Hadapi Resesi, PAN: Kuncinya Patuhi Protokol Kesehatan Agar Ekonomi Pulih

Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno/RMOL

Kunci pemulihan ekonomi di tengah ancaman krisis resesi tak bisa difokuskan hanya pada penyerapan anggaran dan belanja pemerintah.

Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno mengatakan, saat ini kecenderungan masyarakat masih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya. Semakin tinggi angka penyebaran Covid-19, masyarakat makin menahan uangnya untuk dibelanjakan karena mewaspadai kondisi yang lebih berat.

"Artinya, kunci pemulihan ekonomi tergantung pada penurunan dan perlambatan penyebaran virus Covid-19, sehingga masyarakat perlu didesak dan dibayang-bayangi oleh sanksi yang tegas agar melaksanakan protokol kesehatan secara konsekuen," tutur Eddy dalam keterangannya, Kamis (24/9).
 
Kepatuhan menjalankan protokol kesehatan, lanjut Eddy, harus dilakukan agar kurva pandemi ini bisa melandai hingga menghentikan penyebarannya.

"Sekarang ini bantuan sosial, BLT, subsidi gaji dan bantuan lain yang diterima cenderung ditabung. Termasuk juga kelas menengah, uang yang mereka miliki ditabung ketimbang dibelanjakan. Nah jika kondisi Covid sudah semakin terkendali, otomatis masyarakat akan mulai melakukan konsumsi dan belanja," jelasnya.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini juga meminta pemerintah membantu Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) untuk tetap bertahan di tengah resesi.
 
"Menghadapi resesi ini, UMKM harus selalu dijaga agar keberlangsungannya bisa berjalan terus terutama dari aspek likuiditas dan dari kemudahan untuk penjadwalan ulang pinjaman-pinjaman mereka," kata Eddy.
 
"Nah, ini harus ada perhatian khusus karena bagaimanapun juga UMKM itu tidak mungkin dibebani persyaratan yang memberatkan, seperti memberikan jaminan tambahan jika memang harus ada penjadwalan pinjaman-pinjaman," lanjutnya

Berkaitan dengan dampak resesi lainnya seperti PHK, ia menyarankan agar pemerintah memperbanyak pelatihan kepada pekera yang dirumahkan atau terkena PHK. Pelatihan tersebut penting untuk menambah skill baru pekerja.

"Atau diberikan skill kewirausahaan sehingga bisa memulai UMKM berbasis rumahan atau berbasis komunitas kecil," tutup anggota DPR Dapil Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur ini.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Silahkan Megawati Salahkan Demo Anarkis, Tapi Tidak Boleh Asal Tuduh Pada Milenial
Politik

Silahkan Megawati Salahkan D..

30 Oktober 2020 06:33
Kembalikan Kepercayaan Publik, Jokowi Disarankan Segera Rombak Kabinetnya
Politik

Kembalikan Kepercayaan Publi..

30 Oktober 2020 06:22
Bukan PDIP, Selama Jadi Presiden Jokowi Bergantung Pada Luhut, Airlangga Dan BG
Politik

Bukan PDIP, Selama Jadi Pres..

30 Oktober 2020 06:01
Suharso Naik Jet Pribadi Saat Urus Partai, PPP: Tidak Gunakan Dana Partai
Politik

Suharso Naik Jet Pribadi Saa..

30 Oktober 2020 01:59
Wiku Adisasmito: Sumpah Pemuda Harus Jadi Momen Persatuan Lawan Covid-19
Politik

Wiku Adisasmito: Sumpah Pemu..

29 Oktober 2020 23:37
Di Hadapan Pompeo, GP Ansor Bicara Islam Kasih Sayang
Politik

Di Hadapan Pompeo, GP Ansor ..

29 Oktober 2020 22:38
Cakada Mura Diduga Positif Covid-19, MAKI: Tanda Tanya Besar, Kenapa Ditutupi?
Politik

Cakada Mura Diduga Positif C..

29 Oktober 2020 22:25
Milenial Dikritik Mega, FAM-I: Jangan Ciut, Mereka Tak Siap Dengan Perubahan
Politik

Milenial Dikritik Mega, FAM-..

29 Oktober 2020 21:59