PBNU: Kalau Pemerintah Ngotot Lanjutkan Pilkada, Harus Ada Satu Tahapan Dihilangkan

Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini/Net

Sikap Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU) yang mengusulkan pemerintah dan penyelenggara pemilu untuk menunda pilkada serentak 2020 masih bulat.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini, dalam dikusi virtual JPPR bertajuk 'Pilkada 2020 Tetap Lanjut: Ambyar atau Solutif', Rabu (23/9).

"Bahwa sampai hari ini PBNU belum mengubah keputusan terkait pengusulan penundaan pilkada 2020," ujar Helmy menegaskan.

Dasar dari usulan PBNU tersebut, diterangkan Helmy, sangat mendasar. Yakni terkait keselamatan masyarakat dan seluruh pihak yang akan terlibat di dalam seluruh proses tahapan pilkada.

"Atas dasar konsultasi dengan berbagai pihak, PBNU memandang dalam konstitusi syariah ada satu unsur terpenting yang disebut menjaga keselamatan jiwa, menjaga keselamatan nyawa setiap manusia itu adalah satu hal yang harus menjadi dasar dalam mengambil sebuah kebijakan," paparnya.

Namun, jika ternyata pemerintah juga tetap memutuskan melanjutkan pelaksanaan pilkada yang pencpblosannya berlangsung pada tanggal 9 Desember mendatang, PBNU kata Helmy, meminta stakeholder terkait menghapus satu tahapan yang bersifat krusial, karena berpotensi menjadi lokus penyebaran Covid-19.

"Tapi kalau pemerintah, dalam tanda petik, akan kekeh terus melaksanakan pemilukada pada tanggal 9 Desember, Maka setidaknya, apakah dimungkinkan satu tahapan yang paling krusial di dalam penyebaran Covid-19 itu dihilangkan," kata Helmy.

"Yaitu kampanye terbuka, atau pun kampanye dengan model tatap muka langsung," sambungnya.

Dia memprediksi, jika tahapan kampanye terbuka dihilangkan, maka akan ada banyak pihak yang terlibat di penyelenggaraan pilkada tidak akan tertular Covid-19.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Eva K. Sundari: Saya Akui Komunikasi Publik Pemerintahan Jokowi Buruk
Politik

Eva K. Sundari: Saya Akui Ko..

25 Oktober 2020 23:50
Sugi Nur Ditangkap Polisi, Ujang Komarudin: Seharusnya Mengkritik Tidak Perlu Dilaporkan
Politik

Sugi Nur Ditangkap Polisi, U..

25 Oktober 2020 23:20
Sandiaga Uno Didorong Maju Caketum PPP, Achmad Baidowi: Baru Sekadar Wacana
Politik

Sandiaga Uno Didorong Maju C..

25 Oktober 2020 23:03
Belum Terkatrol, Elektabilitas Gatot Masih Kalah Dari AHY Sejak Februari Hingga Saat ini
Politik

Belum Terkatrol, Elektabilit..

25 Oktober 2020 22:57
Peringatkan Jokowi, PDIP: Ada Parpol Pendukung Yang Diduga Main Dua Kaki Untuk Menggoyang Presiden
Politik

Peringatkan Jokowi, PDIP: Ad..

25 Oktober 2020 22:19
SBLF Riset: Mahyeldi-Audy Unggul Dengan Kekuatan Milenial
Politik

SBLF Riset: Mahyeldi-Audy Un..

25 Oktober 2020 21:51
Survei Capres 2024, Ganjar Secara Mengejutkan Kangkangi Prabowo Dan Anies Baswedan
Politik

Survei Capres 2024, Ganjar S..

25 Oktober 2020 21:30
Gelar Perpisahan Di Mekkah, Habib Rizieq Pulang Ke Indonesia Bulan Maulid
Politik

Gelar Perpisahan Di Mekkah, ..

25 Oktober 2020 21:17