Majelis Dzikir Hubbul Wathon Dukung Pilkada Tetap Digelar Desember 2020 Dengan Catatan

Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon, KH. Musthofa Aqil Siroj/Ist

Dukungan untuk tetap menggelar pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 turut disampaikan Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW).

Menurut Ketua Umum PB MDHW, KH. Musthofa Aqil Siroj, pilkada merupakan proses demokrasi rakyat yang dijamin oleh konstitusi. Pemilihan pemimpin, kata dia, merupakan amanat dari konstitusi dan kewajiban umat.

"Sebagaimana sebuah hadis mengatakan, jika ada tiga orang bepergian, hendaknya mereka mengangkat salah seorang di antara mereka menjadi pemimpinnya. Dalam berpergian atau safar saja, Rasul menyuruh kita memilih pemimpin apalagi ini dalam sebuah wilayah atau daerah yang sudah waktunya memilih pemimpin (Pilkada)," kata Kiai Musthofa kepada wartawan, Rabu (23/9).

Dari penjelasan tersebut, ia menerangkan bahwa Islam sangat memandang penting persoalan memilih pemimpin. Hadis tersebut, kata dia, memperlihatkan sebuah kelompok muslim meski jumlahnya sedikit (di zaman nabi), diperintahkan untuk memilih dan mengangkat salah seorang pemimpin.

"Apalagi dalam sistem demokrasi di Indonesia, di mana pemimpin dipilih secara langsung oleh masyarakat, (sudah) waktunya juga, bahkan berapa kali memimpin juga sudah ditentukan UU. Apalagi pilkada 2020 ini sebenarnya sudah ditunda dari September ke Desember besok," tambah Kiai Musthofa.

Pemerintah, dalam hal ini diwakili Kementerian Dalam Negeri, Komisi II DPR RI beserta penyelenggara pemilu sudah sepakat untuk tetap melaksanakan Pilkada di tahun 2020. Ia pun yakin keputusan tersebut sudah berdasarkan pertimbangan yang matang, mengingat para anggota legislatif juga diisi para tokoh dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, serta kelompok strategis lain.

"Tentu sudah dipikirkan dengan matang terkait potensi risiko apabila pilkada tetap dilaksanakan di tengah pandemi. Oleh sebab itu, pemerintah dan lembaga penyelenggara pemilu pastinya sudah menyusun berbagai langkah dan strategi supaya pilkada tetap sukses tanpa mengenyampingkan keselamatan dan kemaslahatan," tegasnya.

Oleh karenanya, saat ini ia mengajak masyarakat turut mendukung dan mengawal semua keputusan pemerintah, baik terkait protokol Covid ataupun mekanisme pilkada.

"Menjaga keselamatan jiwa merupakan inti dari agama, sebagaimana termaktub dalam maqasid syariah, tapi stabilitas kepemimpinan dan politik juga hal yang sangat penting untuk dijaga," urainya.

"Saya percaya bangsa Indonesia mampu melewati ini semua. Untuk pilkada menurut saya harus tetap lanjut dengan protokol kesehatan yang ketat. Pemerintah, KPU, aparat keamanan, TNI Polri harus bisa memastikan pilkada berjalan dengan baik," tutup pengasuh pondok pesantren Kempek Cirebon ini.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Demo Terus Berlanjut, Haris Rusly: Gerakan Mahasiswa Mengkristal, Konsolidasi Dipusatkan Di Kampus-kampus
Politik

Demo Terus Berlanjut, Haris ..

28 Oktober 2020 12:15
Jika Terpilih Jadi Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan Akan Gratiskan Seragam Sekolah
Politik

Jika Terpilih Jadi Gubernur ..

28 Oktober 2020 11:57
Ragu November Vaksinasi Massal, Saleh Daulay: Barangnya Tidak Ada, Mau Disuntikkan Apa?
Politik

Ragu November Vaksinasi Mass..

28 Oktober 2020 11:41
Kehadiran UU Cipta Kerja Justru Mempermudah Proses Perizinan Usaha
Politik

Kehadiran UU Cipta Kerja Jus..

28 Oktober 2020 10:59
Saleh Daulay: Siapa Penanggung Jawab Vaksin, Erick, Terawan Atau Luhut?
Politik

Saleh Daulay: Siapa Penanggu..

28 Oktober 2020 10:58
Waketum PAN Desak Presiden Macron Cabut Pernyataan Dan Minta Maaf
Politik

Waketum PAN Desak Presiden M..

28 Oktober 2020 10:45
Anies Baswedan: Libur Panjang Memang Menggoda, Tapi Jangan Sia-siakan Upaya Kita Bersama
Politik

Anies Baswedan: Libur Panjan..

28 Oktober 2020 10:19
PP IPHI Ajak Puluhan Juta Alumni Dan Calon Haji Boikot Produk Prancis
Politik

PP IPHI Ajak Puluhan Juta Al..

28 Oktober 2020 09:58