan Kangkangi Prabowo Dan Anies Baswedan
Politik

Survei Capres 2024, Ganjar S..

25 Oktober 2020 21:30
Gelar Perpisahan Di Mekkah, Habib Rizieq Pulang Ke Indonesia Bulan Maulid
Politik

Gelar Perpisahan Di Mekkah, ..

25 Oktober 2020 21:17