Adhie Massardi: Di Balik Surat KAMI Untuk Jokowi, Salah Menganggap Komunisme Sudah Mati

Adegan penyergapan kediaman Jenderal AH Nasution pada peristiwa pemberontakan G30S/PKI. Jenderal AH Nasution selamat dari penyergapan. Namun ajudan dan putrinya menjadi korban./RMOL

Anggapan bahwa komunisme sudah mati terjadi karena kesalahan persepsi dan referensi selama ini. Faktanya, komunisme masih hidup dan segar bugar, lagi semakin perkasa.

Demikian dikatakan Adhie M. Massardi yang merupakan salah seorang deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ketika menjelaskan surat yang dikirimkan organisasi itu kepada Presiden Joko Widodo mengenai kebangkitan komunisme gaya baru.

Menurut Adhie dalam perbincangan dengan redaksi Kantor Berita Politik RMOL, kesalahan persepsi dan referensi itu baru disadari.

“Selama ini kita, termasuk para pengamat politik, salah persepsi dan salah referensi soal komunis. Kita mengira komunisme sudah mati dan tak perlu ditakuti karena referensinya Eropa Timur dan Uni Soviet yang sudah bubar. Sementara Republik Rakyat China kita sangka sudah menjadi kapitalisme hanya karena pertumbuhan ekonomi dan gaya hidup sebagian rakyatnya,” ujar Adhie Massardi.

Setelah Xi Jinping pada 11 Maret 2018 menobatkan diri sebagai Pemimpin Partai Komunis dan presiden China seumur hidup, barulah dunia terperanjat. Dan lebih terperanjat lagi ketika Xi Jinping menghalalkan segala cara untuk aneksasi dan berangus demokrasi di Hongkong.

“Xi Jinping telah mengaktifkan seluruh sel komunis untuk mengawal kekuasaan dan menghegemoni negara-negara yang diberi bantuan ekonomi secara besar-besaran. Nepal, contohnya, dilestarikan di bawah pemerintahan komunis Maois,” sambung Adhie Massardi lagi.

Dia menambahkan, di balik bantuan ekonomi, China menyelendupkan ideologi komunis ke negara-negara yang memdekati untuk mendapatkan bantuan ekonomi.

Katanya lagi, pengkhianatan G30S/PKI pimpinan DN Aidit 100 persen didukung Partai Komunis China yang saat itu dipimpin Mao Zedong.

“Kini pemerintahan Indonesia hubungannya sangat erat dengan China. Kenyataan ini menambah kekhawatiran KAMI terhadap menguatnya neo PKI di Indonesia, selain munculnya keterbelahan sosial di masyarakat yg ditengarai merupakan cara PKI di masa lalu mengadu-domba dan merusak keharmonisan kehidupan beragama di tanahair,” demikian Adhie Massardi.

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Fokus Bawaslu Jabar Di Pilkada 2020: Awasi Netralitas ASN
Politik

Fokus Bawaslu Jabar Di Pilka..

21 Oktober 2020 12:39
Aktivis Diperlakukan Sopan Era Belanda, Warganet: Benar Kata Pak Rizal Ramli Di ILC
Politik

Aktivis Diperlakukan Sopan E..

21 Oktober 2020 12:27
Novita Wijayanti Berharap Pemerintah Dapat Lewati Fase Sulit Corona
Politik

Novita Wijayanti Berharap Pe..

21 Oktober 2020 11:53
Antisipasi Terpapar Covid-19, Komisi B DPRD DKI Pilih Gelar Rapat Di Bogor
Politik

Antisipasi Terpapar Covid-19..

21 Oktober 2020 11:48
Evaluasi Setahun Jokowi-Maruf, Eddy Soeparno: Pembangkit Listrik EBT Perlu Disegerakan
Politik

Evaluasi Setahun Jokowi-Maru..

21 Oktober 2020 11:45
Catatan KAMI Setahun Jokowi-Maruf: Kemiskinan Meningkat Tajam, Tapi Utang Naik Dua Kali Lipat Dari Era Soekarno Sampai SBY
Politik

Catatan KAMI Setahun Jokowi-..

21 Oktober 2020 11:45
Menilai Wajar Masyarakat Tak Puas Dengan Kinerja Jokowi-Maruf, Mahfud MD: Tingkat Kepercayaan Masih 68 Persen
Politik

Menilai Wajar Masyarakat Tak..

21 Oktober 2020 11:28
Mahfud Minta Kritik Pada MA Dan KPK Dipisah Dari Pemerintah
Politik

Mahfud Minta Kritik Pada MA ..

21 Oktober 2020 11:19